Become A Hero

Become A Hero
Chapter 108: Rencana Sang Paus


__ADS_3

Saat pertandingan pertama sedang berlangsung.


Sang paus dan satu pengikutnya pergi ke suatu ruangan yang di antar kan oleh pria yang berada di depan nya.


Tak berlangsung lama, pintu terlihat di depan mata paus, pria tersebut membuka kan pintu untuk nya.


Ternyata, isi di dalam pintu tersebut adalah, tempat di mana sang kaisar dan para raja berkumpul di satu ruangan.


"Silahkan masuk."


Pria yang mengantarkan paus pergi meninggalkan tempat tersebut.


Paus pun masuk tanpa sungkan, dan menutup pintu nya.


Kaisar yang mendengar suara pintu terbuka, pergi menyapa seseorang yang datang ke ruangan nya.


"Ternyata paus. Ada keperluan apa anda kemari?"


Kaisar bertanya dengan nada sedikit tegas, para raja hanya diam menunggu suasana tersebut mencair.


"Tentu saja untuk datang sesuai isi pesan yang anda berikan untuk ku yang mulia kaisar."


Paus menundukkan kepalanya sedikit, tangan kanan menekuk menempel bagian dadanya, seakan ia memberikan rasa hormat padanya.

__ADS_1


Kaisar mengerutkan keningnya, berfikir kembali apa ia benar-benar mengirimkan surat Selain para raja, tetapi pada akhirnya ia tidak mengingat satupun.


Paus memberikan argumen kepada sang kaisar, dengan beberapa kata rujukan padanya.


Terpaksa kaisar mempercayai apa yang di katakan paus saat ini, dan membiarkan dirinya untuk duduk di ruangan tersebut bersama yang lain nya.


Paus berterima kasih, kemudian ia pergi ke tempat duduk yang tersisa.


Pertarungan pertama selesai dengan kemenangan Xiver dari kerajaan Oga.


Para penonton bersorak ria, bertepuk tangan serempak usai menyaksikan pertempuran yang sangat memuaskan.


Pertandingan selanjutnya di mulai kembali tak lama setelah pertandingan pertama.


Dia sekarang berada di suatu tempat menjalankan rencana miliknya saat ini.


Sebuah cincin di keluarkan dari saku nya, kemudian dia memasukan nya ke salah satu jari nya.


Beberapa orang datang menyapa sang paus yang sedang melintas, akan tetapi kedua orang tersebut tiba-tiba tewas di tempat dengan kondisi kering hingga menyisakan bagian tulang dan kulitnya.


Jasad atau tubuh mayat yang tergeletak menghilang dari pandangan sang paus, sekarang dia memasuki sebuah ruangan penuh pasien yang terluka.


Dalam sekejap semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut berakhir sama dengan kedua orang yang berada di luar.

__ADS_1


Paus tertawa dengan gembira, dia kembali melanjutkan aksi ke tempat yang lain.


Rito masih tidak menyadari ada nya keganjilan dari tempat nya saat ini.


Pertandingan yang terus berjalan tanpa hambatan sedikit pun, membuat Rito melemahkan kewaspadaan nya.


Korban terus berjatuhan, aura mana gelap menyelimuti tubuh paus yang sedang berjalan.


Langkah kaki perlahan terdengar di sepanjang lorong, dua anak yang sedang menghampiri paus tersebut adalah Halena dan Zena.


Tampak nya mereka berdua telah berhasil memenangkan pertandingan pertama mereka, dan melanjutkan ke babak selanjut nya.


Sang paus yang sedang melancarkan aksinya terhadap mereka berdua, tiba-tiba tidak terjadi apa-apa pada tubuh mereka.


Zena dan Halena memancarkan aura membunuh nya kepada sang paus yang berada di dekat nya.


Paus terdiam tanpa bergerak sedikitpun, tatapan niat membunuh mereka terhadapnya membuat dia tidak berani melakukan aksinya saat ini.


'Apa yang terjadi? harusnya mereka berdua sudah menjadi kering dan menyisakan tulang saja!'


Pada akhirnya, mereka. bertiga tidak menimbulkan percikan pertarungan, dan hanya meninggalkan lorong seakan masalah tersebut tidak pernah terjadi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2