
Kapak besar milik Hans mengayun dari atas ke arah bawah tepat pada bagian pundak Halena.
Reaksi terhadap serangan yang akan datang, Halena merubah posisi dagger orselot ke bagian arah di mana kapak itu menyerang.
Dua senjata yang saling bersentuhan mulai memperlihatkan kerusakan pada salah satu sisi nya.
Kapak besar yang terlihat kuat dan kokoh, terpotong menjadi dua bagian secara terpisah, di setiap sisi nya terbakar akibat dari serangan dari bilah dagger orselot milik Halena.
Rasa percaya yang tinggi dari Hans langsung menghilang seketika, air keringat mengalir di bagian wajah nya.
"Sial...!" Hans pasrah dengan keadaan nya.
Setelah berhasil mematahkan serangan dan sekaligus menghancurkan senjata lawan, Halena segera melancarkan serangan miliknya ke arah bagian leher lawan, secepat mungkin tanpa di sadari oleh nya.
Slash...!
Leher Hans terpotong menjadi dua, kemudian jatuh ke bawah lantai arena.
Suasana mulai memanas, para penonton syok melihat tubuh yang terpotong menjadi dua, beserta darah yang terbang mengalir dari bagian leher Hans.
Peserta Tarmen, Alfen, dan Ero terkejut berkeringat dingin di wajah mereka.
"Ada apa ini?" Alfen bingung dengan apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Mereka perlahan mundur kebelakang, ujung dari batas arena.
"Apa ini sesuai aturan pertandingan? bukankah peraturan tersebut melarang adanya pembunuhan selama pertarungan berlangsung!" Tarmen meragukan aturan yang ada saat ini.
"Itu benar, peserta dari kerajaan delona harus di diskualifikasi sekarang juga, mereka sudah melanggar peraturan tersebut!" teriak Ero pada Halena yang sedang mengibaskan dagger nya.
Rujukan mereka atas peraturan yang ada, di abaikan oleh sang kaisar, Ero berteriak setengah mati hanya mengajukan masalah yang sedang terjadi.
Pada sisi lain, sang kaisar tidak mendengar apa yang di bicarakan oleh Ero.
Kaisar hanya bingung melihat reaksi para penonton yang panik, berlari ke sana kemari mencari pintu keluar.
Di mata kaisar, peserta Hans hanya tergeletak di tempat tersebut dengan kondisi utuh tanpa adanya bagian yang terpotong oleh nya.
Zena menyadari situasi saat ini, dia memindahkan peserta dari kekaisaran menggunakan kemampuan mirip teleportasi, yaitu warp.
Empat peserta berhasil di pindahkan ke suatu tempat di luar arena.
Hanya tersisa mereka dari kerajaan delona, dan kerajaan helmes di tempat tersebut.
Mine tertawa, Toga dan Yuru diam duduk di tempat menunggu reaksi mereka dari kerajaan delona.
Situasi semakin kacau saat pandangan mereka tertuju pada mayat Hans.
__ADS_1
Kepala dan bagian tubuh yang terpisah, tiba-tiba mulai menyatu kembali seakan itu tidak pernah terjadi.
"Sialan, dia manusia, iblis atau monster. Kenapa dirinya bangkit kembali dari kematian?" Solga terkejut sembari tertawa dengan gigi menyeringai.
"Huhuhuhu...!" Hans menarik tulang punggung dari dalam tubuh nya.
Tulang tersebut berubah menjadi sebuah tombak tulang, dan di gunakan sebagai senjata pengganti.
"Haha... itu pasti sangat menyakitkan!" Halena merasa bersemangat menemukan lawan yang di cari oleh nya.
Ketiga peserta dari kerajaan helmes hanya diam, tanpa melakukan pergerakan sedikitpun.
Mereka dengan penuh percaya diri membiarkan Hans menghabisi nya sekaligus.
Tetsuya curiga, bahwa ini sudah direncakan oleh seseorang sebelum nya, kemungkinan besar ini adalah ulah sang paus itu sendiri.
Tetsuya berbicara kepada rekan setim nya, dan membicarakan apa yang ada di pikiran nya saat ini.
Halena, Zena, dan Solga setuju dengan rencana Tetsuya.
Serangan penghabisan di mulai sekarang.
Bersambung...
__ADS_1