
"Apa itu sungguhan? bukankah monster itu hanya hanya ada di dalam dungeon saja?" Lina sedikit ragu-ragu pada perkataan Shin sebelumnya.
"Kalian tidak perlu khawatir tentang Akira yang asli. Mimic hanya mengambil sedikit dari bagian tubuh milik Akira, contohnya darah," Shin mengeluarkan api miliknya.
Tetsuya mencoba menyerang mimic tersebut menggunakan pedang miliknya, tapi entah kenapa serangan Tetsuya tidak memberikan dampak kerusakan yang besar.
Tubuh mimic yang tertebas oleh Tetsuya sebelumnya mulai mengeluarkan mulut yang penuh dengan gigi tajam di setiap sisinya.
Koyuki yang hendak membantu melawan mimic perlahan mundur menjauh dari tempat tersebut.
"Melindungi 3 orang itu sulit! Tetsuya, tolong jaga mereka dengan aman. Aku yang akan membereskan mimic tersebut," Shin mulai bersiap menyerang.
Tubuh penyamaran mimic semakin rusak dan tidak berbentuk layaknya tubuh manusia normal.
Monster itu menyerah dalam bentuk manusianya dan mulai kembali ke bentuk asli miliknya.
Bentuk asli mimic sangat besar, memiliki 5 mulut yang penuh dengan gigi tajam di setiap tubuhnya.
Monster mimic hanya memiliki beberapa kemampuan di antara lain; menyerang menggunakan lidah panjang di mulutnya, memiliki kecepatan di atas rata-rata saat berada di dalam bayangan, dan salah satu yang sering di gunakan olehnya adalah fear.
Teriakan tanpa henti di salah satu mulutnya, mereka semua beserta mulai mengalami mimpi buruk yang selalu mengintai di manapun mereka berada.
Tubuh mereka terdiam tanpa bergerak dengan mata terbuka beserta pikiran kosong di dalam otak mereka.
Perlahan mimic itu menarik dan membawa mereka ke tempat persembunyian miliknya, tubuh mereka di seret menggunakan lidah mimic yang sangat panjang.
Di dalam mimpi mereka...
Shin atau juga Kanzaki Rito yang berada di dunia asli miliknya mulai menjalani kehidupan seperti biasanya, ia pergi ke sekolah, tidur, pergi ke game center, dan pulang ke rumah di saat sore hari.
Kehidupan yang sangat damai beserta keluarganya mulai membagikan jatah makanan di dalam mangkuk miliknya.
Ayah Kanzaki Rito yang tidak mau kalah dengan Kanzaki Rito mulai menambahkan jatah makannya ke istrinya.
Istrinya dengan senang hati memberikan nasi ke dalam mangkuk miliknya, istri tersenyum melihat kelakuannya yang masih sama di waktu mudanya.
Kanzaki Rito hanya diam menyaksikan kemesraan orang tuanya, mereka berdua hanya menikmati kesenangannya tanpa memperhatikan anaknya yang sedang makan.
__ADS_1
Adik perempuan Kanzaki Rito yang sudah berumur 7 tahun menyaksikan adegan tersebut dengan teliti dengan tatapan polos miliknya.
Secara langsung Kanzaki Rito menegur orang tuanya untuk berhenti melakukan hal bodoh tersebut kepada anak mereka.
Orang tua Kanzaki Rito terkejut melihat adik Kanzaki Rito yang hanya melamun dengan tatapan kosong ke arah mereka berdua, entah kenapa diri mereka berdua sedikit malu atas kelakuan miliknya.
Waktu sudah larut malam, keluarga Kanzaki Rito kembali ke tempat tidurnya masing-masing, tempat menjadi sunyi tanpa suara sekecil apapun itu terdengar.
Ketika Kanzaki Rito hendak tidur, suara tiba-tiba terdengar seperti membuka jendela dapur miliknya.
Perlahan suara langkah kaki melangkah terdengar di telinga Kanzaki Rito, ia mematikan lampu kamarnya dan pergi sisi belakang pintu tersebut.
"Apa yang sedang terjadi di sini?"
Beban pikiran di otak Kanzaki Rito tiba-tiba terasa sakit tanpa henti sampai menahan kedua sisi kepalanya dengan tangan miliknya.
"Hei! anak bodoh, cobalah ingat siapa dirimu sekarang," chaos dragon keluar dari bayangan Kanzaki Rito.
