
"Aku hanya ingin menikmati pertandingan ini saja, kenapa kalian malah ribut mempermasalahkan hal kecil?"
Para raja terdiam mendengar kritikan langsung oleh sang kaisar, sedangkan Rito malah bersantai menonton mereka.
Sambutan dari pembawa acara telah selesai mengucapkan sepatah kata dalam pembukaan acara tersebut.
Para penonton sudah tidak sabar menunggu acara pertarungan di mulai, tampak terlihat beberapa pria berjubah putih yang berjalan bersama paus.
Paus yang kebetulan lewat di arena, berpapasan dengan pembawa acara. Paus tersebut tersenyum lebar sambil menyapa nya, dengan perkataan sopan dan lembut.
Membuat pembawa acara itu luluh dari kata-kata paus, tanpa adanya pertanyaan yang terlintas di benak pembawa acara tersebut.
Rito terkejut melihat paus dari tempat kejauhan bersama kaisar dan para raja, tetapi ia tidak sembarang asal berbicara tanpa bukti jelas kepada kaisar.
Justru itu membuat situasi Rito semakin buruk, dan di pandang sebagai pengacau acara yang sedang berlangsung.
Duduk tenang sambil memperhatikan gerak-gerik paus yang keluar dari arena.
Dia dan para pengikutnya duduk di belakang arena yang terlihat sudah di sediakan untuk nya.
Penonton cukup heboh dengan kehadiran sang paus yang tiba-tiba muncul entah di mana.
Acara kembali di lanjutkan seperti biasa, kemudian ada seseorang yang datang menghampiri paus.
__ADS_1
"Yang mulia kaisar meminta sang paus dan pengikutnya untuk datang ke ruangan khusus. Akan aku antarkan kalian sampai pada tujuan."
Paus tersenyum, dan mengikuti apa yang di suruh oleh orang tersebut, dengan tenang tanpa di ketahui oleh seseorang.
Jalan lorong yang memiliki beberapa pintu di salah satu sisi dinding terlihat di depan sang paus.
Secara kebetulan, para peserta dari kerajaan Helmes datang untuk menyapa panitia yang sedang mengantar paus.
Empat dari lima pengikut paus berhenti di tengah jalan, dan meninggalkan paus beserta salah satu pengikut nya yang masih berjalan mengikuti arah panitia tersebut.
Setelah beberapa jarak sampai mereka tidak terlihat oleh panitia. Sikap para pengikut paus yang awalnya tenang, berubah menjadi sedikit di luar dugaan dari penampilan nya.
"Ada apa dengan senyum mu itu? itu sangat menakutkan, bisakah kalian berhenti melakukan itu sekarang!" kritik Hans sembari memalingkan wajah nya.
Sebuah sayatan pisau terlihat di bagian leher Mine, kemudian leher itu tiba-tiba terlepas dari tubuhnya, dan terjatuh seketika seakan-akan tidak ada seseorang yang menebas nya.
Air merah kental keluar dari bagian leher yang terpotong.
Mine-mine!!" teriak Hans saat melihat rekan nya mati di depan mata nya.
Serempak secara reflek, seluruh teman Mine langsung membalaskan perbuatan dari para pengikut paus atas tindakan yang tidak bermoral.
Para peserta tersebut mengeluarkan kemampuan mereka dengan emosi marah yang menumpuk pada hatinya.
__ADS_1
berbagai serangan teknik dan sihir keluar secara bersamaan terbang mengarah ke pelaku pembunuhan.
Dia tersenyum, salah satu teman pengikut paus muncul di depan pelaku pembunuh.
Mengeluarkan kemampuan miliknya untuk memblokir semua serangan fisik dan sihir.
Serangan sihir menguap secara tiba-tiba, sedangkan serangan teknik seperti tebasan, tidak berhasil menggores kulit nya.
Tertawa,. tersenyum sambil merendahkan peserta tersebut.
Keinginan untuk membalaskan dendam temanya, tiba-tiba redup melihat kemampuan yang tidak masuk akal dari salah satu pengikut paus.
Salah satu peserta lari terburu-buru, dan di ikuti oleh peserta lain yang melihat teman nya melarikan diri.
Secara spontan mereka kabur bersama saat melihat teman nya lari dari lokasi kejadian.
Angan-angan mereka untuk selamat dari aksi pembunuhan dari para pengikut paus tiba-tiba sirna.
Sebuah Kilauan cahaya putih terbang dengan cepat menyusul mereka yang berlari, kemudian cahaya tersebut menumpuk jadi satu, dan berbalik menyerang dengan cepat, tanpa memberikan mereka celah untuk menghindar.
Tubuh mereka hancur bagaikan terbakar dengan radius api yang sangat tinggi, tubuh mereka menghilang dalam sekejap tanpa meninggalkan bekas sedikit pun.
Bersambung....
__ADS_1