
Setelah melakukan perundingan dengan para bangsawan tertentu, mereka setuju dengan usulan sang raja sambil menentukan letak tempat untuk menanam kentang tersebut.
Kanzaki Rito beserta teman nya bertugas untuk melihat dan mengelola tempat tersebut dalam kurung waktu seminggu sebelum rencana itu di mulai.
Sebuah tempat kosong yang tidak terpakai, banyak tumbuhan liar melintang sepanjang area tersebut, untungnya tempat itu dekat dengan sumber air yang mengalir sepanjang sungai.
"Luas sekali! apa kita bertujuh orang mampu membersihkan area ini dalam waktu seminggu?" ucap Ken yang melihat tanaman liar yang tumbuh di depan matanya.
"Mungkin bisa lebih dari seminggu, kurang pasti tergantung seberapa cepatnya kita bekerja. Apa kita perlu meminta bantuan para petualang yang masih tinggal di kerajaan?" ucap Tetsuya yang mencoba ide miliknya.
"Tidak, itu sama saja pemborosan nanti, bisa jadi mereka nanti meminta upah kerja setelah melakukan tugas tersebut, terlebih keuangan kerajaan ini sedang menipis," balas Lina kepada mereka.
"Apa aku perlu memanggil Rego beserta pasukan nya? mungkin cara ini bisa lebih cepat dalam hitungan menit! terlebih lagi mereka masih berdebat dengan tugas yang sudah di berikan oleh sang raja," gumam Kanzaki Rito yang lelah melihat perbincangan tanpa henti.
"Kenapa sekarang turun hujan? sebaiknya kita berteduh terlebih dahulu, dan menunda tugas kita sekarang," ucap Ken pergi meninggalkan tempat tempat tersebut bersama mereka.
Untung nya sebuah rumah rumah yang sudah tidak terpakai terlihat di depan mereka. Mereka dengan cepat membuka pintu yang tidak terkunci untuk masuk ke dalam rumah tersebut.
Ada beberapa kursi dan meja tertera di ruangan depan saat mereka membuka pintunya, tempat yang penuh debu tanpa pernah di bersihkan sejak orang itu meninggalkan rumahnya.
Beberapa mereka duduk di kursi dan beberapa mereka duduk di bawah lantai yang sudah di bersihkan terlebih dahulu.
Diam menunggu hujan reda, Kanzaki Rito memanfaatkan kondisi yang sedang hujan untuk segera menyelesaikan tugasnya untuk membersihkan seluruh tanaman liar dalam hitungan menit.
Sebuah lubang kecil terlihat di bawah dinding tepat di belakang Kanzaki Rito, ia memerintahkan Rego beserta bawahan nya pergi ke tempat tersebut untuk di bersihkan dengan cepat.
Ia hanya berbaring sambil menunggu Rego selesai menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.
[Tuan, semua tanaman liar sudah aku bersihkan, aku beserta bawahan ku akan segera kembali ke sana segera]
"Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk ku Rego," balas Kanzaki Rito kepada rego.
Rego beserta bawahannya bergegas kembali masuk ke dalam bayangan Kanzaki Rito yang sedang duduk di bawah lantai.
__ADS_1
Mereka akhirnya bisa keluar dari rumah itu setelah hujan telah usai selama setengah jam berlalu.
Lina beserta yang lain nya pergi ke tempat mereka akan melakukan pembersihan tanaman liar yang tubuh di area tersebut.
"Siapa yang sudah melakukan nya saat hutan? apa kalian tahu?" tanya koyuki kepada mereka.
"Kita semua kan berteduh di dalam rumah di sana, mana aku tahu ada seseorang yang sudah menyelesaikan pembersihan itu, terlebih lagi tidak ada sisa tanaman liar yang tergeletak di sana," balas Ken kepada koyuki sambil menjelaskan secara logika kepada nya.
"Sudah lah! lagi pula pekerjaan kita lebih cepat dari jadwal yang sudah di perkiraan," Lina akhir nya kembali ke istana untuk melaporkan nya kepada ayah nya.
