
Kanzaki Rito mencoba senjata tersebut di tempat terbuka tanpa seseorang tahu apa yang di lakukan nya.
Adik dwarf itu membawa ke suatu tempat di mana ketiga dwarf sewaktu kecil bermain, tempat penambangan tua yang sangat luas sampai ke ujung bawah tanah.
Sebuah bentuk seperti lingkaran pusaran air, terdapat banyak pintu menuju pertambangan ketika berada di dasar Tempat tersebut.
Kanzaki Rito mengangkat senjata ke atas langit sambil menekan pemicu, entah kenapa percobaan yang di lakukan olehnya gagal, tidak ada yang terjadi setelah menekan pemicu tersebut tanpa mengalirkan mana di dalam senjatanya.
Kedua dwarf yang melihat percobaan yang sedang di lakukan oleh Kanzaki Rito membuat mereka sedikit ketakutan sambil menutup telinga mereka masing-masing.
Ia mencoba menyalurkan mana miliknya ke dalam senjata, perlahan mana yang di keluarkan mulai terhisap kedalam senjata dan mencoba mencoba menekan pemicunya sekali lagi.
Tanpa di sadar, Kanzaki Rito menembak kan sebuah peluru mana yang sangat kuat dan besar dari senjata yang di gunakan olehnya, tapi sayang nya senjata tersebut hancur menyisakan sebagian bentuk nya.
Ledakan dari peluru mana tersebut menghilangkan seluruh awan tebal sampai tidak menyisakan sedikit pun.
Arah lintasan peluru itu menghilang dan malah terus bergerak ke atas langit tanpa henti sampai keluar dari planet tersebut.
Kedua dwarf yang sudah sedikit merasa aman, secara reflek langsung terlentang kan badan nya sambil menyembunyikan bagian kepala dengan kedua tangan miliknya.
Seluruh penjuru benua melihat cahaya besar itu yang terus terbang melintang ke atas langit, mereka mengira bahwa cahaya tersebut adalah serangan raja iblis yang mengeluarkan kemampuan terkuatnya.
Beberapa kerajaan terdekat maupun yang jauh, mereka dengan tegas bersiap dalam posisi bertahan, para warga yang ketakutan mulai mengungsi ke tempat aman sesuai arahan dari raja nya.
Karena kejadian secara tidak terduga, mereka bertiga segera meninggalkan area tambang secepatnya tanpa ada seseorang yang mengetahui mereka bertiga.
Di rumah adik dwarf....
"Aku tidak tahu bahwa senjata buatan kakak Gats sangat berbahaya! pantas saja seseorang menginginkan barang itu apapun caranya," ucap adik dwarf yang sudah mengetahui motif sesungguhnya dari seseorang yang ingin mendapatkan senjata tersebut.
"Apa sekarang kita serahkan saja benda itu kepada mereka? mungkin saja pihak lain akan menyerah mendapatkannya nanti," G mempertimbangkan kemungkinan yang akan terjadi.
"Sebaiknya begitu, aku sebenarnya sudah lelah di incar," balas adik dwarf yang merasa lega akan hidup damainya sebentar lagi.
"Apa ada kamar kecil di sini? kurasa aku sudah tidak tahan sebentar lagi," tanya Kanzaki Rito kepada kedua dwarf tersebut.
"Kau bisa berjalan lurus di sebelah sana kemudian belok kiri, pintu itu berwarna coklat," balas G kepada Kanzaki Rito yang bergegas pergi ke kamar kecil.
"Tunggu! apa dia juga membawa senjata itu ke kamar kecil?" adik dwarf itu sedikit ragu dengan ucapan nya sendiri.
__ADS_1
"Kau memang benar, dia membawa pergi ke kamar kecil!" balas G dari perkataan adik nya.
Di sisi lain....
"Sangat di sayangkan bila senjata ini buang, apa sebaiknya aku buat yang baru saja, karena senjatanya mirip seperti senjata api di bumi serta fungsi kegunaan sudah aku ketahui,"
Kanzaki Rito mulai menduplikat senjata tersebut dengan sedikit modifikasi ketahanan dan daya serang yang sudah di perkuat olehnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, senjata api tersebut sudah berada di tangan Kanzaki Rito, ia segera menyimpan nya ke dalam bayangan miliknya dan senjata rusak itu di serahkan ke adik dwarf.
Ia menamai senjata api tersebut dengan nama hades karena memiliki daya ledak tembakan yang sangat besar tergantung pengisian mana yang di berikan nya.
