
Setelah kanzaki Rito selesai menghabisi seluruh musuh yang berada di luar wilayah kerajaan, ia segera pergi ke tempat mereka berada sambil memasang wajah yang tidak tahu apa-apa.
"Sayang! kemana saja kamu ini, kita baru saja mendapatkan kabar bahwa peperangan ini di menangkan oleh pihak kerajaan tadi," Lina menjelaskan apa yang sudah di ketahui olehnya kepada Kanzaki Rito yang berada di depan nya.
"Tunggu! dimana kamu mendapatkan informasi itu?" Kanzaki Rito penasaran dengan informasi yang di dapatkan oleh Lina.
"Lah, bukan nya kamu sudah tahu! kita bisa berbagi informasi dengan menggunakan burung sebagai pengantar pesan," ucap Lina sambil memperlihatkan burung yang memberikan informasi kepada nya.
"Begitu ya, maaf aku lupa! 'mana aku tahu hal itu'," ucap Kanzaki Rito kepada Lina.
"Sekarang mungkin aku sudah sedikit lega, tapi tetap saja aku harus kembali ke kerajaan secepat nya," ucap Lina sambil menyerahkan burung itu ke salah satu petualang.
"Bagaimana kalau besok, karena waktu sekarang sudah sore kemungkinan besar musuh bakalĀ menyerang di waktu kita berangkat. Lebih baik kita membentuk barisan pertahanan di sekitar tempat ini," balas Geriel sambil memberikan saran miliknya kepada mereka.
"Kita harus membagi tugas bergilir setiap beberapa jam sekali. Seperti biasa aku yang pertama, apa ada yang ingin berjaga di giliran pertama?" Kanzaki Rito menyarankan kepada para petualang.
"Biar aku yang berjaga bersama orang yang di belakang ku,"
Para petualang itu menyapa Kanzaki Rito, Lian dan Geriel. Mereka mulai memperkenalkan diri beserta kemampuan miliknya.
"Kalian ambil lah posisi masing-masing tempat yang sudah kita tentukan. Untuk Kanzaki Rito sendiri akan berjaga di bagian belakang," tegas Geriel kepada Kanzaki Rito soal pemilihan tempat berjaga.
"Baik-baik, kau sangat tahu betul apa yang aku suka. Kalau begitu sampai jumpa lagi," kanzaki Rito kembali ke tempat di mana ia beristirahat sebelum nya.
Di waktu malam tiba....
Kanzaki Rito hanya terus berbaring tanpa henti di bawah pohon sambil menikmati udara segar yang berhembus di sekitar nya.
Tanpa masalah, tanpa hambatan, dan tanpa musuh yang mengacau untuk ketenangan nya. Itulah yang di pikirkan Kanzaki Rito saat ini yang sudah yakin menghabisi seluruh musuh yang ada di sekitar nya.
Zisk yang tiba-tiba menembak kan magic misil ke arah Kanzaki Rito yang sedang berbaring di bawah pohon tersebut.
__ADS_1
"Gawat! aku lupa dengan tugas yang di berikan oleh ayah. Seharusnya aku hanya mengawasi saja, kenapa malah menyerang nya?" Zisk mengawasi Kanzaki Rito yang terkena serangan miliknya.
"Untung saja aku sempat menghindar dari sihir tersebut, apa sebaiknya aku membuat sihir penghalang untuk mengelabui yang lain?" Kanzaki Rito masih mempertimbangkan apa yang harus di lakukan nya.
"Kau tidak perlu membuat penghalang ilusi, karena aku sudah membuat nya terlebih dahulu," dengan cepat penghalang ilusi itu melebar ke segala arah sampai menutupi daerah sekitar nya.
"Terima kasih kalau begitu, sekarang aku bisa menghabisi mu tanpa di ketahui oleh yang lain! bersiap lah," balas Kanzaki Rito ke Zisk.
"Serangan apa yang akan di lancarkan orang itu? sihir kah, atau serangan fisik!" Zisk masih menebak apa yang akan di lakukan oleh Kanzaki Rito.
Confused! Shadow Bending!
Kanzaki Rito menyerang Zisk dengan kemampuan confused milik nya untuk melemahkan kemampuan lawan nya.
Tidak hanya itu, ia menggunakan shadow bending untuk menarik Zisk dari atas langit.
