Become A Hero

Become A Hero
Saint Dan Invansi Serangan Keturunan Hitam


__ADS_3

Di dalam ruang kamar raja...


Lina datang menghampiri ayahnya yang sedang duduk mengurus berkas-berkas penting untuk di selesaikan.


Ia meminta kepada ayahnya untuk memperbolehkan dirinya ikut bersama Shin beserta temannya.


Ketika perkiraan Lina bahwa ayah akan menolaknya untuk ikut, tapi ayah Lina membiarkan dirinya sesuai keinginannya.


Sang raja sekaligus ayah membebaskan tugas kerajaan kepada Lina dan membiarkan putri satu-satu pergi sesuai keinginan putrinya.


Asal putrinya Lina membawa penerusnya kembali ke kerajaan delona suatu hari nanti, dengan lapang dada Lina memenuhi syarat yang di ajukan ayahnya dan pergi meninggalkannya di sana.


Ketika mereka sedang berkemas, seorang pelayan membawakan berbagai peralatan mulai dari senjata, armor, perisai ataupun tongkat sihir yang berkualitas untuk di berikan kepada mereka semua kecuali Shin.


Sekarang mereka sudah di bekali dengan berbagai macam peralatan berkualitas tinggi, mereka dengan senang hati melindungi putri Lina beserta Shin yang di sampingnya.


"Tuan Shin, ini surat dari yang mulia raja untuk di berikan kepada anda segera saat mulai meninggalkan kerajaan," pelayan itu memberikan sebuah surat penting kepada Shin.


Dengan senang hati ia mengambil surat itu dari tangan pelayan dan membuka isi dari surat tersebut.


Berbagai macam informasi penting mulai dari artefak, tempat perkumpulan organisasi hitam, dungeon dengan tingkat kesulitan tertinggi, danĀ  bahkan tempat peninggalan para naga.


"Terima kasih. Kita akan berangkat sekarang," Shin mengendarai kereta kuda dan pergi meninggalkan pelayan tersebut.


Pelayan itu hanya bisa melihat kepergian Lina yang penuh kenangan masa lalunya dimana dirinya merawat dan membesarkan Lina di waktu kecilnya.


Di jendela kamar miliknya, raja hanya melihat Lina yang pergi bersama mereka, dia tahu bahwa masalah serius sebentar lagi akan terjadi di kerajaan delona.


Sang raja tidak ingin membuat Lina merasa bersalah dengan tanggung jawabnya sebagai putri raja.


"Hendrik!" dengan tegas raja memanggil dirinya.


"Siap yang mulia, aku baru saja mendapatkan informasi penting dari mata-mata yang di kirim ke sana," dengan hormat Hendrik menjelaskan secara detail kepada raja.


"Bagus, aku tidak salah memilihmu sebagai pengawal pribadiku, dulu kita di waktu muda pergi berpetualang dan menjelajahi beberapa dungeon tersulit tapi hasil itu tetap gagal," raja mengenang masa lalunya bersama Hendrik.

__ADS_1


"Sudahlah yang mulia, kita berdua sekarang sudah tua, terlebih lagi kita sudah mempunyai seorang anak terlebih sebagai orang tua, kita harus mengetahui keinginannya," ucap Hendrik untuk menyudahi kenangan masa lalunya.


Hahaha....


"Gara-gara itu, kita sekarang tidak memiliki waktu untuk bersantai. bagaimana kalau kita memancing setelah urusan ini selesai?" raja memberi usulan kepada Hendrik.


"Kalau itu keinginan yang mulia, tentu aku terima dengan lapang dada....!" Hendrik tertawa setelah akhir kalimat yang di ucapkan nya.


Hendrik memberikan sebuah lampiran kertas informasi kepada raja, sebuah catatan penting tentang pergerakan musuh, tindakan-tindakan aneh yang di lakukan oleh mereka.


"Sepertinya mereka sudah mulai bergerak rupanya, dulu mereka hanyalah kelompok kecil yang memuja iblis sebagai dewa nya," dengan prihatin atas kesalahan masa lalunya yang tidak menghabisi sisa pemuja iblis yang tersisa.


Sang raja berpikir dan mengambil sebuah peta benua miliknya untuk di tempatkan di meja miliknya, ia mulai menandai beberapa titik pangkalan yang di tempati oleh pemuja iblis.


Ada 8 tempat di berbagai wilayah tentunya di dekat kerajaan delona, sebuah keturunan hitam yang memuja iblis tersebut.


