
Di Workshop G....
Setelah menyelesaikan masalah tentang senjata yang di buat oleh kakak Gats yang selalu di incar oleh pihak tertentu.
G dan adiknya pergi mengunjungi workshop miliknya untuk sesekali mengecek persediaan material yang tersisa untuk melanjutkan kerjanya untuk menempa dan membuat senjata dari permintaan seseorang.
Awalnya mereka berdua mengira bahwa material yang masih tersisa di workshop tersebut cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Seorang pelanggan datang yang membawa memakai baju zirah berwarna putih dengan sedikit warna hitam di bagian pinggir nya.
"Permisi, apa di sini workshop milik G? aku ada permintaan untuk membuat pedang dan armor. Apa ada orang di sana?"
Kesatria itu melihat sekeliling ruangan workshop, tetapi dirinya tidak melihat adanya seseorang di sana.
Dia mencoba berjalan sedikit lebih dalam, untuk memastikan bahwa mungkin saja mereka sedang sibuk membuat suatu barang di tempat khusus pembuatan nya.
Ketika sampai di ruangan bawah tepat di belakang ruangan yang penuh berbagai benda seperti, armor, pedang dan lain-lain.
Suara dentuman keras dari hantaman palu dan besi yang sudah di panas kan dengan suhu tinggi terdengar di telinga kesatria itu.
"Permisi!" ucap kesatria sambil memasuki ruang blacksmite.
"Kakak G, ada pelanggan datang menghampiri kita di belakang," ucap adik dwarf itu sambil menepuk bahu kakak G.
"Oh ada pelanggan rupanya, sudah agak lama kita belum mendapatkan beberapa pelanggan sebelumnya," balas G kepada kesatria itu sambil membersihkan keringat di wajahnya.
"Apa ini benar workshop G? kalau iya, bisa kah buatkan pedang dan armor untuk ku, akan ku bayar lebih jika hasil barang tersebut sangat bagus," ucap kesatria itu sambil mengeluarkan pedang miliknya yang hampir rusak.
"Seperti apa jenis pedang yang di ingin kan? biar aku tahu material apa saja yang di butuh kan untuk membuat pedang itu," G memperhatikan pedang milik ke satria itu yang hampir rusak.
__ADS_1
"Kalau begitu, tolong buat pedang yang bisa menahan serangan dari suhu tinggi," kesatria itu memberikan contoh jenis pedang yang di inginkan nya.
"Apa lagi? apa ada jenis armor yang di inginkan? apa harus buat dengan jenis ketahanan api?" G bertanya kembali secara detail kepada kesatria tersebut.
"Kalau tuan G bisa menambahkan efek ketahanan api itu ke dalam armor, dan untuk untuk pedangnya bisa tambahkan efek terbakar saat terkena tebasan dari bilah tersebut!" balas kesatria itu sambil menjelaskan pesanan miliknya kepada G.
"Tunggu sebentar, aku akan melihat terlebih dulu materialnya, apa masih ada atau tidak? G pergi ke tempat penyimpanan material miliknya.
G mencari material yang berhubungan dengan api, dirinya terus membongkar isi peti penyimpanan nya untuk mencari sisa material yang tersisa, tapi sayang nya tidak ada yang tersisa dari material yang di pesan oleh kesatria tersebut.
Kesatria itu yang terus melihat G mencari tanpa henti material yang di butuhkan nya, ia meminjamkan peta miliknya kepada G untuk mencari material itu sendiri, kesatria yang masih bertugas melindungi orang penting dari kerajaan miliknya.
G yang tampak tidak memiliki kemampuan untuk bertempur seperti tentara bayaran, petualang, atau pun pembunuh bayaran, karena dirinya hanya mempunyai kemampuan untuk memproduksi barang saja.
Kebetulan rombongan Tetsuya, Ken dan Kanzaki Rito datang menghampiri G yang sedang melihat peta pemberian dari kesatria tersebut.
