Become A Hero

Become A Hero
Mencoba Kemampuan Halena Elgris


__ADS_3

Setelah menggunakan kemampuan Spear Of Judgment dalam jangkauan luas, hampir seluruh pasukan iblis yang menyerang atau pun menetap di kerajaan lain selama 1 tahun.


Para iblis itu langsung di binasakan tanpa ada peringatan sedikit pun dari pihak lawan yang menyerang nya, beberapa iblis yang memiliki kemampuan yang cukup untuk menghalau serangan Spear Of Judgment yang datang padanya.


Mereka yang selamat bersembunyi lagi dari kawasan manusia, berlari ke dalam sisi kegelapan tanpa bisa melihat apapun yang berada di dalam nya.


Akibat dari invansi yang sudah memakan korban yang terbilang cukup besar untuk meruntuhkan sistem kerajaan di berbagai benua.


Para rakyat yang masih bertahan mulai menyerang balik sang raja di kerajaan nya yang tidak mampu mensejahterakan rakyat nya dari kelaparan.


Mereka mengangkat peralatan pertanian, mereka berteriak, mereka dengan serempak berjalan menuju istana kerajaan.


Menggulingkan raja yang mementingkan kekayaan nya, dibandingkan dengan rakyatnya.


Beruntung di kerajaan delona saat ini, sang raja dengan sigap memberikan bantuan makanan kepada rakyatnya dari uang yang ia simpan di ruang penyimpanan harta.


Menghabiskan jumlah yang sangat besar untuk membeli seluruh makanan yang ada pada pedagang keliling yang kebetulan lewat di kerajaan nya dengan jumlah muatan yang berlimpah.


Dari Berbagai macam roti, bir, buah-buahan segar ataupun beberapa makanan lain yang bisa di simpan dalam jangka waktu yang lama.


Semua makanan itu di simpan di dalam gudang penyimpanan harta untuk sementara waktu, dan di bagikan setiap hari saat waktu pagi dan siang hari untuk rakyat yang sedang membutuhkan makanan.


Beruntung dengan rencana yang di usulkan oleh sang raja itu sendiri, masa keruntuhan kerajaan delona bisa terhindari dengan semestinya.


Rakyat yang senang dengan tindakan sigap dari sang raja itu, mereka bersorak untuk sang raja dermawan.


Raja langsung memerintahkan mereka untuk menanam beberapa bibit untuk kebutuhan makanan saat di butuhkan nanti.


Rakyat dengan suka rela mengikuti arahan sang raja tanpa sepatah katapun darinya, mereka dengan senang mulai membawa peralatan bertani mereka dan mulai mengolah lahan yang di berikan oleh sang raja kepada mereka.


Stok persediaan makanan terus ada sampai pada saat ini, raja yang tenang memakan makanan rakyat jelata tanpa harus membeda-bedakan status itu sendiri.

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu....


Para prajurit melakukan latihan rutin tiga hari yang lalu, mereka mengayunkan pedang sebanyak 500 kali dalam sehari, dan di lanjutkan melakukan pertarungan latihan satu kali sehari.


Tidak hanya prajurit kerajaan yang berlatih setiap hari, para rakyat yang ingin mendukung raja ikut ke dalam pelatihan tersebut untuk melindungi tanah kelahiran nya dari pasukan musuh yang akan datang di masa depan nanti.


Kanzaki Rito dan Halena pergi ke ruangan bawah tanah khusus pelatihan bagi keluarga kerajaan.


Tempat yang sudah di sediakan berbagai macam senjata dan tempat yang luas dengan dinding yang sangat kokoh dari benturan keras saat melakukan latihan.


Karena merasa dinding itu akan hancur, Kanzaki Rito melapisi dinding tersebut dengan sihir miliknya untuk meningkatkan daya tahan terhadap serangan yang akan datang.


"Halena, kau boleh mencoba nya sekarang di sini," ucap Kanzaki Rito sambil melangkahkan kaki nya ke belakang Halena.


"Ok-ok, mungkin aku akan memulai nya dengan api lebih dulu di bandingkan dengan kemampuan yang lain," balas Halena yang sedang mempersiapkan serangan nya ke arah target yang sudah di tentukan.