Kemampuan itu sendiri seperti tangan hitam yang sangat panjang seperti kain, bisa membengkok kan serta menyerang dengan cepat dari segala arah termasuk melalui celah sekecil apapun.
Tidak hanya itu, daya cengkeraman dari shadow bending akan sulit terlepas bila target sudah terkena kemampuan tersebut.
"Tidak! terima kasih. lagi pula, apa untung nya aku melepaskan sekarang," Kanzaki Rito tidak peduli apa yang di katakan oleh Zisk.
"Bagaimana kalau aku akan memberi tahu sesuatu yang sangat rahasia? ini sesuatu yang bisa membuatmu semakin kuat bila mendapatkan nya!" Zisk memberikan penawaran miliknya sebagai ganti kebebasan nya.
"Apa itu bagus? coba perlihatkan sekarang!" Kanzaki Rito memperkuat daya cengkeram dari shadow bending miliknya.
"Gimana mau memperlihatkan nya, bila benda hitam ini masih menempel di tubuhku!" Zisk menahan rasa sakit dari cengkeraman shadow bending.
"Benar juga, kalau begitu aku akan mengurangi daya cengkeramannya sampai dirimu bisa membuktikan nya secara langsung," Kanzaki Rito mulai melonggarkan kemampuan shadow bending miliknya, tetapi masih berada tidak jauh dari musuhnya, untuk berjaga-jaga agar dirinya tidak kabur.
Zisk memperlihatkan sebuah peta usang di balik pakaian miliknya, sebuah peta beserta penjelasan cara bagaimana mendapatkan nya.
__ADS_1
Kemudian dirinya menyerahkan peta itu kepada Kanzaki Rito, dan perlahan mundur setelah dirinya selesai memberikan nya.
Kanzaki Rito akhirnya membebaskan Zisk yang terkekang tersebut dan menyuruhnya untuk menghilangkan penghalang tersebut.
Dalam sekejap setelah penghalang itu hilang dirinya pergi tanpa di ketahui oleh Kanzaki Rito, padahal ia selalu mengawasinya secara teliti.
Mungkin saja ada jeda waktu setelah kanzaki Rito mengedipkan matanya, tapi hal yang membuatnya sedang adalah sebuah petunjuk ke suatu tempat untuk mendapatkan hal yang bisa membuat nya semakin kuat.
Karena tidak ada waktu untuk menjelajahi tempat tersebut, ia memutuskan untuk menyimpan nya ke dalam bayangan miliknya.
Tidak ada masalah yang terjadi di sekitar wilayah mereka tempati, Kanzaki Rito kembali melanjutkan tidur nyenyak nya tanpa di ganggu oleh orang lain.
Di lain sisi setelah Zisk berhasil melarikan diri dari jeratan benda hitam milik musuhnya, dirinya bergegas melaporkan apa yang sudah dia alami sebelumnya.
Zisk berjalan dengan perlahan menuju ke markas sambil menekan perut miliknya yang sangat sakit saat serangan sebelumnya berhasil meremuk kan beberapa bagian tulang nya.
Karena kecerobohan dirinya yang secara tidak sengaja menantang lawan nya tanpa mengetahui asal usul kemampuan nya.
Alhasil dirinya mengalami kekalahan tanpa adanya perlawanan sedikitpun dari Zisk itu sendiri.
Salah satu pasukan yang kebetulan berjaga di sekitar wilayah itu datang menghampiri Zisk yang sedang terluka.
Dia membawanya ke tenda pengobatan di markas sambil memberitahukan kepada jagar untuk segera datang menemui Zisk secepatnya.
Di dalam ruang rapat....
"Apa kau bilang? Zisk terluka! siapa yang berani melukai anak ku, cepat beri tahu!" jagar sangat marah melihat apa yang sudah di dengar olehnya.
"Maaf ketua, aku hanya sekedar membawa pesan saja, terlebih teman ku tadi membawa Zisk kedalam tenda pengobatan di sana," pria itu berbicara sambil membungkuk kepada jagar.
"Sabar kawan ku, lebih baik kita segera menemui nya sekarang," ucap belia sambil menenangkan jagar.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya segera menemui anaknya Zisk di dalam tenda pengobatan untuk bertanya secara langsung apa yang sudah terjadi kepadanya.
Bersambung....