Become A Hero

Become A Hero
Chapter 110: Tragedi Malam


__ADS_3

Suatu tempat di dalam bangunan besar di pinggiran kota.


Zena, Halena, dan Tetsuya menyamar menjadi seorang warga biasa, ikut ke dalam rombongan mereka ke dalam bangunan besar tanpa ada barang satupun di sana.


Ruangan yang sangat luas, hanya terlihat podium suara di tempat tersebut.


Para rombongan memenuhi ruangan, berbagai kalangan maupun jenis kelamin berdiri dan menyapa sang paus yang berada di podium suara saat ini.


Dia berceramah dengan berbagai topik kepada mereka, membicarakan dosa dan perbuatan yang sudah di lakukan secara tidak sengaja, maupun dengan di sengaja.


Mereka yang terhasut atas dosa sendiri, mulai melangkah maju memasuki suatu pintu yang tampak asing oleh nya.


Beberapa mereka yang tidak memiliki masalah hidup seperti dosa perbuatan mereka.


Mereka mulai memanjatkan doa yang di pimpin oleh sang paus itu sendiri.


Ucapan lantunan doa mulai serempak secara bersamaan, layak nya sebuah pengikut abadi yang sudah di cuci otak nya.


Dalam beberapa menit, mereka yang memiliki hati yang lemah, langsung terpengaruh oleh perkataan sang paus.


Paus berkata "Angkat tangan kalian keatas, dan puja aku sang paus."


Mereka mengangkat tangan sesuai arahan sang paus.


Zena, Halena dan Tetsuya yang sedikit telat mengikuti gerakan dari para pengikut, hampir di ketahui oleh sang paus.

__ADS_1


Keringat sedikit membasahi wajahnya.


Kegiatan tersebut berlangsung cukup lama hingga tengah malam.


Di dalam perjalanan pulang ke villa.


Zena dan Halena tampak menikmati kegiatan nya saat ini, sedangkan Tetsuya masih merasa was-was akan rencana licik sang paus.


"Sepertinya akan terjadi sesuatu esok hari, sebenarnya apa yang di rencanakan oleh paus itu?"


Tetsuya masih memikirkan apa yang sedang terjadi saat ini.


Sesaat mereka bertiga sampai di persimpangan jalan, tiba-tiba Rito bersama Lina yang hendak melakukan kencan secara diam-diam muncul di tepat di depan mata.


"Maaf, bagaiman dengan ku?"


Tetsuya menyela pembicaraan, karena dirinya tidak di sapa oleh nya.


Rito memberikan kode kepada Tetsuya berupa kedipan mata.


Secara respon dia membatalkan perkataan nya sebelum nya, dan melangkah maju melewati Lina yang sedang berbincang dengan Zena dan Halena.


Wajah murung terpasang pada Tetsuya, dia merasa bahwa dirinya tidak di anggap olehnya.


Rito sedikit menghiburnya, walau hiburan yang ia berikan tidak terlalu berguna pada nya.

__ADS_1


Tak banyak percakapan yang di berikan oleh para wanita di sana, pada akhirnya mereka kembali ke tempat villa berada.


Rasa letih dan ketegangan puncak tanpa henti membuat mereka kelelahan, mereka berbaring di kasur yang empuk, dan seketika tertidur tanpa memberikan aba-aba.


Di sisi lain para peserta yang mengikuti turnamen kekaisaran dari berbagai kerajaan.


Ruangan khusus kerajaan Ox.


Empat peserta sedang menikmati acara permainan kartu tersebut, mereka.menghabiskan waktu hingga tengah malam tiba.


Suasana tiba-tiba sunyi, lampu di ruangan mati seketika membuat situasi mencekam.


Salah satu peserta beranggapan bahwa ada yang menjahili mereka saat ini, Dia berteriak keras sambil menggedor dinding tepat di sebelah nya.


Akan tetapi respon yang di berikan tak kunjung di balas.


Ketika lampu mulai menyala kembali, ketiga teman nya sudah menjadi kering bertulang di depan matanya.


Hanya ada satu orang dari kerajaan sebelah berdiri di samping mayat teman nya.


Dia marah, membalaskan dendam teman pada nya.


Saat dia hendak menyerang, orang tersebut langsung menyentuh tubuh nya, dan seketika menjadi kering mirip seperti teman nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2