
Hawk yang sedang menggores-gores cakar besi miliknya sampai berbunyi bising hingga terdengar oleh Tetsuya.
Lidah Hawk menempel dan menggeser ke setiap sisi cakar besi, membuat dirinya seperti seseorang yang suka melakukan pembunuhan atas kesenangan sendiri. Menurut pandangan Tetsuya.
Pertandingan pun di mulai. Hawk melancarkan serangan pertama nya ke arah wajah Tetsuya.
Cakar besi bergerak dengan ayunan kuat dari pergelangan lengan nya.
Pedang Tetsuya bergerak menyamping mempertahankan posisi, menunggu lawan menyerang dengan sekuat tenaga.
Sesaat cakar besi itu bersentuhan dengan pedang milik Tetsuya, ia mendorong tubuh Hawk dengan kuat, hingga membuat dirinya kehilangan pijakan keseimbangan.
Tepat saat Hawk terpental ke atas, Tetsuya melancarkan serangan baliknya dengan menggunakan skill miliknya.
Sky Sword Dance, teknik pertama, Piercing the sky.
Teknik yang di mana Tetsuya memusatkan ujung pedangnya ke arah lawan, dengan cepat bergerak seperti angin bebas menuju langit.
Tusukan cepat secepat cahaya tanpa bisa di lihat oleh lawan, daya penetrasi serangan tersebut sangat kuat hingga pertahanan lawannya tidak berarti sama sekali.
Sangat di sayangkan, hawk yang terlalu meremehkan lawannya membuat dirinya mengalami kekalahan, senjata miliknya berupa cakar besi rusak hancur berserakan di mana-mana.
Senjata cakar besi yang seharusnya di gunakan untuk menyerang, dan tidak di peruntukan untuk bertahan membuat kualitas ketahanan yang begitu rendah.
Beruntung dari serangan Piercing the sky milik Tetsuya tidak sampai menembus jantung Hawk.
Pertandingan pun selesai, Tetsuya bernafas dengan lega sambil membaringkan tubuhnya ke atas arena.
Beberapa menit kemudian, pertandingan pun di mulai kembali sampai menyisakan peserta yang tersisa.
Tetsuya, Zena Elgris, Halena Elgris, dan Solga yang terpilih untuk mengikuti turnamen kekaisaran.
Beberapa Minggu lagi sebelum acara itu di mulai, mereka kembali menghabiskan waktu mereka untuk melakukan hal yang mereka ingin kan.
Di saat Rito yang sedang duduk di balkon istana raja, Tetsuya beserta teman lain nya datang menghampiri nya.
"Rito, dari dulu kita sangat penasaran dengan mu, kenapa kau ini susah sekali di tebak." ucap Tetsuya.
"Apa maksudnya?" Rito bertanya kepada nya.
__ADS_1
Tetsuya menjelaskan keluh resah nya kepada Rito, tidak luput dengan Ken, koyuki, Ichiro, dan Akira tentunya.
Berlangsung satu jam penuh untuk membahas apa yang mereka penasaran saat ini.
Rito yang kebetulan mengingat kembali kenangan masa lalu saat masih di dalam akademi kerajaan.
Pertemuan dengan teman nya yang sudah satu bulan penuh.
Pertemuan dengan orang lokal, orang bangsawan, dan beberapa orang hebat yang berada di akademi kerajaan
Di masa lalu, saat Kanzaki Rito masih berada di akademi kerajaan vellenia.
Ruang perjamuan raja.
Rito dan teman sekelasnya mendapat undangan sarapan bersama dari keluarga kerajaan.
Suatu kehormatan bisa semeja dengan para bangsawan itu, namun Rito tak berpikir demikian.
Sejak mendudukkan diri di meja perjamuan, ia belum menyentuh makanannya dan selalu menunduk.
Sang Putri dan Pangeran selalu mengawasinya.
"Apakah makanannya enak?" tanya sang Raja dengan suaranya yang pelan dan terdengar berwibawa.
