
Sementara itu, Kanzaki Rito bergegas kembali ke pada teman nya yang sedang menahan Lina untuk kembali ke kerajaan delona pada saat insiden itu terjadi.
Ia dengan santai berjalan keluar dari pepohonan hutan menuju Lina yang sedang dalam keadaan panik.
"Maaf, untung saja di sana ada aliran sungai yang mengalir. Sekarang masalah hidup milik ku ini sudah terselesaikan dengan sempurna," Kanzaki Rito berpura-pura mengelus perutnya sambil mendekati mereka.
"Apa kau sudah membersihkan bagian itu? Jangan sampai bau itu tercium oleh kita saat ini!"
Mereka dengan reflek menutup hidung nya dengan cepat sambil mundur beberapa langkah dari jarak Kanzaki Rito berada.
"Sudah sangat bersih dan sangat aman untuk di sentuh. Kenapa kalian malah semakin jauh," Kanzaki Rito terkejut melihat reaksi mereka yang terlalu berlebihan.
"Sayang! tolong izin aku untuk kembali sekarang juga," Lina memohon kepada Kanzaki Rito dengan raut wajah yang menangis.
"Kita akan berangkat sebentar lagi, kumpulkan barang-barang kita yang belum di masukan ke dalam kereta kuda," ucap Kanzaki Rito sambil membawa Lina ke dalam kereta kuda.
"Kenapa kau tiba-tiba menuruti perkataan Lina sekarang, bukan kah prajurit yang terluka tadi sudah memperingatkan dirinya untuk tidak kembali sekarang!" Tetsuya merasa cemas melihat keputusan Kanzaki Rito yang tiba-tiba menuruti keinginan Lina.
"Tenang saja, aku sudah mempersiapkan semua hal yang di butuhkan sekarang juga. Lebih baik kita bergegas mengemas barang-barang kita terlebih dahulu," balas Kanzaki Rito kepada Tetsuya sebelumnya.
Secara mengejutkan, seluruh orang yang menyaksikan pembicaraan Lina dengan korban tersebut yang menganggap dirinya seorang prajurit kerajaan dan perkataan dari si korban.
Membuat mereka yakin bahwa wanita yang berbicara dengan korban tersebut adalah putri raja dari kerajaan delona.
Dengan cepat mereka membantu membawa seluruh barang-barang nya untuk di masukan ke dalam kereta kuda yang sedang terparkir di tempat tersebut.
"Tuan putri, izin kan kita ikut ke dalam rombongan kalian. Mungkin kita bisa sedikit membantu permasalahan yang sedang terjadi di kerajaan saat ini,"
Seluruh petualang yang berada di luar area dungeon tersebut bersujud di hadapan Lina yang sedang berada di dalam kereta kuda nya.
__ADS_1
"Kenapa kalian bersujud seperti itu? tolong hentikan, sekarang aku sedang tidak berada di istana saat ini, jadi kalian bersikap lah normal seperti biasa nya," Lina merasa sungkan dengan sikap yang tiba-tiba berubah pada para petualang tersebut.
"Sesuai keinginan tuan putri. Kita akan segera membantu tuan putri Kembali ke kerajaan nya," Geriel mengangkat pedang nya setinggi mungkin beserta dengan ucapan semangat juang untuk para petualang yang ikut ke dalam pengawalan tuan putri.
Mereka semua mengikuti dan mengangkat senjata mereka ke atas langit dengan teriakan juang mereka untuk menguatkan mental mereka.
"Sebaiknya kita segera berangkat, semua nya naik ke dalam," Kanzaki Rito mulai menggerakkan kereta kuda nya setelah mereka masuk ke dalam kereta kuda nya.
Membutuhkan beberapa hari untuk sampai kembali ke kerajaan delona, mereka dengan sigap mengambil jalan tercepat untuk sampai pada tujuan nya.
Sesuai arahan dari petualang Geriel yang tahu betul letak wilayah hutan tersebut dengan pasti, mereka motong jalur normal yang berada di persimpangan jalan.
Mereka tetap menerobos jalur tengah yang ada tanpa pemberitahuan tersebut, kereta itu menabrak dan melewati papan petunjuk jalan tersebut.
