
Keesokan harinya....
Setelah melewati hari yang melelahkan dalam perjalanan menuju ke ibu kota kekaisaran.
Sang raja, Kanzaki Rito, dan kusir melanjutkan perjalanan nya dan meninggalkan rumah yang di singgahi nya sementara waktu.
Beberapa jam telah berlalu mereka lewati sepanjang jalan. Mereka akhirnya sampai di depan gerbang kekaisaran suci.
Para pedagang, pelancong atau pun petualang yang kebetulan sedang ingin melewati gerbang tersebut yang di jaga oleh kesatria di pintu masuk.
Kebetulan antrian tidak terlalu panjang di depan matanya, mereka harus sedikit lebih sabar untuk sampai pada giliran masuk nya.
Selama beberapa menit berlangsung, entah kenapa rombongan dalam jumlah besar datang memenuhi jalan sepanjang antrian tersebut.
Mereka yang mengantri pada barisan belakang kesal karena terlalu lama menunggu di cuaca yang sangat panas saat ini.
"Selanjutnya," tegas kesatria yang sedang mengecek para pendatang masuk yang datang di hadapan nya.
"Akhirnya kita bisa keluar dari antrian yang sangat panjang itu. Hehe.... melelahkan sekali tanpa menggunakan status bangsawan itu sendiri," raja membersihkan keringat di wajah nya dengan menggunakan sapu tangan miliknya.
Kereta kuda yang di tunggangi raja dan kanzaki Rito mendatangai kesatria tersebut.
"Tolong buka jendelanya tuan," tegas kesatria kepada mereka yang berada di dalam kereta.
Kanzaki Rito membukakan tirai yang menutupi bagian dalam kereta dan memperlihatkan mereka berdua kepada kesatria yang memintanya.
"Ini surat dari sang kaisar langsung, aku datang atas perintah nya," ucap raja sambil memperlihatkan buktinya kepada kesatria tersebut.
"Maaf, biar aku periksa sebentar tuan," balas kesatria itu sambil mengambil bukti tersebut dari tangan raja.
"Silahkan saja," raja menyandarkan bahunya dengan wajah yang sedikit tersenyum kepada kesatria.
"Surat-surat ini memang asli dari sang kaisar. Beri jalan kepada sang raja dari kerajaan delona," tegas kesatria kepada penjaga yang mengawasi pintu masuk.
__ADS_1
"Hah, dimana raja nya." ucap pelancong A kepada pelancong B yang kebetulan di dekat nya.
"Kau bodoh nya, itu di depan sana yang memakai kereta kuda dengan corak mewah." balas pelancong B kepada pelancong A sambil menunjukan orang tersebut secara langsung.
"Oh, kau benar, apa itu dari kerajaan delona?" tanya pelancong A yang penasaran tentang raja dari kerajaan mana dia berasal.
"Sudah jelas dia dari kerajaan delona, coba saja lihat lambang bendera di belakang kereta nya, apa kau melihatnya dengan jelas?" jawab pelancong B tentang asal usul raja tersebut kepada pelancong A.
"Hmm, tidak terlihat jelas dengan mataku," pelancong A memfokuskan kedua matanya untuk melihat dengan jelas.
"Kau ini, ternyata mataku sedikit bermasalah soal jarak pandang mu! sia-sia saja aku menjelaskan nya kepada mu,!" pelancong B yang kecewa dengan pelancong A yang membuang-buang waktu dirinya berbicara kepadanya.
Kereta kuda yang di naiki oleh raja dan kanzaki Rito sudah memasuki daerah kekaisaran dan meninggalkan antrian panjang di belakang nya.
Di pusat kota kekaisaran....
Seseorang yang menunggangi Kuda putih mendatangi kereta kuda yang di naiki oleh raja dan kanzaki Rito.
"Ya benar, aku Edward Elgris dari kerajaan delona. Kalau boleh tahu anda siapa?" tanya raja kepada orang yang menaiki kuda putih tentang nama nya.
"Perkenalkan, aku Gairel Avo. Aku seorang Swordman dari kekaisaran, sekaligus pengawal langsung sang kaisar itu sendiri," balas Gairel Avo kepada raja dengan senyuman miliknya.
"Apa raja dari kerajaan lain sudah sampai sekarang?" tanya raja kepada Gairel Avo.