Teman sekelas Rito cuma mengangguk, tak ada yang berani menjawab dengan kata-kata.
Sang Raja tersenyum, "Agenda kalian untuk hari ini dan seterusnya adalah menempuh pendidikan selama ... yah, setiap waktu yang kalian butuhkan. Kalian adalah harapan kami!"
Siswa yang sebetulnya menjabat sebagai ketua kelasnya Rito ingin mengangkat tangan. Ia hendak menanyakan sesuatu. Namun, sang Raja segera menginterupsi kalimatnya.
"Kami tak sekejam itu untuk memaksa kalian menjadi sesuatu yang tak pernah ada dalam benak kalian. Kami akan mengabulkan keinginan kalian jika kami memang bisa mengabulkannya ... kalian akan memiliki status bangsawan, kekayaan, dan lain sebagainya ...."
"Maka dari itu ... tolong pinjamkan kekuatan kalian, yang konon adalah orang yang akan menyelamatkan kerajaan ini!" Sang Ratu merampungkan kalimatnya Raja.
Semua siswa saling pandang, mereka bingung mau berkata apa. Namun, seorang siswi mencoba menjadi juru bicara.
"Kami akan menjawab harapan Yang Mulia. Tapi ...." Ia mengambil jeda, raut muka yang sebelumnya ramah menjadi serius. "Kami meminta dikembalikan ke tempat asal kami. Tak ada negosiasi, Yang Mulia harus bisa memenuhinya."
Suasana dalam ruangan berubah itu sedikit mencekam.
__ADS_1
Sringg ...
"Memangnya siapa kau? Cara bicara dan tatapanmu itu ... kau merasa sederajat dengan Raja? Dengan kami?" Si pangeran mengeluarkan pedang dan mengunuskannya pada siswi tersebut.
"Venill?!" Raja mendelik tajam pada Putra bungsunya itu.
Pangeran bernama Venill menarik pedangnya dan mendengkus kasar. Pemuda berambut abu-abu yang gondrong itu segera pergi dari ruang makan.
Sementara itu, Rito cuma tersenyum menyaksikan kejadian itu. Namun, lagi-lagi sang Putri terus memperhatikannya.
"Huh? Dia sudah menarget diriku!?" keluh Rito dalam hati, ia tak berani mensejajarkan pandang.
"Maaf, atas kelakuan anak saya. Dia sama dengan kalian ... masih mencari jati dirinya. Dan untuk masalah permintaan untuk memulangkan kalian ... kami pasti akan mengabulkannya. Kami akan berusaha!"
Setelah itu, meja makan menjadi hening. Hanya ada suara alat makan yang terdengar.
Setelah selesai makan, Rito dan yang lainnya didampingi satu Maid per orang. Mereka lah yang akan menjelaskan perihal perkataan Raja sewaktu di ruang makan.
Rito kini berada di kamarnya.
"Oh, kami akan didaftarkan di akademi, ya?" tebak Rito pada Maid yang mendampinginya.
Sungguh disayangkan, Maid yang ada dalam pikirannya adalah kumpulan wanita muda yang cantik. Namun, kenyataannya semua Maid yang ada di istana, rata-rata memiliki umur 40 sampai 50 tahun.
"Ya, Tuan Pahlawan. Anda harus mengetahui seluk beluk dunia ini terlebih dahulu." balas Maid itu.
Ia kemudian menyerahkan seragam akademi yang harus Rito pakai.
"Saya akan membantu Anda——"
"Tidak, tidak! Aku bisa memakainya sendiri." potong Rito yang menggeleng keras.
"Tapi, Tuan Pahlawan——"
"Ini perintah!" ucap Rito tersenyum pahit.
"Baiklah, saya mengerti." Maid itu mengangguk dan unsur-unsur diri dari kamar. "Saya akan berada di sini jika Anda butuh sesuatu."
Setelah sendiri, Rito bisa lebih tenang.
__ADS_1
Bersambung....