Mereka di beri blessing oleh raja iblis terdahulu yang membuat tubuh mereka kuat di bandingkan manusia normal lainnya.


Mereka ahli menggunakan sihir api, racun, dan kutukan yang biasanya ras iblis kuasai, bahkan beberapa keturunan hitam bisa berubah menjadi iblis sejati jika memenuhi syarat tertentu tanpa memakan buah hitam tersebut.


Hendrik pergi meninggalkan raja yang sedang memandangi langit biru beserta angin yang selalu berhembus di sekitar tubuhnya.


1 Jam kemudian, seluruh pasukan berkumpul di aula istana kerajaan delona, mereka berbaris dengan rapih sampai memenuhi seluruh tempat tersebut.


Raja yang datang menghampiri panggung tinggi khusus dirinya dan memandangi wajah para pasukan kerajaan delona, ia mulai bertanya kepada hendrik tentang tugas sebelumnya.


Jumlah yang sudah di hitung di antara lain; 500 prajurit, 100 kesatria, 20 kesatria elit, dan 80 pasukan khusus untuk membunuh iblis.


"Para prajurit ku yang tercinta kita sebentar lagi akan menghadapi invansi dari ras iblis beserta keturunan hitam mereka. Mereka sekarang berada di luar kerajaan delona tepatnya di hutan gelora, persiapkan senjata dan peralatan kalian, dalan 1 jam kemudian kita akan berangkat ke lokasi tujuan kita!" dengan lantang dan keras raja berpidato sekaligus memerintahkan mereka.


Seluruh pasukan kerajaan delona meninggalkan area tersebut, mereka bergegas membawa beberapa barang dan senjata yang di butuhkan nya.


Sang raja beserta Hendrik kembali keruangan raja untuk mendiskusikan tentang pembagian regu penyerang dan bertahan untuk melindungi kerajaannya.


"Bagaimana kalau menyisakan 40% dari pasukan kita untuk berjaga di empat titik sudut kerajaan, dan 60% di kerahkan langsung menuju titik target tersebut," Hendrik menyarankan idenya.

__ADS_1


"Boleh, 10% di tempatkan di empat titik sudut berbeda, dan sisakan beberapa pasukan untuk melindungi gerbang," raja setuju dengan saran yang di berikan oleh Hendrik.


Ketika sedang dalam rapat pembahasan tiba-tiba seorang pembawa pesan datang dengan membuka pintu dengan keras sampai mengejutkan mereka berdua.


"Hei siapa kau, beraninya kau tidak sopan terhadap raja," Hendrik marah karena terkejut dengan hantaman pintu tersebut.


"Tidak apa, lihat saja nafas dirinya yang tidak teratur," raja membenarkan kejadian sebelumnya.


"Maaf yang mulia, aku membawakan sebuah pesan dari seorang saint yang akan datang ke kerajaan ini dalam 1 hari kedepan,"


"Hmm, sekarang kau boleh pergi dari sini," raja mengizinkan pria itu untuk meninggalkan ruangannya.


"Terima kasih yang mulia, aku undur diri sekarang," pria itu meninggalkan ruangan dengan cepat.


"Sekarang apa lagi, bandit turun dari langit! selalu saja ada hal yang tidak terduga terjadi di satu tempat," Hendrik yang sudah lelah pikiran dengan berbagai peristiwa yang terjadi di satu tempat.


Hehe....


"Dari pada kau berpikir keras, kenapa kita tidak meluangkan waktu yang tersisa untuk menikmati secangkir teh yang nikmat itu," raja memberi usulan kepada Hendrik.


"Boleh juga, dengan meminum teh itu mungkin saja bisa sedikit mengurangi beban pikiran kita," Hendrik setuju dengan usulan sang raja.


"Pelayan!" raja memanggilnya.


"Ya, yang mulia," ucap pelayan.


"Tolong bawakan 2 minuman teh itu ke taman sekarang," raja pergi ke taman bersama Hendrik.


"Baik, yang mulia," pelayan itu pergi ke dapur untuk membuatkan 2 minuman tersebut ke taman.


5 Menit kemudian...


Mereka menikmati secangkir teh yang sudah di buatkan oleh pelayan sebelumnya, dengan cita rasa harum dengan daun teh terbaru dan beberapa gula yang di buat secara langsung di dalam istana kerajaan membuat rasa teh tersebut di nikmati oleh mereka berdua.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2