Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 100. Apa yang Ingin Kamu Katakan?


__ADS_3

Sepupu Novi sangat cekatan ketika melakukan sesuatu. Dalam waktu kurang dari dua jam dia sudah berhasil menggunakan cara lain untuk mengkambinghitamkan orang lain.


Sharon turun ke bawah dengan menyamar. Di bawah apartemen hanya tersisa satu atau dua orang paparazzi yang masih kekeh. Sharon mengenakan topi dan masker, dia juga memakai pakaian yang sangat biasa. Setelah itu, dia berjalan dengan santai melewati dua paparazzi itu dan tidak ada yang menyadari dia.


Akan tetapi, benar juga. Dibandingkan dirinya sebagai mantan istrinya ini, Nichole sebagai kakak ipar dan saat ini menjadi "kekasih baru" Cruise, jelas akan lebih menarik perhatian orang.


Nichole tidak menyangka bahwa opini publik akan beralih ke dirinya. Padahal, selama dia kembali beberapa hari ini, dia sudah mencoba untuk bersikap biasa saja karena takut menjadi pusat perhatian Keluarga Thomson. Akan tetapi, dia malah begitu apes menjadi sorotan tanpa melakukan apa-apa.


Melihat trending topic yang terus viral di Instagram, Nichole menjadi sangat panik. Dia mengeluarkan ponsel dan langsung menelepon Cruise.


Cruise juga baru tahu masalah yang ada di internet. Oleh karena itu, ketika dia menerima telepon dari Nichole, ekspresi wajahnya langsung berubah dingin. Lalu, dia berkata, "Ada apa?"


"Cruise, apakah kamu sudah melihat berita di internet?"


"Apa yang ingin kamu katakan?"


"Cruise, masalah di internet bukan aku yang melakukannya. Benar-benar bukan aku! Sekarang aku harus bagaimana? Apakah aku harus membawa Gita pulang ke rumah Keluarga Thomson?"

__ADS_1


Raut wajah Cruise menjadi muram ketika melihat ke bawah, "Kamu tidak perlu melakukan apa-apa, aku akan mengurusnya."


Mendengar perkataan Cruise, Nichole akhirnya bisa menghela napas lega, "Baiklah. Kalau begitu, aku tidak akan mengganggumu. Bye."


Setelah memutuskan panggilan telepon, Cruise berdiri sebentar di dalam kamar dan baru membalikkan badan turun ke bawah.


Begitu sampai di bawah, Tuan Besar Thomson melihatnya dengan penuh emosi, "Sebenarnya apa yang terjadi kemarin malam? Bukankah Nichole ada di luar negeri? Sejak kapan dia kembali? Cruise, apakah kamu sudah gila?! Apakah kamu masih belum merasa cukup mempermalukan Keluarga Thomson?"


Selesai Tuan Besar Thomson berbicara, sebuah gelas langsung terlempar dibawah kaki Cruise.


Sebuah cangkir teh yang sudah disiapkan hancur lebur begitu saja. Cruise hanya menunduk dan melihat sekilas, lalu berkata, "Aku akan mengurusnya."


"Cruise!"


Alfina mencoba mengejar Cruise, tetapi tidak berhasil mengejarnya. Dia hanya menatap Cruise yang berjalan turun ke garasi.


Alfina menghela napas, lalu menoleh dan berjalan ke arah Tuan Besar Thomson, "Ayah, paparazzi 'kan memang suka membesar-besarkan berita. Cruise sudah sebesar ini, dia pasti tahu batasan."

__ADS_1


Mungkin jika Alfina tidak berbicara itu jauh lebih baik. Karena begitu dia berbicara, Tuan Besar Thomson semakin mengamuk, "Ada batasan, ada batasan! Kalau dia memang benar-benar tahu batasan, kala itu kenapa dia bisa bercerai dengan Sharon!"


Alfina menatap Tuan Besar Thomson dan seketika menjadi terdiam.


Mungkin akan baik-baik saja jika tidak mengungkit masalah cerai. Begitu mengungkit masalah ini, Alfina justru merasa kesal pada Tuan Besar Thomson.


Apabila kala itu dia tidak bersikeras menghukum Sharon untuk berlutut di hadapan leluhur, Sharon dan Cruise tidak mungkin akan bertengkar hingga bercerai.


Carolin juga tak tahan untuk menyela dan berkata, "Kakek, kala itu siapa yang tahu identitas Sharon!"


Tuan Besar Thomson memelototi Carolin sekilas dan berkata, "Kamu masih berani berbicara? Justru karena kamu, keluarga kita jadi menyinggung Keluarga Tamin! Cepat pergi cari Sharon untuk minta maaf!"


"Kakek, aku sudah minta maaf di internet!"


"Sekarang aku hanya tanya kamu, kamu mau pergi minta maaf pada Sharon atau tidak?"


Raut wajah Carolin memucat. Lehernya menciut dan seketika tidak berani berbicara, "Pergi."

__ADS_1


Semakin memikirkannya, Tuan Besar Thomson semakin kesal. Oleh karena itu, dia langsung mengusir Carolin untuk kembali ke kamar.


Pagi-pagi sekali, Keluarga Thomson sudah dibuat kesal. Seluruh rumah penuh dengan dendam dan amarah.


__ADS_2