
Setelah pasukan iblis di habisi oleh Kanzaki Rito beserta beberapa korban invansi iblis, ia pergi bersama mereka ke tempat persembunyian para pengungsi.
Berjalan melalui celah reruntuhan bangunan yang tergeletak di sepanjang jalan untuk menghindari kontak langsung dengan pasukan iblis yang sedang berkeliling.
Ada beberapa tempat persembunyian yang mereka gunakan, salah satunya berada di bangunan besar yang di isi oleh halaman luas dengan tembok yang mengelilingi nya.
Karena tempat itu di isi oleh ribuan macam pengungsi, mereka yang memiliki kemampuan bertarung di tugaskan berjaga di berbagai titik tempat bangunan besar sambil menyembunyikan diri.
Tampak di jalan sangat sepi tanpa ada iblis yang melintas di sepanjang jalan, ia beserta yang lain nya melanjutkan dengan berlari secepat mungkin saat kondisi terasa benar-benar aman.
"Sungguh aneh sekali! kenapa pelarian kita sangat terlalu berjalan lancar?" ucap Kanzaki Rito yang merasa dirinya tidak enak dengan situasi nya saat ini.
Firasat Kanzaki Rito benar-benar terjadi, satu iblis elit datang sambil membawa senjata yang mirip dengan alat musik tiup.
"Dasar manusia lemah, andai saja kalian tidak melarikan diri tempat itu, ku jamin hidup kalian akan aman," iblis elit merasa kasihan dengan manusia yang berada di depan nya.
"Sial, kenapa nasib kita selalu begini? apa kita sedang di kutuk oleh dewa?" pria lusuh merasa menyesal dengan pilihan nya saat bertemu dengan iblis elit lain.
"Apa kau tahu siapa dia? kenapa kau sampai ketakutan dengan wanita iblis ini?" Kanzaki Rito menunjuk jari nya ke arah iblis yang sedang memegang alat musik tiup.
"Dia adalah....!" balas pria lusuh yang terpotong ucapan milik nya saat iblis itu mulai melancarkan serangan milik nya.
"Ternyata benar itu adalah seruling! tidak ku sangka bahwa di dunia ini juga ada alat tersebut!" Kanzaki Rito merasa bersemangat sampai melancarkan serangan cepatnya, tanpa di ketahui oleh iblis itu.
Kanzaki Rito membentangkan tangan kanan nya seperti bilah pedang, dan menusuk nya ke bagian tengah perut iblis itu, sambil mengambil seruling yang di pegang oleh nya dengan tangan kiri milik nya.
__ADS_1
Iblis yang merasa terkejut saat serangan tanpa suara sedikit pun sampai membuat dirinya terbunuh seketika, dia menyesal memilih lawan yang salah di tempat tersebut.
"Ini akan menjadi koleksi ku sekarang, sebaik nya ku simpan ini ke dalam penyimpanan bayangan," Kanzaki Rito menjatuhkan seruling itu tepat di bayangan milik nya, benda itu tertelan dengan cepat masuk ke dalam bayangan.
"Hei, kau yang membunuh iblis itu," tegas orang asing yang berdiri di atas bangunan hancur.
"Pemimpin!" tegas pria lusuh yang terkejut melihat sosok di atas bangunan Rusak.
"Bisa kau jelaskan secara singkat siapa diri nya?" Kanzaki Rito menunjuk orang itu dengan santai sambil memalingkan wajah nya.
"Apa segitu nya kau serius sampai penasaran dengan diri ku ini? ....sebaik nya kita pergi terlebih dahulu di tempat ini, ikuti aku dari belakang," pemimpin itu turun dan berjalan melewati beberapa arah sebelum sampai pada persembunyian nya.
Tempat persembunyian Aegis....
"Semua nya berkumpul, kita kedatangan anggota baru di sini," tegas pemimpin kepada mereka yang sedang bersembunyi di ruangan tersebut.
