Become A Hero

Become A Hero
Perjalanan Menuju Ibu Kota Kekaisaran


__ADS_3

Hari keberangkatan menuju kekaisaran, di depan pintu keluar istana....


Sebuah kereta kuda mewah yang sedang menunggu kedatangan sang raja dan kanzaki Rito.


Seluruh pengawal, kesatria, pelayan, dan beberapa orang penting lain berbaris di sepanjang jalan di kedua sisi.


Raja dan kanzaki Rito melewati mereka di tengah-tengah kerumunan orang yang serang berbaris dengan rapih.


"Yang mulia raja, apa anda yakin hanya tuan Rito saja yang mengawal raja di sana? apa tidak menambahkan beberapa kesatria lain untuk meningkatkan keamanan yang mulia nanti?" Ucap Hendrik yang mengkhawatirkan kondisi raja saat pergi meninggalkan kerajaan nya.


"Itu tidak perlu, apa menurut mu Kanzaki Rito ini lemah? menurut ku dia sangat hebat, tapi karena dia terlalu agak malas dengan urusan lain yang akan terjadi nanti bila seseorang lain melihat kemampuan nya," balas raja kepada Hendrik sambil menjelaskan kelebihan Kanzaki Rito di hadapan nya.


"Hmm.... semoga saja kata raja benar! semoga yang mulia raja tetap aman sampai acara di sana selesai," Hendrik memberikan hormat kepada raja saat dirinya akan menaiki kereta kuda bersama Kanzaki Rito.


"Hati-hati sayang," ucap Lina yang sedang menggendong anak nya di hadapan Kanzaki Rito.


"Halena, tolong jangan lupa apa yang kita bicarakan semalam," ucap Kanzaki Rito yang sedang mengingatkan janji mereka di waktu malam.


"Tentu ayah, aku akan menjaga mereka dengan aman tanpa ada satu semut pun di hadapan nya," balas Halena dengan senyuman nya sambil memberikan hormat kepada mereka berdua yang akan berangkat meninggalkan mereka.


Kusir menjalankan kereta kuda nya, pergi ke arah tujuan yang sudah di tentukan, tempat kekaisaran suci yang memiliki seorang saint di tempat nya.


Perlahan mereka meninggalkan beberapa tempat lain dengan kecepatan yang terbilang cukup cepat untuk sampai kekaisaran dalan kurung waktu beberapa hari saja.


Perjalanan mereka terasa sangat damai tanpa adanya bandit atau pun monster yang berkeliaran di sepanjang jalan, tepat nya di bagian hutan terdalam di luar kerajaan delona.


Sang raja yang tertidur lelap yang lelah menunggu perjalanan mereka untuk sampai di tempat kekaisaran berada.


Untung saja di dalam ruangan kereta kuda yang sangat nyaman untuk di tumpangi oleh mereka.

__ADS_1


Bantalan duduk yang empuk dengan sandaran bahu di belakangnya membuat rasa nyaman tidak tergantikan seakan tinggal di dalam rumah miliknya, terlebih area tersebut lumayan luas untuk menyadarkan kaki mereka saat dalam perjalanan.


Kusir yang sedang mencari tempat istirahat untuk sementara waktu di tempat area terbuka di sepanjang jalan.


Dirinya menemukan sebuah rumah sederhana yang ditinggali oleh beberapa orang di dalam nya.


Sepasang kakek nenek dan satu cucu perempuan yang sudah masuk dalam usia dewasa nya.


Kakek dan nenek itu sudah mulai tidak mampu melakukan perjalanan ringan dengan kaki mereka yang sudah melemah.


Mereka berdua hanya berbaring di kursi mereka dengan santai sambil menunggu cucu nya untuk membantu mereka bangun di saat mereka bosan di tempat tersebut.


Karena hari sudah menjelang malam, sang raja memerintahkan kusir untuk berhenti di depan rumah sederhana mereka tinggali.


"Permisi," Kanzaki Rito mengetuk 3 kali pintu rumah tersebut.


"Ya, tunggu sebentar, aku akan segera kesana!" cucu perempuan itu bergegas menuju pintu depan rumah nya.


"Baik nek. Ada yang bisa aku bantu," Sena membukakan pintunya secara perlahan.


"Bolehkah kita bertiga tinggal di dalam rumah ini, cuman malam ini saja kita tinggal, besok kita akan segera melanjutkan perjalanan menuju kekaisaran," Kanzaki Rito menunggu persetujuan tua. rumah untuk mengizinkan mereka bertiga untuk menginap malam hari ini.


