Become A Hero

Become A Hero
Holy Sword


__ADS_3

Di kerajaan delona....


Dinding perbatasan kerajaan delona yang berada di arah selatan tepat dimana mereka berada saat ini.


Shin beserta temannya mengantri sepanjang jalan hanya untuk pengecekan pengenalan mereka saja.


Karena mereka bosan menunggu selama beberapa jam, Shin beserta teman yang lainnya mulai memainkan game sederhana yang mereka mainkan di bumi.


Lina dan Yui yang asli dari penduduk dunia ini tidak tahu cara memainkannya. Koyuki mengajari mereka berdua cara dan aturan permainan tersebut.


Mereka menghabiskan waktu selama 35 menit lebih selama mereka bermain, tiba-tiba kereta kuda terhenti seketika.


"Maaf tuan, boleh aku lihat surat utusan atau tanda pengenal," kesatria penjaga itu mulai mengecek satu demi satu orang yang berada di kereta kuda.


Di saat pengecekan tanda pengenal, yu yang tidak memiliki tanda pengenal satupun di saku miliknya, karena dulu dia hanyalah seorang budak.


Seketika Lina menghentikan pengecekan tersebut dengan paksa dan menyeret kesatria itu ke tepat yang sepi tanpa terdengar oleh mereka.


Lina menunjukan tanda pengenal bangsawan kerajaan kepada kesatria tersebut sampai membuat dia meminta maaf kepada Lina saat itu.


Tak berlangsung lama setelah berdiskusi, akhirnya kesatria itu mengizinkan mereka masuk tanpa harus mengecek seluruh orang di dalam kereta kuda tersebut.


Kesatria itu terpaksa harus menyembunyikan status Lina saat itu juga karena dirinya tidak ingin ikut ke dalam urusan kerajaan.


Sang raja sekaligus ayah dari Meliona Elgris atau sebut dengan Lina mulai memberikan perintah mutlak untuk mencari putrinya yang hilang selama beberapa hari sebelumnya.


Akhirnya mereka sudah sampai di dalam kerajaan delona, tapi sayangnya sang kusir harus kembali ke kerajaan vellenia sesuai perjanjian Kasim veder sebelumnya.


Kusir itu meninggalkan kereta kudanya untuk mereka dan dirinya pergi dengan membeli kuda di dalam kerajaan delona.


"Maaf semuanya, aku akan pulang duluan. Hiahh...!" kusir pergi meninggalkan tempat itu dengan menggunakan kuda yang di belinya.


"Terima kasih sudah mengantarkan kita sejauh ini!"


Tetsuya beserta temannya berterima kasih kepada kusir tersebut. Mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat penginapan sesuai arahan Lina.

__ADS_1


Ketika sudah sampai di penginapan, Lina terlebih dulu masuk ke dalam di bandingkan mereka, kemudian menyusulnya ke dalam setelah beberapa menit di tunggu.


"Selamat datang. Ada yang bisa aku bantu," pria  yang menjaga kunci kamar itu dalam keadaan mabuk.


"Paman! sudah aku bilang jangan minum terlalu banyak!" Lina memarahi pria tersebut dengan mengambil gelas yang di pegang ya.


"Oh kamu rupanya. Apa ada pesan dari ayahmu itu?" pria yang masih mabuk itu bertanya pada Lina.


"Tidak, ini masalah lain. Mereka ingin menginap di sini, apa paman ada kamar yg kosong untuk mereka?" Lina menunjukan mereka ke pria mabuk itu.


"Apa kalian saling kenal sebelumnya?' Tetsuya merasa aneh dengan mereka berdua.


"Dia ini teman ayahku, jadi kalian tidak perlu risau tentang biaya yang mahal," Lina membalas perkataan Tetsuya.


"Hei-hei, kalau seperti itu nanti aku akan bangkrut! bagaimana ku kasih harga setengah harga gimana?" pria mabuk itu bertanya kepada mereka.


Karena kondisi pria itu yang sedang mabuk berat, secara tidak sadar bahwa harga yang di tawarkan lebih murah dari yang di bayangkan Lina sebelumnya.