"Sesuai dugaan, lebih cepat lebih baik!" Kanzaki Rito dengan senyuman tetap nya sambil meninggalkan tempat tersebut.
Di istana kerajaan....
"Kenapa kau kembali? apa tugas yang aku berikan terlalu sulit untuk kalian?" raja merasa khawatir dengan Lina yang sedang mengembang tugas nya.
"Tidak, justru sebaliknya, kita sudah menyelesaikan nya dengan cepat jadi...." ucap Lina kepada ayah nya.
"Maaf yang mulia raja, aku menolak tawaran nya karena kondisi pakaian kita sedikit bawah dan kotor," balas Tetsuya kepada raja.
"Benar juga, sekarang kita berada di luar istana, mungkin beberapa bangsawan yang melihat nya mungkin akan memandang rendah aku sebagai raja!" raja menarik kesimpulan dengan cepat setelah Tetsuya berbicara kepadanya.
Kanzaki Rito dan Lina pergi membersihkan diri, sedangkan teman-teman pergi ke suatu tempat untuk urusan nya masing-masing.
Mereka menghabiskan waktu selama satu Minggu penuh dengan bersantai ataupun dengan sesuatu yang bisa mereka kerjakan di waktu tersebut.
Satu Minggu kemudian....
Mereka membajak tanah secara manual dengan bantuan beberapa warga sekitar yang suka rela membantu dalam tugas yang mereka lakukan.
Sang raja yang secara langsung datang untuk menonton proses yang sedang di lakukan oleh mereka.
Lina yang duduk di samping ayah nya menatap dan mengawasi beberapa orang yang mungkin bisa di beri pekerjaan untuk nya.
__ADS_1
Hampir seluruh area lahan tersebut telah selesai menanam bibit kentang yang sudah di beli oleh sang raja.
1 Bulan kemudian....
Menginvestasikan kerja keras dan modal seadaanya untuk memulai suatu kesempatan untuk mengembalikan uang kerajaan yang sudah berkurang cukup banyak.
Dalam hitungan beberapa hari, Kanzaki Rito, Lina beserta teman nya melanjutkan perjalanan yang mereka tunda selama 1 bulan penuh hanya untuk membantu menstabilkan keuangan kerajaan yang sedang merosot.
Mereka menyerahkan nya kepada raja dan beberapa warga yang di percaya untuk mengelola tempat area perkebunan yang sudah di kerjakan bersama-sama.
Kanzaki Rito beserta yang lain nya pergi ke arah timur tepat yang di tunjukan oleh peta tersebut.
Sebuah tempat yang masih sangat misterius sekaligus tempat kuno yang belum terjamah oleh siapapun di sana.
Di saat dalam perjalanan, mereka secara tidak sengaja bertemu dengan pedagang ternama Rizing yang mereka sebelumnya pernah bertemu.
Rizing yang hanya lewat dari jalan sisi samping, menyapa mereka yang hendak pergi sisi lain. Rizing memberikan sedikit hadiah kepada mereka sebagai bentuk hubungan khusus untuk mereka.
Hadiah yang di berikan adalah 5 obat penawar racun tingkat menengah sebelum rizing mengambil jalan di sisi kiri.
Setelah mereka melewati jalur di sisi kanan, mereka melihat aliran sungai yang sangat lebar dan sangat deras.
Mereka memutuskan untuk beristirahat sementara waktu sebelum hari esok tiba, seperti biasa mereka membuat persiapan alat pembakaran Dan beberapa bahan makanan yang sudah di bersihkan beserta bumbu rempah yang sudah di campurkan ke dalam bahan tersebut.
Menikmati makanan yang sudah di masak dalam bara api bersama mereka, menghabiskan waktu malam bersama dan berjaga secara bergiliran setiap beberapa jam sampai hari besok tiba.
Di sisi lain....
Seorang dwarf muda yang membawa alat hebat di tangan nya, sedang di kejar oleh sekelompok pembunuh yang sudah di bayar oleh orang yang menginginkan alat tersebut.
Entah alat seperti Apa yang di pegang oleh dwarf itu sampai menjadi incaran para pembunuh?
Bersambung.....
__ADS_1