Beberapa menit kemudian....
Mereka yang pergi berkeliling selama seharian penuh akhirnya kembali ke tempat mereka tinggal sementara.
Kanzaki Rito, G dan adiknya yang sedang memegang senjata buatan kakaknya yang rusak, mereka yang terkejut melihat senjata api di tangan adik dwarf itu kecuali Yui dan Lina yang bukan berasal dari bumi.
Lina dan Yui yang penasaran melihat reaksi dari mereka setelah melihat secara langsung senjata api buatan dari dunia nya, tetapi mereka tidak berani mengatakan nama dari senjata tersebut kepada dwarf yang memegangnya.
Suara dobrakan pintu terdengar ketika mereka sedang berbicara satu sama lain, beberapa orang masuk sambil membawa senjata tajam di tangan nya.
Tanpa berfikir lama adik dwarf itu menyerahkan barangnya langsung ke tangan dwarf berjenggot tebal yang sedang mengulurkan tangan nya.
Dirinya kaget bahwa barang yang di inginkan nya, secara susah payah, sekarang mendapatkannya secara mudah tanpa ada masalah yang merepotkan, tetapi kebahagiaan yang sementara waktu berubah menjadi kekecewaan berat setelah melihat secara teliti barang tersebut.
Dirinya marah dan membanting barang rusak itu ke lantai dengan keras dan meninggalkannya tempat tersebut.
Pada akhirnya dirinya kembali mengambil barang rusak yang sudah di banting olehnya sendiri di lantai, dirinya merasa bahwa barang rusak pun bisa di manfaatkan olehnya jika di teliti lebih jauh komponen beserta bahan material yang di buatnya.
Untungnya, sesuai rencana yang sudah di sepakati oleh G dan adiknya, untuk memberikan barang tersebut kepada seseorang yang ingin mendapatkan nya.
Jika saja barang itu tidak di serahkan, mungkin saja akan terjadi pertarungan yang tidak terhindarkan oleh mereka.
Hari hampir menjelang malam, G dan adiknya menyiapkan makanan malam nya, untuk di makan bersama mereka, menggunakan barang yang masih tersisa di ruang penyimpanan miliknya.
Meja besar yang sudah di susun rapi mulai di isi oleh beberapa makanan enak yang sudah di masak sebelumnya, tentu saja dengan beberapa bir kesukaan kedua dwarf itu di atas meja mereka.
Mereka yang masih di bawah umur menolak untuk meminum bir yang sudah di tawakan lagi oleh dua dwarf tersebut.
__ADS_1
Hari pertama mereka lewati ketika sedang berada di kerajaan dwarf berakhir menyenangkan dengan sedikit kejutan di sebelum malam tiba, sedangkan kanzaki Rito merasa bahagia menemukan senjata yang kuat tersebut akhirnya jatuh ke tangan miliknya.
Di lain sisi....
Dwarf berjenggot tebal itu membawa barang rusak peninggalan kakak dwarf tersebut ke workshop miliknya, untuk mencoba memperbaiki sebisa mungkin.
Mulai mencoba menggunakan beberapa material berkualitas tinggi ke dalam perbaikan nya, setelah beberapa jam berlalu akhirnya barang itu selesai dengan mengorbankan kan beberapa material kualitas tinggi.
Sayangnya setelah mencobanya sendiri senjata yang sudah di perbaiki olehnya, senjata tersebut tidak berfungsi dan hanya mengeluarkan sedikit cahaya di tengah lubang senjata tersebut sebelum jatuh kebawah.
Dirinya menyerah memperbaikinya dan mulai mencoba membuat senjata yang mirip dengan model contoh di tangan nya.
Bersambung....
Informasi status window Kanzaki Rito saat ini...
Nama: Kanzaki Rito.
Ras: Chaos Human.
Class: Chaos Hero
Senjata: Imitasi pedang suci, Senjata api 'Hades'.
Statistik:
STRENGTH: A / DEXTERITY: A / VITALITY: C / MANA: B / MAGIC: B / REFLEX: A /ENDURANCE: A
Afinity element: - Kegelapan/bayangan
Ice Resistensi: level 10
Poison resistensi: level 10
Skill: Shadow control, Summon chaos dragon, God Creafting, Blood poison, Summon Flesh-eating insects, Immortal, Confused, Warp.
Sihir: Black fire.
Blessing: Chaos dragon ability.
__ADS_1
Cursed: