Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
033


__ADS_3

Begitu efek obat yang ada di tubuh Carolin bereaksi, dia benar-benar seperti orang gila. Wajah Lando pun tergores ketika sedang menahannya.


"Masih berapa lama lagi sampai di rumah sakit?" tanya Lando.


Sharon benar-benar sangat kejam. Dari mana dia menemukan obat yang reaksinya begitu besar?


Cruise tidak berbicara. Akan tetapi, tak lama kemudian, mobil sudah berbelok di tikungan dan berhenti.


Pada saat ini, Carolin sudah kehilangan kesadaran dan menarik pakaiannya sendiri sambil berteriak panas. Suaranya juga sudah berubah. Cruise menggendong dia masuk ke rumah sakit. Pasien yang sedang berobat di malam hari melihat mereka dengan tatapan mata aneh.


Beberapa suster menahan Carolin dan menyuntikkan glukosa ke tubuh Carolin. Setelah itu, Carolin baru perlahan membaik. Lando menghela nafas lega, baru saja ingin berbicara, dia melihat Cruise berjalan keluar.


Dia tertegun sejenak dan mengikutinya.


Aroma desinfektan di rumah sakit terlalu menusuk, jadi Cruise keluar untuk mencari udara.


Lando berjalan ke sampingnya dan berkata, "Kenapa Sharon berubah seperti orang yang berbeda ya?"


Cruise menoleh dan melirik Lando, "Apa yang ingin kamu katakan?"


Lando tersenyum dan berkata, "Meskipun perbuataan Sharon terlalu jahat, tapi kalau mendengar perkataannya Sharon tadi, sepertinya adikmu juga melakukan sesuatu hal yang jahat."


Cruise mengeluarkan rokok dan menundukkan kepala untuk menyalakannya.

__ADS_1


Tentu saja dia tahu bahwa Carolin pasti melakukan sesuatu yang jahat. Jika tidak, dia tidak mungkin pergi dan melepaskan Sharon begitu saja.


Kesan Lando pada Sharon saat ini justru menjadi lebih baik. Dia selalu ingat Sharon yang auranya tampak bersinar pada saat di ONE malam itu.


"Aku merasa setelah Sharon bercerai denganmu, dia seperti orang yang berbeda. Dulu dia tampak sangat lembut, sekarang tidak ada yang bisa menyinggungnya. Lebih baik kamu nasehati adikmu, kalau tidak, cepat atau lambat dia yang akan terkena masalah."


Cruise membuang asap rokok dan merengutkan kening berkata, "Sharon tidak akan berani."


Lando tersenyum dan berkata, "Dulu dia tidak berani, tapi tidak dengan sekarang."


Apa yag Lando katakan benar. Setelah bercerai dengannya, Sharon seperti kuda liar yang lepas kendali.


Sharon yang dulu bahkan tidak berani satu kata pun. Akan tetapi saat ini, dia bahkan berani mendongakkan kepala dan menatapnya erat-erat tanpa rasa takut apapun.


Cruise meliriknya sekilas dan menganggukkan kepala.


Mobil Lando masih terparkir di Golden Bar, jadi dia hanya bisa naik taksi untuk kembali ke sana.


Kemudian, sebelum tiba di Golden Bar, di perjalanan Lando melihat sesosok bayangan yang tidak asik. Sosok tersebut baru saja dia temui satu jam yang lalu ---- Sharon!


Awalnya dia mengira bahwa Sharon bercanda ketika berkata akan pergi makan malam, tak disangka mereka benar-benar sedang makan malam.


Lando merasa senang. Jadi, setelah lampu lalu lintas, dia langsung meminta supir untuk berhenti dan dia berjalan kembali ke pinggir jalan.

__ADS_1


Begitu Novi mendongakkan kepala, dia melihat Lando dan raut wajahnya berubah masam, "Sial sekali."


Sharon merasa bingung dan berkata, "Kenapa?"


Novi tidak berbicara apapun dan hanya menunjuk ke arah belakangnya.


Sharon menoleh dan melihat Lando yang berdiri di belakangnya. Lalu, Lando berkata, "Hai, Sharon. Kebetulan sekali."


Sharon mengerutkan kening ketika melihat Lando yang ingin duduk di sebelahnya. Dia langsung mengangkat tangannya dan menarik kursi yang ada di sampingnya.


Gerakan Lando sedikit lamban, jadi dia tidak berhasil merebut kursinya, "Sudah kebetulan ketemu begini, bagaimana kalau gabung saja?"


Lando sangat tertarik pada Summer Band.


Sharon tersenyum dan segera menghabiskan makanan yang ada di tangannya seolah tidak ada keberadaan Lando di sampingnya. Lalu, dia melirik sekilas ke arah Novi yang ada dihadapannya, "Sudah selesai makan belum? Ayo pergi."


Novi menyeka tangannya dan berkata, "Ayo pergi."


Mereka berdua berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Lando yang seperti bayangan di sana.


Lando kesal sampai tertawa. Dia bahkan merasa bahwa dirinya sangat bodoh karena turun dari taksi untuk menghampiri mereka.


Tepat ketika dia akan memanggil taksi lagi, dia melihat Sharon dan Novi yang baru selesai membayar makanan dicegat oleh beberapa preman yang mabok.

__ADS_1


Ketika melihat mereka, Lando hanya merasa senang, kali ini mereka pasti akan meminta bantuan padanya.


__ADS_2