Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 1 Dia Tidak Memercayainya


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun ke-80 Tuan Besar Thomson dari Kota Bionka. Acara perayaan dihadiri banyak tamu sehingga suasananya sangat meriah.


Namun, sebuah jeritan yang mendadak dari taman bunga sontak mencengangkan para tamu.


Ada orang yang dapat mengenali bahwa itu adalah suaranya Nichole Pondi, yaitu Nyonya Pertama Thomson yang sedang hamil. Akibatnya, Keluarga Thomson bergegas bergerak ke arah taman bunga.


Terlihat dua sosok sedang meronta di dalam kolam renang terbuka.


Sebelum orang-orang bereaksi, Cruise Thomson telah melompat ke dalam kolam dan membawa Nichole ke darat.


Barulah kemudian orang lain ikut beraksi. Penjaga keamanan yang datang lekas-lekas terjun ke air dan menyelamatkan Sharon Tamin.


Sharon kembali ke rumah Keluarga Thomson dengan pakaian basah. Pelayan yang lewat seolah-olah tidak melihatnya.


Tidak ada yang peduli bagaimana dia kembali ke sini, juga tidak ada yang peduli apa yang akan terjadi padanya.


Setelah tinggal di rumah Keluarga Thomson selama lebih dari tiga tahun, Sharon tahu betul bahwa posisinya di Keluarga Thomson bahkan kalah penting dari anjing peliharaan adiknya Cruise.


Karena terjadi insiden sebesar ini pada Nichole, kini semua anggota Keluarga Thomson berada di rumah sakit.


Sharon kembali ke kamarnya sendiri untuk mandi dan berganti pakaian. Dalam keadaan linglung, dia tiba-tiba ditarik dari tempat tidur oleh Cruise.


Begitu Sharon melihat bahwa orang yang menariknya adalah Cruise, matanya langsung memerah, "Kamu sudah pulang? Bagaimana kondisi Nichole? Dengarkan aku, Cruise, aku benar-benar tidak mendorongnya."

__ADS_1


Cruise menatapnya sambil mencibir dingin, "Sampaikan kata-kata ini pada Kakek saja!"


Sharon sepenuhnya terbangun. Dia menggertakkan giginya untuk menahan rasa sakit di tubuh, "Apa maksudmu, Cruise?"


Tanpa melihatnya, Cruise langsung menyeretnya keluar, "Pergi ke tempat Kakek untuk dihukum."


Cruise sama sekali tidak ingin berbicara dengan Sharon. Tidak lama setelah Nichole dilarikan ke rumah sakit, Nichole langsung mengalami keguguran.


Anak itu adalah satu-satunya keturunan yang ditinggalkan abangnya Cruise. Namun, kini anak itu pergi begitu saja akibat ulah Sharon.


Karena ini, Tuan Besar Thomson marah besar. Begitu pulang dari rumah sakit, dia langsung memerintahkan Cruise untuk membawa Sharon ke tempatnya.


Sharon terpaku mendengar kata-kata Cruise.


Sharon tidak menyangka bahwa Keluarga Thomson akan langsung memerintahkan Cruise untuk menghukumnya tanpa mendengarkan penjelasannya!


Sharon melihat wajah samping pria yang sedang menyeretnya. Kontur wajah pria sangat jelas, keseluruhannya terlihat begitu tampan. Namun, sejak Sharon masuk ke keluarga ini, wajah tampan ini tidak pernah menampakkan ekspresi baik padanya!


Padahal dia sedang mengalami demam tinggi yang membuatnya sangat sengsara, tapi tidak ada yang peduli.


Kini Nichole mengalami keguguran. Semua anggota Keluarga Thomson dan Cruise sangat membencinya sampai ingin mengulitinya?


Sharon tersenyum dingin, "Aku pergi sendiri."

__ADS_1


Cruise meliriknya sekilas. Tatapannya penuh kebencian dan keberangan. Tak ditemukan sedikit pun simpati maupun rasa iba.


"Cepat."


Cruise melontarkan satu kata itu dengan ekspresi datar, lalu berbalik dan berjalan cepat ke arah rumah Keluarga Thomson.


Sharon memandangi punggungnya. Dia seketika menyadari bahwa perjalanannya selama tiga tahun ini sungguh sangat konyol.


Rumah Keluarga Thomson di depan tampak terang benderang. Sharon tahu bahwa semua anggota Keluarga Thomson sedang menunggunya.


"Berlutut!"


Begitu Sharon tiba, Tuan Besar Thomson langsung membanting cangkir teh.


Sharon berdiri di sana. Dia berkata dengan nada datar, "Kenapa aku harus berlutut?"


Dia tidak bersalah, jadi kenapa dia harus berlutut?


Melihatnya seperti ini, Tuan Besar Thomson menjadi semakin marah, "Lihat orang seperti apa yang kamu nikahi!"


Tepat ketika Sharon hendak menjelaskan bahwa dia memang tidak bersalah, tangan Cruise tiba-tiba menekan pundaknya, "Berlutut."


Akibatnya, Sharon langsung jatuh berlutut di lantai, "Berlutut atau bercerai, pilih saja."

__ADS_1


__ADS_2