Become A Hero

Become A Hero
Warisan Dewa Pencipta 'Amme'


__ADS_3

Tempat yang mirip saat Kanzaki rito beserta teman nya dulu, tetapi hal lain baru saja terlihat oleh nya saat beberapa menit membuat suatu tempat tersebut berubah total.


Secara bersamaan dewa yang belum pernah di lihat oleh Kanzaki Rito mulai menampakan dirinya.


Dewa yang mirip seperti Kanzaki Rito dengan rambut berwarna putih, seakan-akan dewa itu adalah sosok lain dari dirinya.


"Selamat datang penerus ku, sudah lama aku terjebak di tempat ini selama beberapa ribu tahun, atau pun sudah sangat lama sekali aku terkurung," dewa itu mulai merubah kembali dari pemandangan setempat, di rubah menjadi ruangan tamu yang mirip dengan ingatan Kanzaki Rito.


"Hah, tempat ini kan rumah ku sendiri!" Kanzaki Rito terkejut secara tiba-tiba saat tempat berubah dalam sekejap.


"Duduk lah wahai penerus ku, aku ingin memberitahu mu sebanyak mungkin tentang warisan ini," dewa itu duduk di sofa empuk dan mempersilahkan Kanzaki Rito untuk duduk bersama nya.


"Apa yang kau ingin kan sekarang, dengan perubahan yang secara tiba-tiba, bahkan mirip dengan apa yang aku lihat sebelum nya. Siapa kau ini?" Kanzaki Rito perlahan duduk di sofa atas perintah dewa.


"Kau ini, sungguh tidak sabar sekali wahai penerus ku. Hmm, kau bisa menyebutku dewa pencipta," balas dewa kepada Kanzaki Rito.


"Apa kau memiliki nama? dewa pencipta, dari yang aku lihat dari beberapa buku lama, ada beberapa dewa yang pernah datang ke dunia ini, apa itu termasuk dirimu juga?" Kanzaki Rito mulai memberikan beberapa pertanyaan langsung tentang informasi dirinya.


"Panggil saja aku Amme. Untuk diri ku yang pernah datang ke dunia itu, kurasa tidak. Aku adalah dewa yang menciptakan segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi ada, hanya dengan membayangkan apa yang aku pikirkan," balas Amme sambil memberitahukan informasi milik nya kepada Kanzaki Rito.


Dewa pencipta Amme mulai menjelaskan cerita tentang dirinya pada masa lalu sebelum terjebak ke dalam sebuah kotak hitam oleh para dewa lain.


Beberapa dewa mulai membuat rencana untuk menyingkirkan dewa pencipta Amme dengan alasan mengganggu rencana yang akan datang di masa depan nanti.


Para dewa lain mulai menghabisinya di saat dewa pencipta Amme menurunkan kewaspadaan nya.


Tepat di hulu hati, jantung dan sirkulasi kekuatan dewa pencipta Amme, mereka menghancurkan nya dengan cepat menggunakan kemampuan dewa mereka.

__ADS_1


Dewa pemandu yang tidak memiliki kemampuan dalam pertarungan, hanya melihat dewa pencipta Amme di habisi sampai tidak memiliki waktu untuk melawan nya.


Salah-satu dewa yang memiliki kemampuan untuk menutup seluruh kemampuan dari dewa lain.


Tidak lain adalah dewa perang yang memiliki kemampuan bertarung yang paling kuat di antara para dewa lain, terlebih dengan kemampuan untuk mengunci kemampuan lawan selama 1 menit di saat dewa perang tersebut menatap lawan nya.


Terlebih dengan kemampuan untuk mengurangi kemampuan lawan sebesar 50% saat dalam kondisi pertarungan berlangsung.


Di saat akhir hayat dari dewa pencipta itu di ujung takdir, ia dengan cepat memindahkan seluruh kemampuan miliknya ke dalam kotak kosong berwarna hitam.


Perlahan energi kehidupan miliknya mulai berkurang seiring berjalanan waktu saat memindahkan kemampuan dan sisa energi kehidupan nya.


Dewa pencipta Amme berlari ke pusat dunia para dewa, sebelum dirinya tertangkap kembali oleh dewa lain yang berusaha untuk membunuhnya.