"Hahaha.... Tebakan mu benar sekali, dia adalah orang yang membunuh iblis elit seorang diri. Buktinya, aku sendiri yang menyaksikan nya secara langsung," pemimpin itu tersenyum lebar sambil membanggakan orang yang di bawa nya.
"Seberapa kuat dirinya pemimpin!" pria lain yang sedang berdiri bertanya langsung kepada nya sambil menatap Kanzaki Rito.
"Entahlah, aku hanya melihat dirinya bergerak dengan cepat sampai musuh tidak bisa memberikan perlawanan sedikit pun," pemimpin itu tidak bisa menjelaskan semua kemampuan Kanzaki Rito kepada mereka.
"Hah, jadi bingung seberapa kuat dirinya. Selamat datang di markas persembunyian Aegis," pria luka wajah itu mengangkat tangan kanan nya untuk berjabat tangan dengan Kanzaki Rito.
"Mohon bantuan nya," balas Kanzaki Rito sambil berjabat tangan dengan pria luka di wajah nya.
__ADS_1
"Oh iya pemimpin. Apa ada informasi lain yang kita dapat hari ini?" wanita yang sedang memegang bir di tangan nya datang menghampiri mereka.
"Kurasa ada sedikit informasi yang baru saja aku temukan. Dalam waktu beberapa jam dari sekarang, pemimpin iblis akan datang di istana kerajaan dwarf untuk beristirahat setelah melakukan invansi ke tempat lain," pemimpin itu mencoba mengingat beberapa informasi yang baru ia dapatkan dan menyampaikan nya secara rinci kepada mereka.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita segera memulai rencana yang kita tunda sebelum nya, menyerang langsung ke pemimpin iblis sekarang!" pria luka di wajah bersemangat mengajak pemimpin mereka untuk memulai rencana yang sudah di susun bersama.
"Ok. Semua nya berkumpul sekarang, kita akan menyusun kembali rencana kita sekarang, bagi yang tidak mampu bertarung tolong mengambil posisi sebagai pendukung barisan depan seperti membantu mengobati korban yang terluka," tegas pemimpin kepada mereka untuk segera datang di hadapan nya.
Hmm....!
Kanzaki Rito hanya diam melihat mereka berbicara satu sama lain sambil menyusun rencana mereka, ia hanya menunggu momen tertentu untuk ikut ke dalam pembicaraan mereka saat ini.
Berlangsung selama beberapa menit, mereka akhirnya menyelesaikan susun rencana utama beserta rencana cadangan, bila rencana utama mereka gagal terlaksana.
Mereka bersiap-siap mengambil peralatan bertempur mereka, menajamkan bilah, mengumpulkan persediaan panah, serta beberapa ramuan penyembuhan bila sesuatu yang tidak di ingin kan terjadi.
"Apa kau ingin ikut ke dalam penyerangan ini?" pemimpin itu mengajak langsung Kanzaki Rito untuk masuk ke dalam peperangan mereka.
"Maaf, aku punya tujuan lain yang harus di cari, tidak mungkin aku ikut ke dalam rencana kalian yang sudah di susun," Kanzaki Rito memberitahukan tujuan milik nya kepada mereka.
"Oh, begitu nya, sayang sekali kalau tidak ikut. Kau boleh tinggal di sini kapan pun yang di ingin kan, karena tempat ini untuk kita semua bagi para korban invansi iblis," balas pemimpin yang sedikit kecewa harapan dirinya kepada Kanzaki Rito.
1 jam sebelum pemimpin iblis datang di istana kerajaan dwarf....
"Tempat ini tampak sepi saat setelah mereka pergi, walau ada beberapa warga biasa yang menetap tinggal di sini sekarang," ucap Kanzaki Rito yang sedikit kecewa dengan perubahan suasana di tempat tersebut.
__ADS_1
"Sudah lah, kau tidak perlu bersedih sekarang, kita di sini sudah senasib dengan mu, jadi kau tidak perlu memasang wajah sedih itu," pria lusuh itu mencoba memberikan semangat kepada Kanzaki Rito, walau sebenernya dirinya tampak salah paham dengan situasi saat ini.
Bersambung....