Become A Hero

Become A Hero
Acara Makan Bersama


__ADS_3

Setelah Ken mendapatkan pedang yang di inginkan nya, salah satu pedang itu tiba-tiba hilang dari pandangan mereka. Kanzaki Rito yang terkejut dan penasaran,  bagaimana caranya pedang tersebut bisa menghilang.


"Ken, apa yang kau lakukan dengan pedang itu?" Kanzaki Rito memberanikan diri bertanya kepada Ken.


"Oh itu! bukan nya kalian juga punya fitur itu di dalam status window," jawab Ken sambil memperagakan caranya.


"Hah, fitur apa? maksudnya apa?" Kanzaki bingung dan memperhatikan gerakan yang di lakukan oleh Ken.


"Sini, aku akan memperlihatkan status window milik ku ini. Apa kau bisa melihat bagian ini?" Ken menunjukannya dengan jelas caranya.


"Dasar sialan, tidak ada fitur tersebut di dalam punyaku. Apa ada lagi hal yang tidak aku ketahui tentang tersebut?" ucap Kanzaki Rito yang sudah kecewa dengan kondisinya saat ini.


"Entahlah. Coba kamu lihat dengan teliti punyaku ini, siapa tahu ada perbedaan dengan punyamu itu?" Ken masih menunjukan status window miliknya.


"Punya Ken kenapa ada level, sedangkan punyaku tidak?"  Kanzaki Rito penasaran tentang satu ini.


"Itu kan untuk menaik kan level dan memperkuat kemampuan kita bukan, memangnya kenapa?" Ken bingung apa yang di pikirkan olehnya.


"Sudah lah, aku malas untuk mencari permasalah tersebut, lebih baik kita fokus apa yang kita tuju terlebih dahulu," Kanzaki Rito menyerah untuk mencari tahu penyebab kenapa status window miliknya sedikit berbeda dengan Ken.


"Paman G, apa ada sesuatu barang yang mirip racun?" Akira mencoba mencari barang yang ingin di miliki olehnya.


"Racun! mungkin kamu bisa pergi ke toko sebelah, bilang saja kalian adalah kenalan ku, mungkin dia akan memberikan sedikit diskon bila kalian menyebutkan nama padanya," Paman G memberikan saran dan arahan kepada Akira.


"Baik, terima kasih," Akira pergi meninggalkan mereka yang masih sedikit berdebat.


"Apa kalian melihat Akira? bukannya tadi ada di belakang kita!" Ken bingung kemana teman yang satunya pergi.


"G. Bagaimana akting ku, bagus bukan," pria petualang yang sebelumnya datang, tiba-tiba muncul dari balik kain toko milik G.


"Sangat bagus, nanti ku beri kau sedikit bonus tambahan nanti, hehe...." G tertawa licik dengan teknik permainan marketing miliknya.


"Panggil aku Tetra. Apa kalian sudah mendapatkan barang yang sesuai keinginan kalian?" Tetra menyandarkan tubuhnya ke meja toko G.


"Kurasa sudah. Karena yang lain sudah berpencar entah kemana, aku akan kembali ke kereta kuda yang kita tumpangi sebelumnya," Kanzaki Rito pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Ken, apa kamu ingin berkeliling sebelum teman kita kembali? mungkin saja ada sesuatu hal yang belum pernah kita temui sebelumnya," Tetsuya mengajak Ken untuk melanjutkan berkeliling ke sekitar tempat tersebut.


"Ya, aku akan ikut dan menemanimu pergi," Ken setuju dengan ajakan Tetsuya sebelumnya.


Di sisi lain....


Kanzaki Rito yang sedang berbaring di dalam kereta kuda miliknya, dirinya menunggu entah kapan temannya akan datang kembali.


Karena tidak ada kerjaan yang bisa di lakukan olehnya, ia sesekali mengecek kembali status window miliknya, walau sebenarnya itu tidak akan berpengaruh banyak pada perkembangannya nanti.


Perlahan waktu mulai berlalu, mereka masih belum kembali dari tempat area luar dungeon. Ia terus menunggu sampai tertidur di dalam kereta hingga berjam-jam lamanya.


.Tak lama kemudian....


Mereka semua telah kembali dari berbagai tempat sambil membawa beberapa makanan yang bisa di makan bersama.


"Kenapa kau ikut sampai ke tempat ini? bukannya kau ini bersama paman G,"  Tetsuya terkejut melihat Geriel yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka.