"Siapa kau? kadal!" terkejut atau juga bingung saat Kanzaki Rito melihat bentuk chaos dragon.
Stttt!....
"Diam dulu, sekarang di sebelah pintu itu ada sesuatu yang sedang datang ke sini," Kanzaki Rito menutup mulut chaos dragon.
Chaos dragon semakin kesal sehingga dirinya menggigit tangan Kanzaki rito sampai berdarah.
"Apa yang kau lakukan terhadap tanganku ini!' kanzaki Rito membersihkan darah dari tangannya.
"Perhatikan saja dan lihatlah apa yang terjadi!" chaos dragon mengeluarkan api hitam miliknya untuk membakar seluruh rumah Kanzaki Rito.
"Hei, kenapa kau membakar seluruh tempat ini? hentikan sekarang juga!" Kanzaki Rito hanya pasrah melihat seluruh ruangan itu terbakar.
Secara mengejutkan suara dari sisi lain mulai terdengar dengan keras sampai membuat telinga Kanzaki Rito kesakitan.
"Inilah kenyataan, dan di depan matamu hanyalah sebuah ilusi belaka," tegas chaos dragon.
"Benarkah!..." Kanzaki Rito bertekuk lutut kebawah.
__ADS_1
Kepala Kanzaki Rito mengalami rasa sakit luar biasa setelah menerima kenyataan yang terjadi olehnya sendiri.
Perlahan ingatan miliknya kembali satu demi satu masuk kedalam pikirannya. Siapa dia, kenapa dia bisa berada di dunia ilusi tersebut, dan bagaimana dirinya bisa keluar dari tempat tersebut.
"Kau benar. Maaf sudah membuatmu menunggu chaos dragon," Kanzaki Rito mulai bangkit kembali dari tempatnya bertekuk lutut.
"Akhirnya kau ingat juga bodoh! aku terlalu banyak menggunakan mana milikku untuk masuk kedalam pikiranmu tadi, mungkin kedepannya aku tidak bisa berbicara lagi seperti ini, jadi tunggu aja nanti...!" perlahan wujud chaos dragon mulai memudar dan menghilang dari pandangan Kanzaki Rito.
"Terima kasih! kali ini, aku tidak akan menyia-yiakan bantuan besar yang kau berikan saat ini. Jadi akan aku balas nanti dua kali lipat nanti, tapi sebelum itu aku harus mengalahkan makhluk itu terlebih dahulu!"
Kanzaki Rito mulai dalam posisi bersiap menyerang setelah pintu di depan matanya mulai jatuh.
Tak lama kemudian, pintu itu terjatuh membanting ke lantai kamar dengan keras, sosok makhluk itu menampakkan dirinya di hadapan Kanzaki Rito, dan bentuk asli tersebut tidak lain adalah monster mimik itu sendiri.
Hahaha.....!
"Kita bertemu lagi kawan!" tertawa dengan keras lepas melihat monster .mimik tersebut.
Mimik itu memanggil Kanzaki Rito dengan menggunakan pita suara milik orang tua miliknya, tapi ia mengabaikan suara itu dan tetap memulai serangan terkuat untuk segera mengakhiri dunia ilusi tersebut.
"Kenapa kau tidak menolong kami, kenapa?"
Mimik itu berlari dengan cepat menyerang Kanzaki Rito yang hendak melancarkan serangan miliknya.
Dark flame...!
Serangan sihir itu mengenai monster mimik ke bagian tengah tubuhnya. Api itu dengan cepat menyebar dan membakar seluruh tubuh mimik tanpa tersisa sedikitpun.
"Kenapa kau membunuh kami? kenapa? kenapa? kenapa?" suara itu terus terdengar di telinga Kanzaki Rito sampai monster mimik itu benar-benar hilang dari tempatnya.
"Diam! cepatlah menghilang dari pandanganku sekarang!"
Kanzaki Rito menambahkan api miliknya untuk memperkuat serangannya, dan akhirnya monster mimik itu mati sampai tidak menyisakan tubuhnya di tempat tersebut.
Retakan dunia ilusi itu mulai terlihat seperti kaca rusak, dengan cepat dunia ilusi itu runtuh dan Kanzaki Rito kembali kedunia aslinya.
Bersambung....
__ADS_1