"Kalian semua, aku ada tugas untuk kalian, apa kalian mau mengambil material hell stone? aku akan memberikan petanya jika kalian setuju, tentu saja kalian akan mendapatkan imbalan nanti," ucap G yang memperlihatkan peta kepada mereka.
"Baru kali ini aku melihat Ken terlihat sedikit ragu, apa ada sesuatu yang membuatnya tidak yakin dengan tugas yang di berikan oleh G itu," Tetsuya mempertimbangkan kembali keputusan nya untuk menerima tugas dari G.
Tetsuya dan Ken menolak tawaran dari G dengan asalan belum yakin dengan kemampuan mereka.
"Apa hanya perlu menambang hell stone itu saja?" tanya Kanzaki Rito tentang tugas yang harus di kerjakan nya.
"Itu kau tahu! tapi untuk mendapatkan material kualitas lebih tinggi mungkin akan sedikit lebih bergaya ketimbang menambang!" G menjawab seluruh pertanyaan yang di ajukan oleh Kanzaki rito.
"Jika hanya itu aku terima tugasnya sekarang,"
Mereka berdua berjabat tangan sambil membicarakan imbalan nya beserta penyerahan peta letak material itu berada.
__ADS_1
Beberapa jam Kanzaki Rito pergi ke tempat yang di tujukan oleh peta, ia terus berjalan terus melewati bukit kecil sebelum sampai di Hell Plains.
Tidak ada makhluk hidup di tempat Hell Plains, tempat tanpa pepohonan dan air yang mengalir di sekitarnya, hanya terlihat dataran gersang dengan aliran lava yang mengalir di sekitar tempat tersebut.
Ia menelusuri seluruh tempat untuk menemukan pintu masuk ke dalam goa di Hell Plains.
Sebuah monster burung yang sedang terbang melewati Kanzaki Rito di bawah nya, burung itu memiliki corak berwarna merah menyala di bagian bulunya, burung itu memiliki api di sepasang sayap nya.
Entah burung itu beneran Phoenix atau bukan, atau mungkin kerabat dekat dengan ras jenisnya.
Burung itu melintas pergi ke suatu tempat yang belum pernah di kunjungi oleh Kanzaki Rito sebelumnya, ia mencoba mengikuti pergerakan burung itu hingga sampai di pintu masuk goa Hell Plains.
Setelah melewati beberapa lorong yang terus menurun saat melewatinya ia akhirnya sampai pada tingkat terbawah dari tempat awalnya masuk.
Hell stone itu menempel di pinggiran area nya yang di kelilingi oleh lava yang sangat panas, untung saja tidak ada monster yang melintas di tempatnya saat ingin mengambil hell stone tersebut.
Karena sulit untuk mengambil hell stone yang berada di pinggir beserta lava yang mengelilingi nya.
Kanzaki Rito menggunakan kemampuan shadow kontrol miliknya untuk membuat tangan bayangan yang cukup besar dan kuat saat mengambil hell stone tersebut.
Satu demi satu hell stone itu di ambil dan di kumpulkan di samping nya, sampai di seluruh area tersebut benar-benar habis material yang tersisa.
Setelah selesai mengambil hell stone tanpa menyisakan sedikit di tempat tersebut, ia melihat sebuah lorong di depan mata nya.
Karena penasaran apa yang ada di dalam sana, ia berjalan menulusuri sampai di tempat paling terbawah.
Sebuah dinding yang di buat rapih dengan bentuk corak unik yang tidak seperti pada tempat sebelumnya yang di mana dinding tersebut yang terbuat secara alami.
Pintu besar menjulang keatas, sangat besar sampai sulit untuk membukanya dengan kedua tangan kanzaki Rito itu sendiri.
__ADS_1
Misteri apa yang berada di dalam pintu yang sangat besar dengan lambang yang berada di tengahnya?
Bersambung.....