"Hati-hati tuan putri, di jalan ini banyak sekali monster yang berbahaya tinggal di daerah tersebut. Semuanya, yang memiliki jarak serangan jauh, siapkan serangan kalian tepat setelah melewati jalan di depan kita!" teriak keras Geriel untuk seluruh petualang yang mengikutinya dari belakang.
Mereka semua mulai mengeluarkan busur, busur tembak, dan beberapa penyihir yang ikut ke dalam rombongan tersebut.
Mereka terus melesatkan anak panah mereka ke arah monster yang terbang menerjang ke arah kereta kuda mereka.
Beberapa penyihir menggunakan sihir pertahanan di seluruh kereta kuda mereka untuk menahan serangan langsung dari monster tersebut.
Untung saja monster itu tidak bisa menyerang menggunakan sihir, mungkin saja jika itu terjadi maka para petualang tersebut akan sangat sulit melindungi seluruh kereta kuda dari serangan musuh.
"Hebat sekali mereka! semua serangan yang mereka lepaskan, tidak ada satu pun yang meleset, tapi tidak untuk orang itu. Dia selalu gagal mengenai dan membuang-buang anak panah nya!" ucap Ken yang kagum dan juga kecewa dengan kemampuan para petualang tersebut.
"Hei! aku bisa dengar yang kau bicarakan tadi!" pria itu marah kepada Ken karena menjelek-jelekan kemampuan nya.
"Apa sebaiknya kita coba mendaftar di guild petualang saja. Sebelum nya, kita sudah pernah mendaftar di guild tentara bayaran sebelum nya," Kanzaki Rito mempertimbangkan untuk mencoba hal tersebut nanti.
__ADS_1
"Kita hampir sampai di ujung hutan, bertahanlah sebentar lagi!" Geriel dengan lantang berteriak kepada seluruh orang yang ikut mengawal tuan putri.
"Monster terakhir, dan serangan terakhir untuk perpisahan kita!" pria petualang itu menembak kan anak panah nya tepat pada bagian dahi monster tersebut.
Mereka akhirnya berhasil keluar dari hutan yang sangat lebat. Secara bersamaan, mereka hanya melihat seluruh pasukan kerajaan delona saja di tempat tersebut.
Tidak ada pasukan musuh yang terlihat di lapangan yang luas itu, tapi aneh nya mereka semua tergeletak lemas penuh luka di berbagai tempat.
"Apa yang sudah terjadi di sini?" tanya Lina yang penuh rasa penasaran melihat pasukan kerajaan tergeletak di tempat beserta darah yang berceceran di berbagai tempat.
"Ada tuan putri di sini!" ucap prajurit yang terkejut melihat kedatangan putri raja di hadapan mereka.
Mereka semua bangun, mereka bersujud dengan hormat di depan tuan putri yang hendak turun dari kereta kuda tersebut.
"Tolong jelaskan apa yang sedang terjadi di sini ," Lina mencoba membangunkan prajurit di depan nya yang sedang bersujud.
"Ada sebuah gelombang ombak berwarna hitam yang menyapu seluruh tempat, ombak hitam itu tidak pandang Mulu melahap apapun yang dia lewati, tapi aneh nya kita dari pasukan kerajaan delona tidak terkena dampak sedikitpun dari ombak hitam tersebut,"
Prajurit itu menjelaskan apa yang dia lihat sebelumnya, dirinya penuh dengan perasaan takjub dan juga perasaan takut terhadap gelombang ombak hitam tersebut.
"Cukup! sekarang aku sudah tahu apa yang kamu bicarakan tadi," Lina menebak apa yang sedang terjadi kepada pasukan kerajaan delona.
"Baik!, maaf tuan putri! apa boleh kita berbaring lagi, seluruh pasukan kita sudah sangat lelah dan perlu istirahat sekarang," prajurit tersebut meminta izin kepada tuan putri yang sedang berdiri di hadapan nya.
"Ok, aku terima usulan kamu. atas nama perwakilan yang mulia raja dari kerajaan delona. Aku sebagai putri Meliona, memutuskan untuk beristirahat di tempat ini untuk sementara waktu, sebelum kembali ke kerajaan nanti," perintah Lina kepada seluruh orang di tempat tersebut.
"Siap tuan putri!"
Semua orang menjawab dengan lantang setelah tuan putri Lina apa yang di ucapkan setelahnya.
__ADS_1
Bersambung....