Become A Hero

Become A Hero
Pertama Kali Raid Dungeon


__ADS_3

Waktu pagi hari setelah malam berganti....


Giliran terakhir berjaga malam adalah akira, dia secara santai melakukan penjagaan di waktu sebelum pagi tiba.


Beberapa jam telah berlalu dan mereka semua telah terbangun dari tidurnya, koyuki, Yui dan Lina membenahi tempat tidur sebelum melakukan aktifitas pagi sebelum masuk ke dalam dungeon.


5 menit kemudian....


"Apa Kanzaki Rito tidak ikut untuk Raid?" ucap Tetsuya kepada Kanzaki Rito yang melihat dirinya berada di barisan paling belakang.


"Tidak! aku akan berjaga di belakang saja, kalian boleh meningkatkan kemampuan masing-masing tanpa ku. Terlebih lagi aku harus menjaga dia saat ini," Kanzaki Rito menepuk pelan rambut Lina dengan tangan kanan nya.


"Benar juga, tempat yang paling rawan dan tidak di jaga secara menyeluruh ada di barisan belakang! kalau begitu tolong jaga bagian belakang," Tetsuya kembali melangkah ke depan, memasuki sebuah pintu masuk dungeon.


Mereka semua mengambil posisi masing-masing sesuai keahliannya yang di miliknya.


Beberapa petualang yang sedang duduk istirahat sambil menikmati makanan yang di hidangan oleh temannya, mereka menyadarkan senjata nya ke bagian dinding dungeon.


Tetsuya beserta temannya melewati mereka yang sedang makan tersebut, secara perlahan mereka melangkah meninggalkan orang tersebut.


Lantai dasar dungeon....


"Sepertinya ini dungeon Lizard rupanya. Ada beberapa Lizard di depan sana, kalian ambil posisi masing-masing," Tetsuya bersiap melakukan serangan kejutan.


Tetsuya berlari secepat mungkin sebelum Lizard yang berada di depannya menyadari dirinya yang berada di belakang mereka.


Ada beberapa Lizard di depan mereka, yang pasti berjumlah sebanyak 5 Lizard yang memegang sebuah tombak di tangan nya.


Dengan sekejap Tetsuya berhasil menusuk di bagian belakang punggung Lizard tersebut hingga tidak menyadari adanya serangan kejutan.


Ke empat Lizard itu langsung menyadari dan menyerang Tetsuya dengan mendorong kan tombok mereka ke depan Tetsuya dengan kuat.

__ADS_1


Untungnya Ichiro dengan cepat menghalang ke empat serangan tersebut menggunakan perisai miliknya yang baru dengan di lengkapi beberapa bagian besi di tengahnya.


"Apa kau tidak apa," Ichiro melihat tetsuya yang sedang menarik nafas dalam-dalam di posisi jongkok.


Di saat Ichiro berbalik badan mendekati Tetsuya, serangan dadakan dari Lizard yang hampir mengenai punggung milik Ichiro yang sedang tidak terjaga.


Dengan reflek Yui menembak kan panah miliknya tepat sebelum Lizard itu berhasil menusuknya.


"Jangan lengah, Dasar bodoh!" Ken berteriak kepada Ichiro yang membuka celah pertahanan miliknya.


Satu dari Lizard itu melarikan diri ke dalam dungeon dengan cepat meninggalkan kawan nya. kedua Lizard itu yang penuh dengan tekad mengambil posisi bertahan demi menyelamatkan kawan nya yang sedang berlari meminta bantuan.


"Satu di antara telah lolos melarikan diri! FIRE BALL," koyuki menggunakan sihirnya ke arah Lizard yang melarikan diri.


Serangan sihir itu tidak berhasil mengenai Lizard yang berhasil kabur, karena serangan tersebut berhasil di halau dengan salah satu tubuh dari Lizard yang masih dalam posisi bertahan.


Karena kedua Lizard itu terlalu fokus untuk bertahan tanpa melihat kondisi di sekitar, membuat pergerakan Akira semakin mudah untuk menyerang di bagian titik buta lawannya, dalam sekejap menebas bagian leher Lizard yang sebelumnya terkena serangan fire ball milik koyuki.


Ken yang ingin ikut ke dalam barisan penyerangan mereka, membuat Ken terasa sedikit iri karena mendapatkan jatah di bagian barisan tengah yang harus melindungi koyuki, Yui dan Lina yang berada di posisi nya.


