Become A Hero

Become A Hero
Pertandingan Tidak Seimbang


__ADS_3

Setelah melewati pertarungan di sesi kedua. Halena Elgris beruntung masuk ke babak selanjutnya tanpa harus melakukan pertandingan.


Solga berhasil lolos ke babak selanjutnya dengan penampilan yang hebat nya saat melakukan teknik pedang andalan miliknya untuk mengalahkan lawan nya.


Zena Elgris tetap menggunakan cara yang sebelum nya ia lakukan untuk mengalahkan lawan, hanya dengan slip dan wind burst saja.


Yah, sepertinya pertandingan di sesi kedua kali ini kebanyakan membosankan. Beberapa penonton mengeluh dan kecewa dengan performa pertandingan saat ini.


Tidak berlangsung lama, setelah sesi kedua dari pertandingan selesai.


Seluruh juri memutuskan langsung melanjutkan ke sesi ketiga dengan jumlah 24 peserta yang awal nya 25, di karenakan salah satu peserta mengundurkan diri dengan alasan memiliki masalah untuk di selesaikan oleh nya.


Secara bersamaan, satu burung pembawa pesan surat datang menghampiri yang mulia raja Edward Elgris yang sedang duduk di kursi.


"Apa ini?"


Yang mulia raja mengambil gulungan surat yang di ikat di salah satu kaki burung.


Sebuah surat yang berisikan tentang perubahan peraturan dalam turnamen kekaisaran yang akan di adakan nanti.


Jumlah peserta yang di perbolehkan sebelumnya adalah 10 peserta untuk masing-masing kerajaan, dan di ubah menjadi 4 peserta saja untuk masing-masing kerajaan untuk mengurangi waktu saat pelaksanaan berlangsung.


"Apa yang di pikirkan yang mulia kaisar?"


Raja Edward Elgris terheran-heran dengan pemikiran nya, ia menutup surat dan memberikan nya kepada Kanzaki Rito yang berada di samping nya.


Kanzaki Rito menaruh surat itu ke dalam penyimpangan bayangan miliknya, dan membaca nya nanti setelah acara pertandingan ini selesai.


Pertandingan pertama. Ken yang kebetulan lolos bertemu dengan lawan yang membuat dirinya mustahil untuk di menangkan.


"Sial, dari semua lawan. Kenapa harus dia?" ucap Ken menggertak giginya.


# # #

__ADS_1


"Sudah, hentikan omongan yang tidak jelas itu." Halena Elgris memberikan sedikit saran kepada Ken.


"Hehe, kamu benar," balas Ken sambil menampar pipinya dari sisi samping.


Hitungan mundur di mulai.


Ken memasang posisi menyerang saat aba-aba pertandingan di mulai. ia menggunakan skill penguatan tubuh miliknya.


Perlahan Halena Elgris melangkah kan kali nya secara santai mendekati Ken yang tetap pada posisi nya yang di perkiraan menunggu waktu dirinya untuk menyerang.


Saat jarak antara mereka berdua cukup untuk menggunakan kemampuan lain milik nya.


Ken langsung mengaktifkan skill blink kemudian menyayat pedang nya secara diagonal ke posisi samping perut Halena Elgris.


Sayang, Halena berhasil mengantisipasi serangan kejutan Ken dari arah belakang, ia menahan serangannya menggunakan pisau dapur yang sudah di lapisi oleh mana untuk memperkuat senjata milik nya.


"Lumayan!" ucap Halena yang sedikit menikmati pertarungan dengan nya.


"Hehe, terima kasih. Akan aku tunjukan hasil latihan ku sebelum nya sekarang!" balas Ken dengan cepat melompat ke belakang dalam posisi tetap ke depan tanpa mengalihkan pandangan nya.


"Apa ini? kenapa dia tidak menyerang sedikit pun, dan hanya bertahan di tempat nya?" Ken bingung dan mencoba memikirkan solusinya saat ini, sekaligus mempersiapkan serangan selanjutnya.


Ken berlari lari lagi mendekati Halena dengan memutari nya hingga tidak menyadari keberadaan dirinya, kemudian dalam sekejap Ken berada di belakang Halena sambil menghunuskan pisau nya ke arah nya.


