Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 92. Melakukan Sesuatu yang Menarik


__ADS_3

"Sengaja menungguku?"


Ketika suara tawa seorang pria terdengar, Sharon mengambil tas yang ada di samping dan berdiri. Lalu, dia melihat Dion sekilas dan berkata, "Aku butuh bantuan Tuan Muda Dion."


Dion menatap Sharon dengan mata persik yang berbinar-binar dan berkata, "Kalau begitu, apakah Nona Sharon keberatan untuk mentraktirku makan camlan malam?"


Selesai berbicara, Dion lanjut berkata, "Aku minum alkohol, jadi tidak bisa mengendarai mobil."


Ketika Dion berbicara, sekretarisnya sudah melipir pergi.


Sharon mengernyitkan alis dan berkata, "Aku tidak minum alkohol."


"Kalau begitu, ayo kita jalan?"


"Ayo jalan."


Ketika mereka berdua sedang mengobrol, lift dari kejauhan tiba-tiba terbuka. Cruise, Lando dan lainnya keluar dari lift.


Mata persik Dion pun sedikit menyipit. Dia mengangkat tangan dan menarik pergelangan tangan Sharon, lalu berkata, "Nona Sharon tidak keberatan, 'kan? Aku sedikit mabuk."


Ketika Cruise berjalan keluar dari lift, dia melihat pemandangan itu.


Awalnya Lando ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia langsung terkejut begitu melihat pemandangan ini dan langsung berkata, "Sharon, Tuan Muda Dion, kebetulan sekali."

__ADS_1


Mendengar suara yang familier, mata Sharon pun melihat sekilas pergelangan tangannya yang dipegang oleh Dion. Setelah itu, dia melihat ke belakang dan pandangannya berhenti pada Lando dan yang lainnya.


Sharon melirik mereka dengan datar. Dia ingin melepaskan tangannya dari Dion. Akan tetapi, Dion tiba-tiba melangkah maju ke arahnya dengan sedikit tersandung. Setelah itu, Sharon merasa bahwa pinggangnya seperti ada yang menyentuhnya dengan erat. Ternyata tangan Dion yang memegangnya dan berkata, "Kalau tidak mau berpengangan tangan juga tidak apa-apa, kamu bisa menopangku."


Napas hangat Dion terasa di samping telinga Sharon. Sharon pun sedikit mengangkat kepalanya dan melihat sepasangan mata persik yang tampak tersenyum samar. Hatinya pun sedikit gemetar.


Sharon sedikit mendorongnya untuk membuat jarak di antara mereka berdua dan berkata, "Sekretaris Tuan Muda Dion sepertinya belum berjalan terlalu jauh."


Jika dia begitu mabuk, untuk apa pergi makan camilan malam.


Baru saja Sharon selesai berbicara, Dion pun menarik kembali tangan yang awalnya menyentuh pinggang Sharon.


Seketika pinggang Sharon menjadi lebih lega. Lalu, dia mengernyitkan kening dan mendongakkan kepala menatap Dion dengan tersenyum samar.


Selesai berbicara, Dion menarik kembali pandangannya. Lalu, dia menatap Cruise dengan dingin dan tampak acuh tak acuh. Lalu, dia berkata, "Kebetulan sekali, Tuan Muda ruise, Tuan Muda Lando, Tuan Muda Geby."


Cruise menatap Dion dan Sharon yang berada di depannya. Mereka berdua berdiri dengan sangat dekat. Jika dilihat dari posisi Cruise, Dion seperti sedang memeluk Sharon.


Sementara Sharon hanya melihat Cruise sekilas dan tidak melihat ke arahnya lagi.


Cruise mengerutkan kening dan menatap Dion dengan dingin. Kemudian, dia pun melangkahkan kaki dan berjalan ke arah luar.


Bagaimanapun, mereka sudah bercerai. Jadi, apa yang terjadi dengannya juga tidak ada urusannya dengan Cruise.

__ADS_1


'Apakah dia mengira dengan dirinya berbuat seperti itu bisa menarik perhatian dirinya?' pikir Cruise dalam hati.


Polos!


Memikirkan hal ini, Cruise pun langsung melangkah pergi dengan sangat cepat.


Lando sedikit terkejut. Dia segera mengangguk ke arah Sharon dan Dion, lalu mengejar Cruise keluar.


Dion menyipitkan matanya sambil melihat punggung Cruise. Tak lama, dia menundukkan kepala untuk melihat Sharon dan berkata, "Bukankah kamu ingin mentraktirku makan camilan malam?"


Sharon mendongakkan kepala untuk melihat Dion dan tersenyum berkata, "Tadi kamu sengaja?"


Mata persik Dion sedikit bergerak, lalu dia berkata, "Kalau aku memang sengaja, kamu marah?"


"Aku tidak akan marah."


Ketika berbicara, Sharon terdiam sebentar dan baru lanjut berkata, "Hanya saja, aku merasa tidak menarik."


"Kalau begitu, lakukan sesuatu yang menarik."


Mendengar perkataan Dion, Sharon pun tanpa sadar bertanya, "Melakukan hal menarik apa?"


Dion tiba-tiba tersenyum, mata persiknya juga ikut tersenyum. Lalu dia berkata, "Jadi pacarku."

__ADS_1


__ADS_2