"Sayangnya anda adalah raja pertama yang datang di kekaisaran ini, mari aku antar anda ke ruang istirahat terlebih dahulu, sambil menunggu raja lain datang kesini," Gairel Avo menuntun kusir menuju ke tempat tamu beristirahat yang sudah di sediakan oleh sang kaisar.
Mereka pergi dengan santai sambil melihat-lihat sekeliling tempat di dalam kawasan kekaisaran, banyak para penduduk yang melintas kesana-kemari di tempat tersebut tanpa henti.
"Apa itu kesatria suci yang di rumorkan itu?" tanya Kanzaki Rito yang sedikit penasaran dengan sekumpulan pasukan putih yang sedang berkeliling di tempat tersebut.
"Matamu memang tajam rupanya, itu benar, mereka di tugaskan langsung oleh sang kaisar itu melindungi tempat miliknya selama satu hari penuh, tentu mereka di lakukan secara bergantian di setiap waktu tertentu. Lebih singkatnya, tempat ini sangat aman dari tindak kejahatan," Gairel Avo menjelaskan tentang kesatria suci kepada Kanzaki Rito.
Secara kebetulan....
__ADS_1
"Tolong!! tangkap pencuri itu!" ibu itu histeris kaget sambil meminta tolong kepada seseorang yang berada di dekat nya.
"Coba lihat itu, kesatria suci datang untuk menolong ibu itu!" ucap rakyat itu kepada mereka tentang kedatangan kesatria suci di hadapan nya.
Pencuri itu terus berlari menghindari masa yang sedang berkerumunan di segala tempat, dirinya memasuki celah bangunan sempit untuk menghindari titik buta seseorang dari aksi nya itu.
"Akhir aku bisa lolos dari seseorang yang mengejar ku. Hehe.... beberapa perhiasan mewah ini cukup untuk bertahan hidup selama satu bulan penuh di sini," pencuri itu mengecek kembali barang hasil curian nya secara teliti.
Tibq-tiba beberapa kesatria suci muncul di hadapan nya.
"Oh, wahai pendosa yang melakukan kejahatan atas keinginan nya sendiri, atas nama dewa Golomes, aku akan menghukum mu sekarang," kesatria suci itu mengeluarkan pedang miliknya, sekaligus menghunuskan pedangnya ke arah pencuri itu untuk di adili.
"Maaf, aku bersalah, tolong lepaskan aku, aku akan memohon dan berbakti kepada dewa.....!" ucap pencuri itu yang ketakutan sambil memohon ampun kepada kesatria suci.
"Kejahatan, tetaplah kejahatan, maka terima lah takdir mu sekarang," tegas kesatria itu dengan tatapan tajam ke arah pencuri sambil memberikan hukuman dewa kepadanya.
"Tidak-tidak....!" ucap pencuri itu yang melihat kilatan cahaya putih di mata nya.
Kesatria suci yang melakukan eksekusi di tempat tersebut, untuk mengakhiri penderitaan si pencuri itu.
"Semoga kehidupan kau mendapatkan kehidupan yang baru yang lebih baik dari sekarang di masa depan nanti," kesatria itu memberikan doa miliknya kepada si pencuri.
Mayat yang bersimbah darah di atas tanah itu membanjiri tubuhnya, salah satu kesatria yang berada di sampingnya, dia memasukan mayat tersebut ke dalam sub ruang miliknya dalam bentuk cincin yang di kenakan nya.
Darah yang masih tertinggal di tempat kejadian, mulai di bersihkan kembali tanpa ada satu pun jejak yang tersisa di tempatnya.
Barang bawaan yang di curi, di kembalikan kepada pemilik asli barang, para rakyat yang melihat aksi dari kesatria suci mulai memanjatkan doa dan mengikuti ajaran dari gereja Amales sesuai perintah kaisar yang di berikan.
"Sepertinya kita tidak perlu ikut campur dengan permasalahan di sana," gumam santai Kanzaki Rito ke dirinya sendiri.
"Tentu saja, mereka saja sudah cukup untuk menjaga keamanan di sekitar tempat di kawasan kekaisaran," balas Gairel Avo dengan senyuman kepada Kanzaki Rito.
Bersambung....
__ADS_1