Become A Hero

Become A Hero
Perkumpulan Orang Di Luar Area Dungeon


__ADS_3

Situasi semakin tidak terkendali karena adanya Sandera di tangan Zisk, terpaksa pria besar itu mengalah dan menuruti permintaan si Zisk tersebut.


"Apa yang kau inginkan sekarang bocah nakal?"  pria besar itu menghela nafas untuk mengatur emosinya.


Hehe....


"Mendekat lah sekarang," tegas Zisk sambil tertawa jahatnya.


"Zisk, apa yang terjadi sekarang? kenapa aku seperti ini?" Lulu bingung apa yang sedang terjadi sekarang.


Pria itu sudah semakin dekat dengan dirinya, Zisk memerintahkan pria besar itu untuk berbalik ke arah berlawanan sambil menggenggam kedua tangan miliknya ke bagian belakang kepalanya.


"Apa kau sudah puas?" pria besar itu pasrah apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Bagus, tetap seperti itu," Zisk perlahan mendekati pundak pria besar itu sambil membawa Lulu sebagai sanderanya.


"Zisk!" Lulu berkeringat karena situasi semakin parah dari pada sebelumnya.


"Sekarang kau...."


Zisk menusuk pria besar itu dari bagian belakang tubuhnya, tepatnya berada di posisi jantung pria tersebut.


Secara bersamaan Zisk menekan leher Lulu dengan keras sampai dirinya kesulitan untuk bernafas. Perlahan Lulu mulai kesulitan untuk bernafas, awalnya tubuhnya merespon secara cepat menggerakkan anggota tubuhnya secara sembarangan, tapi pada akhirnya usahanya tidak bisa menyelamatkannya.


Seketika pria besar itu berbalik arah sambil mencabut pedang dari dadanya dan menyerang Zisk dengan cepat setelah nafas terakhir Lulu di hembuskan.


"Sakit sekali sialan! jika saja aku tidak menusuknya tadi, mungkin misi ini akan semakin sulit nanti," ucap Zisk sambil membersihkan darah di mulutnya.


"Apa? misi, siapa kau sebenarnya bocah nakal?" pria besar itu menekan dan menahan bagian perut yang terluka dengan tangan miliknya.


"Kau tidak perlu tahu. Hehe.... nikmati sebelum dirimu mati nanti," Zisk pergi meninggalkan pria besar itu dan bergegas membantai seluruh warga di desa tersebut.


Satu demi satu rumah Zisk datangi tanpa sedikitpun suara yang di timbulkan olehnya, kebanyakan warga tersebut sudah berada di dalam rumahnya di saat waktu menjelang hampir malam.

__ADS_1


Kondisi tersebut memudahkan Zisk untuk melakukan aksinya tanpa di ketahui oleh siapapun yang melihatnya.


"Oh kau rupanya, kemana Lulu? bukannya kamu tadi bersamanya!" ibu itu bertanya kepada Zisk soal putrinya.


"Tenang saja bibi, Lulu sudah berapa di alam lain, maka bibi bisa menjemput nya sekarang juga!"


Dengan cepat Zisk menusuk bagian perut bibi tersebut sampai mengeluarkan darah di bagian tusukan tersebut.


"Apa maksudmu yang kau laku.....!" tubuh bibi itu terjatuh dan menghantam bagian bawah lantai dengan keras.


Beberapa bagian anggota keluarganya mendengar suara yang keras secara tiba-tiba sampai mereka datang di tempat sumber suara  itu terdengar.


"Sayang! dasar anak iblis, ku bunuh kau sekarang juga!"


Pria itu marah dan berlari mendekati zisk, tapi sayangnya Zisk sudah mengarahkan pedangnya ke bagian leher pria itu sampai kepala miliknya terlepas beserta darah yang keluar di bagian tersebut.


"Tinggal beberapa langkah lagi, misi ini akan selesai,"


Ada yang melawan, ada yang memohon untuk tidak di bunuh, ada yang melarikan diri sekuat tenaga, bahkan membuang harga diri mereka hanya untuk keselamatan miliknya.


Sayangnya itu tidak membuat misi Zisk terganggu sedikitpun, dirinya lantas menghabisi mereka tanpa belas kasih  sedikitpun.