Pria itu memberikan 2 kunci kamar itu kepada mereka dengan harga yang sudah di tetapkan, jumlah yang harus di bayar sebanyak 5 gold untuk dua ruangan kamar.


"Bukankah harga seharunya lebih dari 8- 10 gold untuk 2 kamar!" koyuki berbisik kepada Lina soal harga sebelumnya.


"Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir tentang biaya tersebut," Lina membalas perkataan koyuki dengan berbisik kembali padanya.


"Apa yang kalian bicarakan di depan?" Ken penasaran dengan percakapan koyuki dan Lina.


Lina menatap Ken dengan tatapan intimidasi nya, seketika Ken ketakutan dan mulai mundur kebelakang temannya.


"Sudah ku bilang, urusan uang biarkan wanita yang selesaikan," Ichiro menyindir Ken sambil mentertawakan ya.


"Ok, aku akan diam kalau dengan urusan keuangan kita nanti," Ken menyesal dengan tindakannya.


Ketika mereka hendak melewati lorong tersebut, seorang kesatria yang menginap secara tidak sengaja menatap tatapannya kepada Lina dengan serius.


Lina menyembunyikannya dengan tudung miliknya sambil mundur kebelakang koyuki, kesatria itu pergi tanpa mengucapkan satu katapun padannya.

__ADS_1


Di saat kesatria itu keluar dari penginapan, ia sesegera pergi ke hadapan yang mulia raja untuk menyampaikan informasi yang yang ia dapatkan.


Keesokan harinya....


Tiba-tiba di jalanan sangat ramai sampai memenuhi tempat tersebut, Ken beserta Akira mencari cara untuk berkeliling tempat tanpa masalah sedikit pun.


Selembar kertas tiba-tiba jatuh dari atas langit menghantam wajah Akira, yang pendiam, dia memberikannya kertas itu kepada Ken untuk membacanya.


Isi surat itu adalah surat undangan dalam acara festival besar-besaran yang akan di adakan siang hari beserta kesatria kerajaan.


Terdapat salah satu acara penting yang selalu ramai di kunjungi warga sekitarnya, sebuah perlombaan untuk mengangkat sebuah pedang suci di pusat kota.


Peraturannya sangat sederhana, barang siapa yang bisa mencabut pedang suci tersebut, maka dirinya akan di jadikan seorang pahlawan generasi selanjutnya beserta hadiah tambahan berupa uang sebesar 500 gold dari yang di berikan secara langsung oleh sang raja kerajaan delona.


Karena informasi itu sangat penting untuk mereka, Ken beserta Akira kembali ke penginapan untuk melaporkannya langsung kepada mereka.


Di saat mereka berdua berlari, secara tidak sengaja menabrak seorang pendekar pedang besar di pundaknya, lantas Ken dan Akira ketakutan saat melihat wajahnya yang seram.


Ken dan Akira pun kabur tanpa meminta maaf kepadanya, pendekar pedang besar itu hanya diam, kemudian dirinya pergi meninggalkan tersebut.


Di luar penginapan....


Mereka semua yang hendak mulai berkeliling, tiba-tiba di hentikan oleh Ken dan Akira yang lari terburu-buru sambil membawa kertas tersebut.


"Apa kalian sudah tahu bahwa di pusat kota ada sebuah pedang suci? katanya barang siapa yang bisa mengambilnya maka pedang dan hadiah akan di berikan kepada yang mengambilnya," Ken berbicara dengan nafas yang tidak stabil.


"Yang benar! dimana buktinya?" Tetsuya sedikit penasaran dengan perkataan Ken.


Ken langsung memberikan kertas tersebut kepada Tetsuya, mereka yang penasaran mencoba membacanya secara bergantian.


"Acara ini di mulai siang, apa sebaiknya kita tetap di pusat kota atau berkeliling terlebih dahulu sambil menunggu acara itu di mulai?" Tetsuya menawarkan dua saran dalam kondisi tersebut kepada mereka.


Lantas apa yang mereka pilih, mereka semua setuju untuk berkeliling terlebih dahulu di bandingkan menunggu acara tersebut selama waktu itu belum di mulai, sehingga membuat mereka jenuh dan bosan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2