Become A Hero

Become A Hero
Turnamen Kekaisaran


__ADS_3

Waktu yang di habiskan Rito dan Lina saat berkeliling kota merasa sudah cukup.


Mereka berdua kembali ke penginapan di mana Halena, Zena, Solga, dan Tetsuya berada.


Sesaat Rito datang, ia memanggil Zena dan Halena untuk pergi keruangan miliknya, sedangkan Lina duduk sambil memakan kue yang ia bawa di toko sebelum nya.


Solga penasaran dengan apa yang akan di lakukan Rito kepada kedua anak tersebut, tetapi dia di tahan oleh Tetsuya dan mengajak nya untuk berbincang sebelum tiba di tempat pertandingan berada.


Sementara itu, di dalam ruangan pribadi.


Rito mengeluarkan digger Orselot dan soul ring di hadapan zena dan Halena.


Tampak mereka berdua penasaran dengan benda yang di perlihatkan oleh Rito saat ini, kemudian ia memberikan digger Orselot ke Halena, sedangkan soul ring di berikan untuk Zena.


Selain kedua barang tersebut, Rito menyempatkan dirinya untuk membaca satu halaman dari buku yang ia pegang saat ini.


Buku yang sangat tebal, mungkin akan selesai di baca selama beberapa bulan, ataupun bisa sampai setengah tahun, bila Rito membaca di saat ia senggang.


Untuk halaman pertama yang di baca, menjelaskan bahwa dunia yang di tinggali saat ini di ciptakan oleh dewa Amme.


Dewa lain merasa kesal dan iri dengan kemampuan yang di miliki oleh Amme.


Perselisihan pertama saat penciptaan dunia membuat mereka bertarung tanpa henti, tetapi di kalahkan dengan telak walau mereka bertarung secara bersamaan.


Beberapa tahun usai menciptakan dunia.


Para makhluk hidup yang di ciptakan mulai menempati beberapa kawasan lain.


Ras manusia tinggal di kawasan dekat Padang rumput yang luas, ada pohon yang tumbuh, serta aliran sungai sebagai sumber kebutuhan hidup.


Ras elf tinggal di pedalaman hutan lebat, membuat rumah di atas pohon besar, dan saling berkomunikasi dengan spirit yang tinggal di kawasan nya.

__ADS_1


Sehingga mereka bisa mempelajari sihir element sebelum kaum manusia mempelajarinya.


Ras Dwarf tinggal di pegunungan yang penuh dengan sumber material berlimpah, mereka membuat kawasan tersebut sebagai tempat tinggal mereka.


Mereka ahli membuat benda-benda dari material yang di dapat, senjata, armor, dan beberapa benda lain yang bisa di buat.


Dwarf sangat menyukai hal baru, sehingga mereka ingin mempelajari apa yang belum mereka ketahui.


Sedangkan untuk beberapa lain lain, mereka tinggal di pelosok dunia, tanpa di ketahui oleh ketiga ras tersebut.


Mereka hidup masing-masing tanpa mengganggu kehidupan yang di jalani.


Puluhan tahun telah berlalu, tempat yang mereka tinggali sebelum nya hanya tempat kosong, sekarang terbentuk menjadi sebuah kerajaan besar selama berpuluh-puluh tahun kemudian.


Beberapa manusia dari sekian banyak nya, terpilih menjadi apostle dewa.


Akan tetapi, salah satu dewa memerintahkan apostle miliknya untuk menghabisi apostle lain yang berada di pelosok dunia.


Hingga saat ini, keberadaan mereka masih belum di ketahui. Entah mereka masih hidup atau sudah mati.


Satu halaman selesai di baca, mungkin buku itu adalah buku harian milik seseorang saat dirinya menyaksikan nya secara langsung.


Rito menutup buku, kemudian menyimpan nya kembali ke dalam bayangan miliknya.


Keesokan harinya.


Rito beserta lain nya, datang ke tempat yang sudah di janjikan oleh sang kaisar.


Banyak peserta berbaris di beberapa pintu, mereka tampak mengibarkan bendera kerajaan, tetapi Rito malah menganggap itu tidak terlalu di butuhkan.


Salah satu peserta terlihat mentertawakan barisan Rito, entah dari mana dia berasal, tetapi Rito tetap tenang sampai acara penyambutan selesai.

__ADS_1


"Hahaha.... tampaknya kerajaan Delona asal memilih peserta rupanya, bahkan anak kecil pun mereka rekrut. Sungguh memalukan, benarkan kawan-kawan."


Situasi sedikit risih akibat peserta tersebut, beruntung kesatria kekaisaran yang sedang bertugas, melihat permasalahan dan datang untuk melerai masalah tersebut.


Mereka kecewa, lantaran bahan hiburan yang mereka lakukan sekarang telah di hentikan oleh kesatria tersebut.


Suara trompet penyambutan terdengar keras, pintu masuk arena di buka secara bersamaan.


Langkah kaki berjalan serempak memasuki arena.


Para penonton bersorak saat peserta memasuki arena, dari berbagai kalangan kerajaan lain, tak luput datang untuk menyaksikan secara langsung.


Sambutan sang kaisar membuat semua orang yang berada di arena terdiam mendengarkan sepatah kata dari nya.


Sambutan tersebut berlangsung selama 5 menit. Para raja memasuki sebuah ruangan yang sudah di sediakan oleh kaisar itu sendiri.


Dalam satu ruangan bersama kaisar. Rito beserta raja-raja dari kerajaan lain mulai menempati kursi yang terlihat di depan nya.


Semua raja terlihat penuh percaya diri, mungkin mereka sudah menyiapkan calon peserta yang terkuat di kerajaan nya, sedangkan Rito tampak terlihat seperti biasa-biasa saja.


"Hei bocah, di mana raja mu saat ini? kenapa kamu yang datang di sini?"


Salah satu raja menunjuk Rito karena raja dari kerajaan Delona tampak tidak datang, dan malah menggantikan dirinya saat ini.


Rito membantah perkataan raja, dan membenarkan kualifikasi dirinya di hadapan para raja tersebut, bahwa dirinya adalah perwakilan dari kerajaan Delona atas perintah raja, tentu itu berlaku bila ia memiliki hubungan khusus dengan raja.


Raja itu tersentak dari balasan Rito saya itu, dia hanya diam tanpa membalas kembali perkataan Rito sekarang.


Sang kaisar mengangkat tangan kanan nya ke atas dan berkata. " Cukup, lebih baik kalian tetap tenang sekarang."


Satu kata dari kaisar langsung membuat mereka terdiam.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2