"Bagus! aku berhasil membunuh 2 Lizard itu dengan tangan ku sediri," Yui melepaskan anak panah miliknya ke arah bagian kepala Lizard sehingga membuatnya mati seketika.


"Hebat sekali, Yui berhasil membunuh hanya dengan menggunakan 2 anak panah saja, itu sangat luar biasa!" koyuki mengelus kepala Yui.


"Apa yang akan kita lakukan dengan mayat Lizard ini. Ini tidak seperti game RPG yang biasa kita mainkan, terlebih lagi mayat ini tidak menghilang layaknya game," Ken melihat-lihat ke empat mayat Lizard tersebut.


"Ambil saja tombak yang ada pada mereka, sisanya mungkin tidak berguna karena kita sedang tidak dalam misi perburuan Lizard. Sungguh di sayangkan bila kita berhasil membawa barang bukti itu," Kanzaki Rito menyeret mayat itu ke pinggir jalan di samping dinding dungeon.


"Apa yang kau lakukan Ken?" Ichiro melihat pergerakan aneh Ken di depan matanya.


"Entahlah, aku hanya mengambil barang bukti dari mayat Lizard ini, sebagai contoh telinga kanan milik Lizard bisa di tukar dengan beberapa uang," Ken memotong ke empat telinga kanan dari mayat Lizard tersebut.

__ADS_1


"Sepertinya urusan kita di sini sudah selesai. Apa kalian mau lanjut ke lantai selanjutnya?" ucap Kanzaki Rito yang hanya melihat mereka melakukan sesuai keinginan nya.


Mereka semua menerima usulan yang di berikan oleh kanzaki Rito sebelumnya, mereka kembali melanjutkan raid nya lebih dalam.


Tidak ada satu pun kelompok petualang lain yang berada di depan lantai 2, mungkin saja karena waktu Raid yang di lakukan Kanzaki Rito bersama temannya di waktu pagi.


Ichiro memasuki lantai kedua 2 terlebih dahulu sebelum teman nya masuk, tidak ada penyergapan, tidak ada jebakan atau pun tipu daya licik dari Lizard tersebut.


Entah apa yang akan terjadi nanti karena berhasil melepaskan satu Lizard yang berhasil melarikan dari dari serangan tersebut.


"Sungguh sunyi sekali di sini! untung saja penerangan di sini masih sangat terang," tegas Ichiro sambil mengawasi daerah sekitarnya.


"Ini sangat aneh! kenapa tidak ada satu pun Lizard atau monster lain yang terlihat di depan sana?"  Tetsuya merasa adanya sesuatu keanehan di lantai kedua tersebut.


Langkah demi langkah mereka lewati dengan penuh hati-hati, mereka tetap melakukan sesuai posisinya masing-masing tanpa harus merubah posisi yang di tentukan.


Ada sebuah tembok kecil terlihat di depan mata mereka, beberapa lubang kecil terlihat di samping kiri dan kanan.


Ichiro mencoba melindungi temannya dari serangan kejutan yang tidak tahu kapan itu di mulai. Sebuah perisai yang sudah siap menghalang berbagai jenis serangan yang akan terjadi.


Setelah lima langkah kaki, Ichiro melihat secara samar benda seperti anak panah melesat tepat di depan matanya, dia segera mengangkat perisai miliknya ke atas sebelum anak panah tersebut mengenai bagian kepala dirinya.


"Semuanya, berlindung di belakangku sekarang!" dengan tegas Ichiro berteriak dengan lantang kepada temannya sambil menahan serangan susulan yang akan terjadi sebentar lagi.


Mereka semua berbaris di belakang punggung Ichiro, kecuali Kanzaki Rito yang tidak peduli dengan serangan lemah itu, dan tetap pada posisi miliknya.


"Sayang! apa yang kau lakukan di sana? sini cepat lah berlindung di belakang Ichiro! Lina berteriak kepada Kanzaki Rito yang terlihat santai walau sedang dalam kondisi penyergapan itu terjadi.


"Tenang saja, kamu tidak perlu khawatirkan aku saat ini," Kanzaki Rito berlari sambil menggunakan pedangnya untuk menghalau anak panah yang melewati dirinya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2