
"Aku akan pulang setelah semua urusan di sini beres."
Suara Eric juga agak tercekat, "Baik. Ayah dan Ibu akan menunggumu pulang."
"Iya."
Setelah mematikan telepon, Sharon mengangkat tangannya untuk menutupi wajah.
Dia telah tumbuh dewasa, tapi masih saja dikhawatirkan oleh orang tua hanya gara-gara pria seperti Cruise!
Sharon merasa dia benar-benar putri durhaka!
Novi mengambil ponsel dan diam-diam menunggu Sharon untuk melampiaskan emosinya.
Setelah lima menit berlalu, Sharon kembali tenang. Dia mengambil tisu dan bertanya dengan suara serak, "Apa aku bisa pinjam akun pemasaran atas nama perusahaan kakak sepupumu?"
I-Star yang terkenal itu dikelola oleh kakak sepupunya Novi, yaitu Juhri Chan. Demi pemasaran harian artis, sebuah perusahaan kecil di bawah I-Star membuat banyak akun pemasaran.
Novi tertegun sejenak. Lalu dia segera mengeluarkan ponselnya, "Tunggu, aku akan meminta orang dari kakak sepupuku!"
"Oke."
__ADS_1
Usai menjawab, Sharon memiringkan kepalanya untuk memandangi Gedung Frendi di luar jendela mobil. Tawa sinis terdengar dari mulutnya.
Dulu apa yang membuatnya percaya bahwa dia bisa meluluhkan hati Cruise?
Tiga tahun telah berlalu. Untungnya, sekarang dia telah sadar bahwa dia tidak mungkin bisa meluluhkan hati Cruise karena hatinya telah ditempati orang lain.
Hal ini tidak sepenuhnya buruk, setidaknya dia kalah dengan puas.
Hanya saja, dia tidak akan melupakan keluhan serta kemalangan yang ditanggungnya selama bertahun-tahun ini!
Selesai bertelepon dengan Juhri, Novi menoleh dan kebetulan melihat Sharon sedang memandang ke luar jendela mobil.
Langit di luar jendela tampak mendung. Separuh dari wajah Sharon terbenam dalam langit mendung itu.
"Ayo bersenang-senang malam ini?"
Mendengar itu, Sharon meliriknya dengan tatapan datar, "Tidak, aku perlu mengisi ulang bateraiku dulu."
Novi menghentikan mobil karena lampu merah. Dia lalu menoleh ke arah Sharon, "Sepertinya suasana hatimu cukup baik."
"Cruise tidak pantas membuatku bersedih terlalu lama."
__ADS_1
Novi mengangguk-anggukkan kepala.
Cruise memang sama sekali tidak pantas ditangisi oleh Sasa!
Awalnya Novi khawatir Sharon akan sedih. Sekarang dia mendapati bahwa dirinya terlalu meremehkan Sharon.
Sebelum jam sepuluh malam, Sharon sudah masuk ke kamar dan tidur. Di sisi lain, Novi bertengkar dengan orang yang memarahi Sharon di media sosial.
Sampai pada subuh jam tiga lebih, barulah Novi tidur dan baru bangun pada jam sembilan pagi.
Novi keluar kamar dengan mata sayu. Sharon sudah memakai make-up, mengganti baju dan membawa tas. Dia hendak keluar.
Sharon memiliki penampilan khas wanita lembut, dengan alis elok dan fitur wajah indah. Kecantikannya tampak natural, tapi sangat memikat hati orang.
Hari ini dia berpakaian sederhana, tapi entah kenapa terkesan sangat seksi. Tubuh bagian atas dibungkus sabrina longgar berwarna coklat tua. Tubuh bagian bawah mengenakan celana denim biru tua. Rambut panjangnya terurai. Bahunya lurus dan elok. Kakinya panjang dan ramping. Keseluruhan penampilannya jelas adalah kombinasi dari lembut dan seksi, sungguh enak dipandang.
Novi sangat menyukai penampilan Sharon. Dia tidak terlihat terlalu berlebihan, tapi juga tidak kehilangan daya pikat.
Bagus sekali.
"Aku keluar dulu."
__ADS_1
Sharon mengambil ponsel di meja sambil melihat Novi.
Novi bergegas memeluknya dengan erat, "Pergilah. Ucapkan selamat tinggal pada kesalahan, lalu sambut kehidupan baru!" Sharon menjawab sambil tersenyum, "Oke."