"Hmm.... tunggu sebentar, apa nenek dan kakek mengizinkan mereka tinggal? sepertinya dari penampilan mereka adalah seorang bangsawan," Sena yang merasa sedikit ragu tentang keputusan nya dan meninta saran dari kakek nenek nya.


"Tentu saja, jika kata Sena benar kalau mereka adalah seorang bangsawan, kita harus memberikan mereka tempat untuk istirahat sementara waktu," balas nenek yang langsung menerima orang lain untuk.


"Sepertinya tuan rumah ini sangat ramah terhadap tamu seperti kita," tegas sang raja yang langsung menerima perlakuan baik saat dirinya datang di rumah mereka.


"Silahkan masuk tuan, maaf bila tempat ini tidak memuaskan anda saat ini," Sena membukakan pintunya sembari mengantarkan mereka ke dalam rumah.

__ADS_1


"Terima kasih nona," balas Kanzaki Rito sambil memberikan sanjungan kepada Sena.


Mereka bertiga masuk ke dalam sesuai arahan Sena sang pemilik rumah tersebut. Sena mengantarkan mereka ke tempat kakek dan nenek nya untuk berpapasan langsung kepadanya di ruang tamu keluarganya.


"Silahkan duduk," ucap Sena sambil pergi ke dapur untuk membuat teh untuk mereka bertiga.


"Kalau boleh tahu, kalian bertiga saat ini mau pergi kemana sekarang, terlihat dengan pakaian rapih, sepertinya kalian akan menghadiri acara besar di ibukota kekaisaran," ucap sopan nenek kepada mereka bertiga yang sedang duduk di hadapan nya.


"Tepat seperti katamu tadi, kita aku akan menghadiri acara tersebut di kekaisaran, entah acara apa di sana nanti," balas raja kepada nenek itu.


"Tunggu, jika itu benar, apa mungkin tuan adalah seorang raja di benua lain?" tanya Sena kepada raja tentang identitas miliknya.


"Hehe.... tebakan mu benar, nona!" balas raja dengan senyuman miliknya kepada Sena.


"Astaga! maafkan aku yang mulia raja atas ketidaksopanan ku pada tuan sekarang!" Sena merasa bersalah atas tidak sopan nya sikap miliknya kepada raja.


Kakek, nenek, dan Sena meminta maaf kepada raja secara langsung di hadapan nya, raja yang melihat tindakan secara mendadak membuat dirinya merasa tidak enak dengan status miliknya saat ini.


"Aku memaafkan kalian, tapi ini juga kesalahan ku tidak memberitahukan tentang diriku secara langsung kepada kalian saat ini. Aku meminta maaf secara tulus!" raja berdiri dari kursinya sambil membungkuk kan tubuhnya sembari meminta maaf kepada pemilik rumah tersebut.


"Oh tidak-tidak, aku yang salah dengan sikap kurang sopan ini!" balas Sena sambil merendahkan dirinya kepada raja.


"Sudah-sudah, apa kita bertiga boleh menginap di sini malam ini, aku membutuhkan persetujuan kepada kalian terlebih dahulu, kalah kalau enggan tidak menerima tamu, kita akan segera meninggalkan rumah ini segera dan melanjutkan kembali perjalanan nya," ucap raja dengan sopan meminta jawaban atas pertanyaan nya kepada pemilik rumah.


"Bukan kah tadi aku sudah mengatakan sebelumnya, kalian boleh tinggal di sini malam ini, karena sudah larut malam, lebih baik tuan raja dan yang lainnya tidur di ruang kamar di samping sana," balas kakek dengan menunjukan arahnya ke kamar tidur.


"Kalau begitu, terima kasih banyak atas bantuan yang kalian berikan, di masa depan nanti, atas nama raja dari kerajaan delona, kalau kalian membutuhkan sesuatu, kalian datang saja di kerajaan ku nanti," tegas raja kepada pemilik rumah sambil pergi ke kamar tidur yang sudah di tunjukan oleh kakek tersebut.


Kanzaki Rito, kusir, dan yang mulia raja beristirahat di ruangan kamar tidur tersebut sambil melepas lelah mereka selama perjalanan sebelum nya.

__ADS_1


"Akan aku ingat pesan yang di berikan yang mulia raja. sekarang!" ucap mereka bertiga sambil memberikan rasa hormat kepada raja.


Bersambung....


__ADS_2