Sesosok misterius yang memakai tudung di kepalanya berdiri di depan pintu desa tersebut. Setelah menyelesaikan misi yang di berikan oleh sesosok misterius, dirinya pergi meninggalkan desa itu dan bertemu dengan dengannya.


"Bagus. Sekarang kau lulus sebagai prajurit hitam, jangan lupa bahwa kalian adalah pengikut raja iblis terdahulu hingga sekarang," sesosok misterius itu berbalik arah dari hadapan Zisk.


"Bolehkah aku ikut kedalam pasukan raja iblis sekarang," Zisk denhan serius meminta hal tersebut kepadanya.


"Boleh. tapi tunggu beberapa tahun lagi baru kau bisa ikut kedalam pasukan raja iblis, asalkan kau bisa membuktikan kelayakan mu nanti," sesosok misterius itu menghilang dengan sekejap tanpa meninggalkan jejak sedikitpun di tempat.


Hahaha....


"Sebaiknya aku bergegas kembali ke tempatku berada. cihh, entah berapa tahun untuk bisa ikut ke dalam pasukan raja iblis tersebut,"

__ADS_1


Zisk membersihkan pedang miliknya dari darah yang menempel di bilah nya, dengan santai Zisk meninggalkan desa tersebut tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Masa lalu desa tersebut yang sudah di ceritakan oleh Geriel membuat beberapa mereka mengantuk dan ada juga yang serius mendengarkan cerita tersebut, tidak untuk Kanzaki Rito yang akan sulit mendengarkan cerita karena sedang mengendarai kereta.


"Tetap saja itu aneh! tadi kita berada di desa itu dan bahkan desa tersebut masih utuh tanpa sedikit kerusakan yang ada padanya," Tetsuya masih menyangkal apa yang sebenarnya terjadi pada desa tersebut.


"Ya, terserah kalian mau percaya atau tidak, lagi pula itu cerita sudah lama," Geriel menyandarkan badannya ke kereta.


Beberapa dari mereka tertidur di dalam kereta, sedangkan mereka yang tidak tidur tetap mengawasi area sekitar di arah mereka lewati.


Tak lama kemudian mereka menemukan persimpangan jalan yang memiliki 3 jalur yang berbeda, untungnya ada banyak orang yang berbondong-bondong datang melewati jalur yang banyak di lewati oleh mereka.


" Kalian akan pergi kemana?" salah satu orang itu bertanya soal tujuan Kanzaki Rito.


"Kita akan pergi ke dungeon," dengan santai Kanzaki Rito menjawab pertanyaan mereka.


"Kau sungguh beruntung anak muda, kebetulan sekali hari ini adalah hari perburuan untuk para petualang dengan berbagai peringkat datang ke tempat itu. Kalian hanya perlu mengikuti rombongan di depan sana, dan kalian akan sampai pada tempat yang kalian tuju,"


Orang itu kembali ke dalam barisan rombongan mereka, dan meninggalkan kereta Kanzaki Rito kebelakang barisannya.


"Apa kalian percaya dengan perkataan pria itu?" Ken sedikit ragu dengan orang asing tersebut.


"Ikuti saja mereka, aku kenal beberapa orang yang kebetulan aku lihat," Geriel itu membalas perkataan Ken yang sedikit ambigu untuk menentukan arah tujuannya.


Kanzaki Rito melihat sekilas di belakang kereta, para wanita itu tidur terlelap, sambil menampilkan wajah polosnya kepada para pria.


Ia memutuskan untuk mengikuti rombongan itu pergi, entah kemana mereka akan datangi nanti.


Beberapa petualang, pedagang dan kusir yang mengendarai kereta tersebut saling melewati jalan tersebut, terlebih lagi bagi kaum pedagang yang ingin melindungi barang miliknya dari para bandit yang akan datang, dirinya memutuskan menyewa para petualang yang mau menerima hadiah misi yang kecil.


Karena tujuan mereka sama, yaitu pergi ke tempat dungeon berada. Pedagang itu hanya datang untuk berjualan, kusir hanya mengantarkan mereka ke tempat tujuan, sedangkan petualang hanya ingin mengetes batas kemampuan mereka yang bisa mereka pertahankan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2