Become A Hero

Become A Hero
Persiapan Sebelum Raid Dungeon


__ADS_3

Area luar dungeon....


Entah kenapa banyak sekali orang yang berkumpul di sekitar area luar dungeon,  beberapa dari mereka mencari sebuah senjata baru atau pun senjata cadangan untuk di gunakan nanti sewaktu-waktu senjata Utama mereka rusak saat dalam pertarungan.


"Kita sudah sampai di tempat dungeon yang kita tuju," ucap Geriel sambil turun dari kereta kuda.


"Geriel. Kawan lama ku, apa kau masih aktif sekarang?" pria itu menyapa Geriel dengan sopan.


"Tentu saja, kau masih tetap sama walau sudah  satu tahun berlalu kita berpisah dari party lama kita," balas Geriel pada pria itu.


"Siapa dia?" Kanzaki Rito bertanya kepada Geriel tentang orang tersebut.


"Dia teman dari party lama. Nama nya adalah Hago delgaro, dia sangat ahli dalam pertahanan," Geriel memuji Hago delgaro tentang kemampuan miliknya.


Satu per satu mereka turun dari kereta kuda tersebut sambil menyapa Hago delgaro dengan sopan.


"Kau, apa dirimu menggunakan perisai nak, asal tahu saja itu sangat berbahaya karena harus berada di barisan terdepan saat penyerangan nanti," Hago delgaro memberikan saran kepada Ichiro.


"Tidak apa paman, karena skill ku juga sangat berhubungan dengan pertahanan, jadi mau bagaimana lagi!" Ichiro menerima nasib dirinya dengan baik tanpa mengeluh sedikit pun.


"Pria sejati harus kuat dan menerima nasib apa yang sudah kita pikul sebelumnya. Aku suka kau, apa kau mau saran dariku,  mungkin saja akan bisa membantu dirimu nanti di masa depan," Hago delgaro sedikit memberikan bantuan kepada Ichiro soal teknik pertahanan yang di milik olehnya.


"Tentu, mungkin saja ini bisa memperkuat teknik pertahanan yang aku miliki saat ini," dengan sikap penuh percaya diri Ichiro menerima bantuan dari Hago delgaro tersebut.


"Maaf, kalian bisa berkeliling di sekitar area ini tanpa ku," Ichiro mengikuti paman itu pergi.


"Apa ada makanan yang bisa kita makan nanti?"   koyuki melihat dengan teliti di area sekitar tersebut dengan mata miliknya.


"Coba aja cari, siapa tahu ada orang yang menjual makanan di sana?" geriel menunjuknya ke arah para penjual.


"Yui, apa kamu mau ikut mencari makanan untuk kita nanti?" Lina mengajak Yui untuk ikut pergi berkeliling bersama koyuki.


"Oke!" secara langsung Yui menerima ajakan tersebut.


Tersisa Akira, Ken, Tetsuya  dan Kanzaki Rito yang masih berada di tempatnya. Mereka berempat pergi berkeliling bersama Geriel sebelum memasuki dungeon tersebut.

__ADS_1


Berbagai kalangan mulai dari wanita dan pria, tingkatan petualang yang berbeda bahkan ada beberapa ras lain selain manusia yang berada di tempat tersebut termasuk dwarf yang menjual alat perlengkapan senjata.


"Ke mana arah yang akan kita lewati sekarang," ucap Tetsuya yang tidak tahu titik lokasi lain di tempat tersebut.


"Bagaimana kalau kita ke depan sana?  di sana ada seseorang yang aku kenal, dia ahli dalam membuat peralatan tentunya.


"Bagaimana dengan kalian?" Kanzaki Rito bertanya kepada mereka bertiga.


"Kebetulan aku sedang membutuhkan senjata baru, belati ini sudah hampir rusak," balas Ken kepada Kanzaki Rito.


"Aku akan ikut dan melihat-lihat saja," Tetsuya sedikit penasaran dengan saran Geriel tentang dwarf tersebut.


Akira hanya mengangguk dan mengikuti Geriel pergi ke arah toko dwarf itu, tapi keributan terjadi di tempat lapak miliknya.


