Become A Hero

Become A Hero
Serangan Pasukan Flesh-Eating Insects


__ADS_3

"Hei, apa kau serius dengan orang ini? tampak nya dia terkena serangan di bagian dada nya!" ucap petualang lain kepada seseorang yang terluka di depan nya.


"Terlihat dari perlengkapan miliknya seperti dari kerajaan!" salah satu pedagang lain tampaknya mengetahui identitas korban.


"Dia kan! permisi, tolong buka jalan nya sebentar," Lina terkejut berlari mendekati korban tersebut.


Tampak raut wajah Lina berubah seketika melihat wajah korban yang sedang terluka, dengan cepat menyadari siapa dia sebenarnya.


"Tuan putri! untung saja yang mulia raja sudah menduga hal tersebut akan terjadi. Uhukk!!" ucap korban yang sedang menahan rasa sakit di dada nya.


"Apa yang sedang terjadi di sana? apa ayah masih baik-baik saja di sana?" Lina terlihat panik saat tahu mengenai yang sedang di alami oleh kerajaan delona saat ini.


"Kumohon! tolong jangan kembali ke kerajaan saat ini, yang mulia sedang berjuang menahan serangan dari keturunan hitam saat ini," korban itu tiba-tiba pingsan setelah mengatakan hal yang dirinya katakan setelahnya.


"Aku harus kembali sekarang! kerajaan ku saat ini sedang dalam masalah sekarang!"


Lina berusaha pergi, tapi Kanzaki Rito menggagalkannya dan membuat dirinya pingsan setelah memukul bagian tertentu di kepala nya.


"Kalian, tolong jaga Lina sebentar," dengan perlahan Kanzaki Rito membaringkan tubuh Lina ke atas tanah.


"Mau kemana kamu pergi," ucap Tetsuya yang melihat Kanzaki Rito berusaha pergi dari mereka.


"Tenang saja, aku tidak akan pergi jauh. Mungkin saat nya aku mau buang air besar dulu di tepi sungai, paling lama cuma 1 jam," bergegas Kanzaki Rito berlari memasuki kawasan hutan terdalam yang jauh dari kawasan mereka berdiri saat ini.


Sebuah bukit yang lumayan tinggi terlihat di mata Kanzaki Rito yang sedang berlari menjauh dari teman nya, ia dengan cepat memanjat dan mendaki bukit tersebut sampai di puncak tertinggi.


"Terlihat kumpulan asap di berbagai tempat yang tidak jauh dari kerajaan delona! apa aku harus sedikit lebih dekat pada titik itu. Kurasa tidak,"


Kanzaki Rito memikirkan cara alternatif yang cepat tanpa di ketahui oleh teman nya, secara tiba-tiba kemampuan yang tidak pernah di gunakan olehnya terpikirkan secara mendadak terlintas di dalam pikiran nya.


"Keluarlah, Flesh-eating insects!!"


Perlahan dengan cepat, serangga itu keluar dari  bayangan Kanzaki Rito dan mulai berkumpul di satu tempat menunggu arahan tuan nya.

__ADS_1


"Banyak sekali! dulu tidak sebanyak ini setelag meninggalkan pulau misterius tersebut. Tunggu dulu! ini kan,"


Secara mengejutkan Kanzaki Rito bisa membagi sudut pandang miliknya di berbagai Flesh-eating insects yang sedang berkumpul.


"Tunggu dulu! apa di antara kalian ada pemimpin yang mengatur kalian?"


Kanzaki Rito bertanya-tanya pada dirinya sendiri, soal bagaimana nanti nya jika ia tidak bisa mengendalikan seluruh Flesh-eating insects yang ada di depan matanya.


Dengan cepat Flesh-eating insects merespon perkataan Kanzaki Rito sebelumnya, para Flesh-eating insects itu mundur beberapa langkah dan meninggalkan satu dari kelompok mereka yang sudah di anggap sebagai pemimpin nya.


[Ada apa tuan memanggil aku!]


Flesh-eating insects itu memberikan hormat kepada tuan nya, sambil menunggu perintah mutlak di ucapkan.


"Kau bisa berbicara lewat pikiran ku, hebat sekali!" kanzaki Rito terkagum dengan kehebatan Flesh-eating insects yang di miliki olehnya.


[Biasa saja tuan. Aku adalah Flesh-eating insects yang berhasil ber'evolusi ke tingkat selanjutnya tuan]


"Bagus, kalau begini sudah aku putuskan. Tolong bawa pasukan mu dan habisi seluruh orang jahat yang mencoba menghancurkan kerajaan saat ini," Kanzaki Rito memerintah pemimpin Flesh-eating insects untuk segera melaksanakan tugasnya.


"Nama, pemimpin.... Rego, bagaimana dengan nama itu?" tanya Kanzaki Rito kepada Flesh-eating insects yang memikirkan nama untuk dirinya.


[Rego, nama yang indah. Terima kasih tuan, sekarang aku Rego siap melayani tuan]


"Seperti perkataan ku sebelumnya, biar aku memutuskan apakah kalian boleh membunuh orang itu atau tidak," kanzaki Rito sedikit memberi peraturan sederhana kepada Flesh-eating insects.


[Tenang saja tuan, aku sudah tahu siapa  saja orang nya. Sekali lagi maaf tuan, sebernya kita bisa melihat apa yang tuan lihat saat ini]


"Oh begitu, kalau begitu akan aku serahkan sisa nya kepada kalian," Kanzaki Rito kembali ke tempat teman nya berada.


Flesh-eating insects Langsung menyebarkan diri mereka dengan cepat sesuai arahan Rego saat ini, mereka dengan cepat pergi melewati hutan tersebut dan melahap apapun yang mereka lewati, termasuk monster sekalipun.


Bergerak seperti ombak hitam yang menyapu jalanan tanpa henti, mereka terus bergerak sampai melewati seluruh hutan dan sampai di pinggiran hutan dengan cepat.

__ADS_1


Banyak pertarungan sedang terjadi di tempat tersebut, para prajurit dan kesatria yang gugur dalam pertempuran tergeletak di atas tanah.


[Tuan, aku melihat musuh di depan sana]


"Bunuh dia tanpa ampun, cepat selesaikan dan kembalilah ke dalam bayanganku nanti," Kanzaki Rito berjalan kembali ke tempat teman nya.


[Siap tuan]


Di suatu tempat yang luas dan hanya sekumpulan orang yang membawa berbagai senjata tajam di tangan mereka....


"Habisi musuh yang masih tersisa dan bawa mayat mereka di hadapan raja iblis kita!" teriak dengan keras dari pemimpin invansi keturunan hitam.


"Sial, mereka terlalu kuat untuk kita lawan. Apa tidak ada bala bantuan yang akan datang sekarang?" ucap ketua regu yang sedang mengalami kekalahan mutlak.


"Maaf ketua! bala bantuan akan segera tiba, tapi kemungkinan akan datang dalam waktu 1 jam nanti," ucap prajurit yang membawa pesan kepada ketua regu.


"Semuanya mundur dan bentuk formasi bertahan. Kita akan bertahan selama 1 jam sebelum bala bantuan kita akan datang!"


tegas ketua regu kepada seluruh pasukan milik nya.


Hahaha....


"Mereka sangat lemah. Lihat mereka, mundur sambil memasang senjata tetap di depan kita, lucu sekali," ucap salah satu keturunan hitam itu menghina pasukan kerajaan delona.


"Jangan hanya diam saja! cepat bunuh mereka segera," pemimpin keturunan hitam itu mengangkat pedang miliknya ke atas langit.


"Sangat di sayangkan, tidak ada wanita yang bisa kita gunakan untuk kepuasan kita dan menambah keturunan kita saat ini," pria dari keturunan hitam itu mengeluh karena keinginan miliknya yang masih belum tercapai.


"Tenang saja teman, di sana tepatnya di dalam kerajaan, banyak para wanita cantik yang bisa di jadikan istri untuk mu," ucap teman nya yang mencoba membujuk dirinya.


"Sungguh! kalau begitu, jangan berlama-lama lagi," pria bujang dari keturunan hitam itu berlari  dengan cepat menuju ke pasukan kerajaan yang sedang dalam posisi bertahan.


Di saat pria bujang itu siap melaksanakan serangan miliknya, tiba-tiba ombak besar berwarna hitam datang dan menyapu seisi wilayah yang di lewatinya,. membuat semua orang termasuk keturunan hitam takut melarikan dari.

__ADS_1


"Beruntung para pasukan kerajaan tidak terkena serangan dari ombak besar berwarna hitam tersebut, tapi tidak dengan keturunan hitam yang sangat tragis terbunuh oleh ombak besar hitam tersebut sampai tidak menyisakan tulang mereka satu pun di atas tanah.


Bersambung....


__ADS_2