Ketika hendak sampai ke pusat dunia para dewa, tubuh dewa pencipta Amme tertusuk dengan tombak penggalian dari dewa lain.


Mereka yang tampak takut dengan kemampuan dewa pencipta Amme, menyegel tubuh nya ke dalam tempat khusus yang sudah di buat oleh beberapa dewa.


Selang waktu terus berjalan tanpa henti selama beberapa ribu tahun berlalu di dunia lain. Kotak hitam yang terjatuh dari dunia para dewa itu, terus berganti tangan ke tangan lain selama beberapa ribu tahun.


"Begitulah yang terjadi di masa lalu. Apa kau siap mewarisi semua kekuatan yang tersisa dariku saat ini?" dewa pencipta Amme mengulurkan tangan nya ke Kanzaki Rito.


"Kenapa cerita mu sungguh lumayan, apa yang akan terjadi jika aku menerima warisan yang kau berikan nanti?" tanya Kanzaki Rito untuk mengetahui dampak di masa depan nanti.


"Hah, apa kau tidak menyimak dengan benar, aku adalah dewa pencipta, yang terkuat dari segala dewa, bahkan dewa perang sekalipun tetap kalah melawan ku. Kau bisa merubah segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin tergantung pemahaman yang kau miliki saat ini," kritik dewa pencipta Amme kepada Kanzaki Rito karena masih meremehkan diri nya.


"Kalau begitu, aku terima apa yang kau berikan segala," tangan Kanzaki Rito menggenggam tangan sang dewa pencipta Amme.

__ADS_1


"Ok, tahapan pertama sudah terpenuhi. Kita akan melanjutkan tahapan kedua, mungkin akan membutuhkan waktu yang agak lama kurasa," ucap dewa pencipta Amme kepada Kanzaki Rito yang memberitahukan waktu proses warisan kepada nya.


"Tidak apa, lanjutkan saja," dengan santai Kanzaki Rito membalas ucapan dewa pencipta Amme.


"Jangan menyesal nanti bila kau kembali nanti!" dewa pencipta Amme menyeringai bibirnya dengan tatapan serius dan tegas kepada Kanzaki Rito.


Tangan yang bersentuhan Kanzaki Rito dan dewa pencipta Amme mulai mensinkronisasikan antara pikiran dewa pencipta Amme ke kanzaki Rito.


Aliran berwarna putih dari ujung kaki ke atas menuju tangan yang sedang bersentuhan, secara bertahap aliran berwarna putih itu masuk ke dalam tubuh Kanzaki Rito.


Secara mendadak, tubuh kanzaki Rito tiba-tiba merasakan rasa sakit yang luar biasa saat proses perpindahan warisan berlangsung.


Mereka tidak bisa menunda atau pun menghentikan proses warisan yang sedang berlangsung, jika salah satu pihak membatalkan proses perpindahan warisan, maka kedua belah pihak antara kanzaki Rito dan dewa akan hancur tidak tersisa karena ledakan warisan.


Sudah terlambat Kanzaki Rito untuk mundur dari proses perpindahan warisan, ia harus menahan rasa sakit itu selama proses itu berlangsung.


1 tahun kemudian....


"Bertahanlah, sebentar lagi kita akan selesai melakukan proses perpindahan warisan ini," dewa pencipta Amme mempercepat proses warisan nya.


"Sudah berapa lama kita lakukan seperti ini, ini sangat menyakitkan, tapi seiring berjalanan waktu, rasa sakit ini perlahan berkurang sampai menghilang," ucap Kanzaki Rito yang sudah lelah dan bosan dengan proses warisan berlangsung.


"Tinggal sebentar lagi, mungkin 1 menit dari sekarang," balas dewa pencipta Amme kepada Kanzaki Rito sambil memberi tahukan sisa waktu proses warisan nya.


Proses warisan akhirnya selesai dengan sempurna, tubuh Kanzaki Rito mulai memancarkan aura dewa miliknya yang kuat itu, sampai membuat dewa pencipta Amme merasa takjub dengan nya, tapi kondisi dirinya perlahan mulai menjadi transparan seiring waktu berjalan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2