Seorang petualang yang bertubuh penuh otot sedang berbicara kepada dwarf itu tentang senjata yang di beli olehnya sebelumnya.


Banyak orang yang hanya menyaksikan kejadian tersebut dan hanya diam mengamati mereka saja.


"Hei, apa yang terjadi. G, kau terlihat sedang kesulitan rupanya," Geriel sedikit menggoda G yang tampak kesulitan menghadapi pelanggan yang sedang marah.


"Siapa mereka Geriel?" G melihat mereka bertiga yang sedang menatap dirinya.


"Mereka ini orang yang sudah mengantarkan aku ke sini, jadi tolong perlakukan mereka dengan baik. G,"  ucap Geriel sambil memijat pundak G dengan kedua tangan miliknya.


"Dasar sialan, kau selalu seperti ini. Baik akan kulakukan sesuai keinginan mu Geriel, tapi sebelum itu aku harus menyelesaikan dulu masalah ini dengan pelanggan yang di sana," G mendekati petualang tersebut.


"Bagaimana dengan senjata yang aku beli, entah kenapa senjata ini sangat ringan selama seperti rapuh daya tahan ini," petualang itu menunjukan pedang yang di beli olehnya.


"Hei kalian, apa ada pedang yang tidak terpakai?" G bertanya kepada mereka yang sedang menonton.


"Maaf paman, aku memiliki sebuah belati, mungkin ini masih bisa di gunakan," Ken menyerahkan belati miliknya kepada G.


"Siapa nama mu?" ucap G sambil mengambil belati tersebut dari tangan Ken.


"Ken," dengan lantang dirinya bersuara.

__ADS_1


"Nanti akan aku ganti setelah urusan ini selesai. Kau coba perhatikan pedang yang kau beli, apa ini akan patah kalau di adu dengan 2 belati ini," G bersiap mendemonstrasikan barang miliknya.


Para penonton semakin serius mengamati senjata buatan G tersebut, ada beberapa orang yang masih meragukan keahlian miliknya.


"Kau pegang Belati ini dengan keras di tangan kiri mu itu, kemudian ayunkan pedang itu ke arah belati yang berada di tangan kiri. Mengerti," G perlahan mundur dari aksi demontrasi yang akan segera di lakukan.


"Hehe.... semoga pedang itu patah,"


"Semoga tangan dirimu kena,"


"Aku tidak peduli apa yang terjadi, tapi lakukan dengan keras,"


"Semoga beruntung kawan,"


4 orang itu berbicara ke dalam kerumunan penonton, mereka hanya menyukai hal-hal yang membuat mereka sukai.


Dengan cepat tangan kanan yang memegang pedang tersebut mulai mengayunkan dari atas ke bawah ke arah bilah dari belati, seketika belati itu terpotong menjadi dua, tapi karena ayunan yang sangat kuat sampai menghancurkan tanah dari arah ayunan itu berasal.


"Kau benar G, tidak salah bahwa rumor itu benar. Maafkan aku yang masih tidak percaya dengan kemampuan yang di miliki oleh mu," pria petualang itu pergi meninggalkan G sambil membawa pedang miliknya yang sudah di beli sebelumnya.


Semua orang terkagum dan langsung menyerbu toko milik G, mereka berebut membeli berbagai senjata yang di jual oleh G tersebut, sampai menyisakan beberapa senjata saja yang di miliki oleh nya sekarang.


Ken yang kecewa melihat bahwa belati yang di pasang dari toko Paman G terjual habis tidak tersisa. Ken hanya terdiam membisu karena sudah tidak memiliki senjata yang akan di gunakan oleh nya nanti.


Untung saja paman G masih menyimpan beberapa senjata di bawah meja miliknya, tapi sayangnya hanya pedang yang tersisa di dalam nya.


"Ya mau gimana lagi, terpaksa harus menggunakan teknik ilmu pedang yang sudah aku pelajari sewaktu masih di akademi,"


Ken memilih beberapa pedang yang yang cocok di gunakan olehnya nanti.


"Long sword dan beginner sword. Pedang yang bisa di bilang bagus atupun tidak, kau boleh mengambilnya kalau suka," paman G itu membereskan toko miliknya.


"Terima kasih," Ken mengambil pedang tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2