"Ayolah, tidak apa kan menambah satu porsi makanan lagi? apa kalian tidak kasian dengan pria paruh baya ini?" Geriel memelas diri di hadapan mereka.


Mereka mulai membentuk sebuah lingkaran dari batu, kemudian di isi kayu secara rapih di tengah batu tersebut dan di akhiri dengan menyalakannya.


Daging yang sudah di tusuk dengan batang kayu yang sudah di pertajam sebagai media alat masak seperti sate daging.


Mereka membumbui dengan beberapa daun-daun tempahan dan di beri sedikit garam di bagian daging untuk menciptakan rasa Guris yang sedikit asin saat mengunyah daging tersebut.


Warna daging itu perlahan berubah menjadi merah kehitaman, kemudian di susul dengan aroma daging bakar yang sudah mulai matang tercium di hidung mereka.


Mereka masing-masing mengamankan daging yang sudah ditusuk tersebut sebelum di ambil oleh pihak lain.


Untung saja semua orang kebagian mendapatkan daging tersebut, mereka mendapatkan masing-masing 3 tusuk sate untuk satu orang.


"Enak! dagingnya sedikit kenyal, terkadang sedikit renyah di saat menggigit di beberapa titik bagian lain dari daging itu,"


Para pria menikmati makanan tersebut dengan penuh penghayatan dari cita rasa daging yang di makannya.

__ADS_1


"Fuh! panas sekali, tapi ini enak," koyuki dan beberapa wanita lain meniup daging yang masih panas itu. Entah kenapa posisi wanita itu terlihat menggoda di hadapan pria.


Kecuali Yui yang masih belum dewasa itu malah terlihat lucu dan menggemaskan seakan terbawa di dunia damai yang di isi oleh berbagai senyuman imut mereka.


"Apa yang kau lihat?" koyuki tiba-tiba merasa gelisah dengan tatapan para pria tersebut.


""Tidak ada! hanya saja.... apa ada daging sisa untuk di makan sekarang?" Ken mencari alasan lain untuk selamat dari amarah koyuki.


"Oh itu! dagingnya sudah habis. mungkin ini adalah daging terakhir yang kita makan sekarang," perlahan koyuki memakan daging tersebut dengan penuh kenikmatan.


"Untung saja alasan itu di terima dengan baik olehnya. Selamat!" gemam Ken yang berhasil lolos dari amarah koyuki.


"Sebentar lagi waktu mau malam, karena terlalu lama berkeliling, sampai lupa akan tujuan kita rupanya," ucap koyuki yang baru saja selesai menghabiskan daging tersebut.


"Mungkin besok saja kita mencoba masuk ke dalam dungeon, tapi bagaimana dengan Lina yang tidak bisa bertarung," ucap Tetsuya sambil mencari penyelesaian tentang Lina yang tidak bisa bertarung.


"Apa? kata siapa aku tidak bisa bertarung? memang, tapi aku bisa menggunakan sihir penyembuhan, walau tingkatan sihir ini tidak terlalu tinggi di bandingkan dengan mereka,"


"Kenapa kau tidak bilang dari dulu?" Kanzaki Rito terkejut dengan pemberitahuan tentang kemampuan yang di miliki oleh Lina.


"Kalian saja tidak tanya langsung padaku, ya mana tahu kalian akan berbicara seperti itu," balas Lina kepada Kanzaki Rito yang kaget pada dirinya.


"Benar juga! baik lah, besok sesuai rencana kita akan masuk ke dalam dungeon secara bersamaan," Kanzaki Rito bergegas mengambil posisi tidur di kursi kusir miliknya.


"Sejak kapan kita sudah mempunyai rencana?" Tetsuya terheran dengan perkataan Kanzaki Rito sebelumnya.


"Entahlah. Lebih baik kita segera tidur terlebih dahulu, jangan lupa salah satu dari kita harus berjaga setiap beberapa jam sekali," ucap Tetsuya sambil memilih siapa yang mendapatkan giliran berjaga malam.


"Biar aku saja yang berjaga pertama, lebih menguntungkan bila berjaga pertama karena bisa tidur tanpa di ganggu waktu giliran berjaga nanti," Ken langsung mengambil giliran pertama sesuai rencana miliknya.


"Sial aku lupa tentang itu," balas Tetsuya kepada Ken yang berhasil mendapatkan giliran berjaga pertama.


Mereka semua mulai mencari posisi tidur yang enak untuk diri mereka sendiri, kecuali Geriel yang masih terjaga malam karena mata miliknya masih belum mengantuk.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2