Become A Hero

Become A Hero
Akhir Dari Pertempuran


__ADS_3

"Untung saja aku berhasil lari darinya, tapi ayah ku dan seluruh pasukan sekutu semuanya telah habis di bantai oleh orang itu,"


Setelah beberapa menit setelah kanzaki Rito membantai seluruh pasukan beserta pemimpinnya, Zisk yang sekarang tinggal seorang diri dunia tersebut, dirinya hanya berharap bahwa raja iblis mau menerima dirinya.


Zisk berjalan menuju ke benua iblis dengan keadaan yang masih terluka, dia terus berjalan sambil menahan rasa sakit.


Kebetulan salah satu iblis yang di utus oleh raja iblis secara langsung untuk memantau perkembangan perang yang sedang terjadi.


Dengan tawa yang penuh misteri, iblis itu mendekati zisk yang hampir kelelahan membutuhkan air minum.


"Sungguh malang sekali! teman, keluarga, bahkan harapan yang kau inginkan telah hilang sepenuhnya dengan orang itu," ucap iblis itu kepada Zisk yang terkapar di tanah.


"Tolong...!!" Zisk pingsan setelah beberapa detikĀ  dirinya terjatuh.


"Ku bawa saja dia ke dalam istana raja iblis, mungkin dia akan berguna nanti untuk yang mulia raja iblis," iblis itu membawa Zisk ke benua iblis lewat portal yang dia buat sendiri.


Berjalan sambil menggendong tubuh Zisk yang terluka melewati portal menuju ke kamar pribadinya.


"Pelayan!" iblis itu memanggilnya dengan keras.


"Ya tuan, ada perlu apa anda memanggil aku ke sini," pelayan itu membungkuk kan dirinya sambil memberikan hormat padanya.


"Obati dia dan beri tempat untuk dirinya tinggal sekarang," iblis itu menyerahkan tubuh Zisk yang terluka kepada pelayan.


"Astaga besar sekali!!" Zisk tiba-tiba bangun dari pingsan nya dan melihat suatu keajaiban yang jarang di lihatnya.


Pelayan itu secara tidak sengaja memukul Zisk karena sudah melihat sesuatu yang membuatnya malu, pada akhirnya Zisk kembali pingsan dalam pelukan pelayan itu.


Beberapa jam setelah perawatan khusus di istana raja iblis....


"Di sini kah dia orang yang berhasil selamat dari pembantaian tersebut," secara khusus raja iblis datang ke kamar nya.


"Siapa kau?" Zisk bertanya kepada iblis yang berada di depan nya.


"Aku, bukan nya kau itu sudah tahu siapa yang kau layani sekarang," ucap raja iblis sambil sedikit memberikan petunjuk kepada Zisk.

__ADS_1


"Jangan-jangan! maaf atas perkataan kasar ku ini yang mulia raja iblis," Zisk memberi hormat kepada raja iblis.


"Bagus sekarang kau sudah tahu siapa aku? jadi kau bisa menjelaskan nya sekarang secara detailnya kepada ku langsung!" raja iblis itu duduk di samping tempat tidur Zisk.


Zisk mulai berbicara tentang kehebatan orang itu, bagaimana dia bisa membantai tempat markas itu, dan bagaimana dirinya bisa menemukan markas musuh dengan cepat.


Penjelasan itu tidak berhenti hanya dalam beberapa menit saja, karena cerita yang di jelaskan oleh Zisk membutuhkan waktu yang banyak, secara bersamaan raja iblis menikmati minuman yang sudah di sajikan oleh pelayan nya sambil menyelesaikan pembicaraan Zisk sampai selesai.


Di sisi lain....


Kanzaki Rito yang berhasil membantai seluruh musuh tanpa tersisa akhirnya bisa kembali ke Lina bersama para petualang lain.


Ia hanya menunggu jadwal keberangkatan nya kembali ke kerajaan delona tanpa hambatan yang akan terjadi nanti.


Karena bosan menunggu waktu saat berjaga, Kanzaki Rito memutuskan untuk tidur dan meninggalkan tugas miliknya untuk memantau daerah sekitar penjagaan nya.


Waktu malam terlewati tanpa ada masalah yang terjadi, mereka semua menikmati tidur panjang sampai hari menjelang pagi itu tiba.


satu ekor burung yang terbang, turun mendekati Lina yang baru saja bangun dari tidurnya.


Sekarang Lina bisa kembali ke kerajaan delona secepatnya, musuh sudah tidak ada yang menyerang lagi. Itu isi pesan yang di sampaikan lewat sepucuk surat tersebut.


Kemudian Lina membuat surat balasan dan mengirimnya kembali ke kerajaan delona. Lina mulai mengemasi barang-barang miliknya.


"Kemana dia sekarang? dari kemarin aku tidak pernah melihatnya!" Lina turun dari kereta kudanya dan pergi mencari Kanzaki Rito.


Lina terus mencari berkeliling tempat tidak jauh dari dirinya tidur, tapi tetap saja tidak mengetahui di mana Kanzaki Rito sekarang.


Secara kebetulan, salah satu petualang yang sedang merenggangkan badan dan berlari pagi untuk meningkatkan stamina miliknya, memberitahukan kepada Lina bahwa Kanzaki Rito berada di pohon samping penjagaan belakang.


Lina bergegas mencari sekitar lokasi yang di saran kan oleh petualang itu dan akhirnya menemukan Kanzaki Rito yang masih tidur di bawah pohon.


"Terima kasih atas kerja penjagaan nya," ucap Lina sambil mengelus kepala Kanzaki Rito yang sedang tertidur.


Kanzaki Rito terbangun secara tidak sengaja setelah merasakan hal aneh saat di sentuh oleh Lina sebelum nya.

__ADS_1


"Apa sudah pagi? Lina apa yang kamu lakukan di sini?" Kanzaki Rito bangun dari tidurnya.


"Kita akan berangkat sekarang juga, kita harus memberitahukan kepada yang lain untuk segera mempersiapkan keberangkatan kita, mungkin membutuhkan beberapa menit sebelum kita benar-benar pergi dari sini," ucap Lina sambil memalingkan wajahnya.


Beberapa menit kemudian....


"Akhirnya kita selesai juga menyelesaikan misi mengawal tuan putri,"


"Ini sangat mudah, dan musuh pun terlihat sangat lemah di mataku,"


"Jangan bodoh, tentu saja serangan yang ku berikan sebelumnya membuat musuh itu sekarat, dan kau yang menghabisinya langsung,"


"Hei, kau terlalu membanggakan kemampuan kalian. Sedangkan aku, semua serangan miliknya hampir sepenuhnya gagal,"


Pria itu merendahkan dirinya sendiri atas kemampuan buruk miliknya saat penyerangan sebelumnya.


Dua petualang yang selalu berdebat itu berhenti berbicara setelah petualang yang berkemampuan buruk itu berbicara langsung kepada mereka berdua.


"Apa kalian sudah selesai mengemasi barang-barang milik kalian sendiri, kita akan segera berangkat dan meninggalkan tempat ini menuju ke kerajaan delona sekarang," tegas Geriel dengan suara lantang nya kepada mereka semua.


Seluruh kendaran para petualang mengikuti dari belakang kereta kuda tuan putri yang berjalan di depan nya.


Para petualang itu tetap mengawasi jalan sekitar sambil menodongkan senjatanya di berbagai tempat saat mereka berjalan menggunakan kereta kudanya.


Sedangkan yang ahli dalam penyerangan jarak dekat hanya duduk di dalam kereta kuda sampai menunggu giliran mereka tiba.


Tidak ada monster ataupun musuh yang menyergap pergerakan mereka, akhirnya dalam beberapa kilometer lagi sebelum mereka tiba di kerajaan delona dengan aman.


Beberapa prajurit kerajaan berdiri berbaris di sekitar luar benteng kerajaan delona, prajurit itu selalu tetap waspada di sekitar tempat dengan tangan yang memegang senjata kapanpun dan di manapun mereka siap menyerang.


Prajurit itu memberi hormat kepada tuan putri yang turun dari kereta kuda miliknya.


Beberapa dari prajurit itu pergi membukakan pintu gerbang benteng untuk tuan putri yang datang kembali ke kerajaan delona.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2