"Apa kau tidak menggunakan mulut untuk mengeluarkan api?" tanya Kanzaki Rito tentang cara penggunaan kemampuan dari Halena.


Dark Flame...!!


Api hitam keluar dari telapak tangan nya, menyemburkan dengan cepat ke arah target di depan matanya.


Tembakan seperti semburan api hitam yang menyebar luas ke berbagai sisi arah saat Halena sedang menggunakan kemampuan tersebut.


"Daya serangnya besar dan luas, tapi bagaimana dengan memadatkan nya menjadi satu titik," Halena mulai menekan semburan api hitam yang menyebar ke segala arah menjadi satu titik arah sambil menstabilkan nya.


Tekanan api yang semakin panas melelehkan bagian tempat yang terkena semburan api hitam yang sudah di padatkan.


Beruntung dengan dinding yang sudah di lapisi oleh Kanzaki Rito sebelum memulai nya.


"Itu sungguh sangat berbahaya Helena! untung saja ini berada di bawah istana kerajaan. Seandainya kita mencobanya di permukaan, entah apa yang akan terjadi nanti?" kanzaki Rito membayangkan situasi jika benar-benar terjadi bila melakukan nya.

__ADS_1


"Ayolah ayah, ini baru satu kemampuan yang aku tunjukan selama 1000 tahun yang lalu, terlebih di dalam wujud ini," Halena mengeluh dengan kritikan kanzaki Rito tentang kemampuan miliknya.


"Hehe, entah kenapa kata ayah itu membuatku tidak terbiasa mendengarnya! kalau bisa tolong tunjukan kemampuan lain yang tidak memiliki dampak kerusakan tinggi seperti kemampuan sebelum nya," balas Kanzaki kepada Halena sambil membuat susunan ulang bentuk ruangan tersebut yang hancur menjadi seperti semula, dengan menggunakan kemampuan miliknya.


"Tenang saja, ini adalah kemampuan untuk mengunci pergerakan lawan," balas Halena yang sedang merendahkan dirinya di hadapan Kanzaki Rito.


"Kalau tidak memberikan ledakan besar mungkin bisa di coba sekarang," Kanzaki Rito yang penasaran dengan kemampuan yang di ucapkan oleh Halena.


"Lihatlah, mungkin kemampuan terasa tidak asing di mata ayah. Bending...." ucap Halena yang hanya berdiam diri saat menggunakan. kemampuan tersebut.


Dua tangan hitam yang bisa memanjang datang dari bawah bayangan Lina, dan menyerang langsung ke target lawan yang sudah di tentukan.


Tangan hitam yang bisa memanjang layak nya seekor ular yang melilit mangsanya hingga kesulitan bernafas atau pun kesulitan untuk bergerak dengan bebas.


Dark Burst....!!


Setelah target terkena kemampuan bending yang mengunci pergerakan nya, Halena melancarkan serangan lanjutan untuk mengeksekusi lawan secara langsung.


Sebuah serangan Dark Burst yang seperti gelombang kejut dalam area luas dengan daya serang dan ledakan yang sangat tinggi berwarna hitam menghancurkan target tanpa tersisa sedikit pun, terlebih dinding yang sudah di lapisi dengan sihir yang sudah di tambahkan untuk memperkuat daya tahan itu retak dan hancur membuat sebuah lubang besar.


"Hei, sudah aku bilang yang serangan kecil saja! kenapa kamu menggunakan serangan yang bisa merusak tempat ini!" tegas Kanzaki Rito yang kaget setelah serangan kedua yang tanpa di beritahu olehnya dari Halena.


Hehe.....


"Anggap saja itu serangan bonus untuk mengakhiri musuh jika masih melakukan perlawanan," ucap Halena yang menyombongkan dirinya dengan angkuh kepada Kanzaki Rito.


"Boleh-boleh saja, tapi jangan di sini juga. Apa kamu mau kita berdua terkubur hidup-hidup di sini hah!" tegas Kanzaki Rito dengan tangan tangan kanan menekan kepala Halena ke bawah dengan kuat.


"Maaf-maaf! aku salah, hentikan sekarang! kalau terus berlanjut, kepalaku akan mengecil nanti!" tegar Halena sambil membelai kasih meminta maaf kepada Kanzaki Rito dengan air mata yang mengalir di matanya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2