Tetap saja pergerakan Ken berhasil di prediksi dengan mudah. Halena menyebarkan mana miliknya ke seluruh arena, dengan itu memudahkan nya mengetahui posisi lawan nya melalu pergerakan mana yang tiba-tiba berubah pada area yang di sebarkan.


Yah, itu mudah di lakukan karena dirinya adalah seekor naga yang sudah hidup selama ribuan tahun.


Halena dengan santai memberikan sedikit perlawanan selama beberapa detik dan membuat Ken sedikit kehilangan motivasi nya, ia dengan cepat menendang bagian kaki kiri untuk menjatuhkan nya, kemudian menghunuskan pisau ke bagian leher.


Ken mengangkat kedua tangan nya ke atas, ia menyerah dengan suara lantang karena sedikit takut dengan ujung pisau yang sudah menyentuh bagian kulit leher nya.


"Membosankan." Halena menghela nafas, berdiri dari atas tubuh Ken dan pergi meninggalkan dirinya yang terlentang di arena.

__ADS_1


Ken yang menerima kekalahan telak pada pertarungan nya melawan Halena membuat dirinya sadar akan batas kemampuan yang di miliknya saat ini.


"Aku dan Tetsuya mencoba mengikuti acara ini atas saran Rito, tapi tidak di sangka bisa sampai sejauh ini. Sekarang hanya Tetsuya yang tersisa, apa dia akan masuk ke 4 besar?" Ken bergumam pada dirinya sendiri.


Ken perlahan bangkit dan mulai berdiri dari tempat nya. Ia mengambil pedang miliknya yang terlepas dari genggaman nya usai pertarungan sebelum, kemudian pergi meninggalkan arena dengan cepat agar tidak mengganggu proses pertandingan selanjutnya.


Di ruang istirahat peserta. "Kamu sudah keren Ken, bisa sampai sejauh ini," ucap Tetsuya yang memberikan pujian pada Ken agar tidak kehilangan semangat nya.


Ken perlahan mendekati tempat duduk di belakang Tetsuya. "Terima kasih, ku serahkan sisa nya padamu." Balas Ken.


"Tentu saja, tapi sayangnya ada sedikit peraturan yang di ubah tadi sebelum pertandingan di mulai. Sekarang yang mulia raja Edward Elgris hanya di perbolehkan membawa 4 petarung saja untuk ikut ke dalam turnamen kekaisaran nanti," ujar Tetsuya yang ikut duduk sambil menemani Ken.


"Benarkah!" Ken terkejut. "Sayang sekali, mungkin aku tidak bisa masuk ke dalam 4 besar. Untuk Halena dan Zena sudah di pastikan," Ken menyandarkan tubuh nya.


Menghela nafas. " Kamu benar, perkiraan ku hanya tersisa satu tempat lagi yang tersisa. Karena kemungkinan besar Solga akan terpilih dengan kemampuan yang di miliki nya saat berhadapan dengan lawan nya." ucap Tetsuya.


"Kalau begitu, Tetsuya harus di pastikan masuk juga, dengan kemampuan mu saat ini mungkin cukup untuk mengisi posisi tersebut," balas Ken menepuk bahu Tetsuya dengan kedua tangan nya.


Tetsuya duduk menemani Ken sambil menunggu giliran nya tiba.


Beberapa puluh menit kemudian....


pertandingan kedua sampai ke empat selesai.


Giliran Tetsuya untuk memasuki arena, ia membawa sebuah pedang miliknya di pundak, berjalan secara perlahan melewati lorong sebelum sampai pada area terbuka arena.


"Hahaha!" tawa penuh dengan percaya diri dari lawan tetsuya saat ini.


Seorang pria berusia 45 tahun dengan luka di wajah nya, dirinya juga kehilangan salah satu mata kanan miliknya saat dalam misi tentara bayaran di masa lalu.


Dia bernama Hawk. seorang veteran yang sudah memiliki pengalaman melawan manusia seperti bandit ataupun monster.


Senjata yang selama ini ia gunakan saat ini berupa 2 buah cakar besi di kedua tangan nya.

__ADS_1


"Sepertinya aku juga bernasib sial, malah bertemu seseorang yang seperti buronan pembunuhan massal. Mirip cerita Jack the reaper, mungkin." Tetsuya meneteskan keringat wajahnya saat melihat lawan nya.


Bersambung....


__ADS_2