
Hari ini Sharon perlu menghadiri rapat pagi. Selesai rapat, waktu sudah lewat jam sebelas.
Dia ditunjuk langsung dari kantor pusat. Selain CEO, posisinya adalah yang tertinggi. Baru beberapa hari setelah Sharon datang, karyawan di Perusahaan Wins sudah memiliki 13 rangkap cerita tentangnya.
Salah satu versi yang paling meyakinkan itu merumorkan bahwa Sharon adalah simpanan dari salah satu pemimpin di kantor pusat!
Meskipun Sharon bermaksud untuk mengambil alih perusahaan keluarga, dia tidak bermaksud untuk mengungkapkan identitasnya dalam waktu dekat. Di perusahaan, orang yang tahu bahwa dia adalah putri dari pemilik perusahaan ini hanyalah Delvina yang ikut datang bersamanya.
Benar! Bahkan CEO Darwin pun tidak tahu tentang hal ini.
Pemikiran Darwin lebih sederhana dari karyawan lain. Berdasarkan pengalamannya, Darwin merasa bahwa kantor pusat tiba-tiba mengutus wanita muda ini datang dengan menduduki posisi tepat di bawahnya pasti karena berencana untuk menjadikan wanita ini sebagai penggantinya.
Para pemimpin dan karyawan tidak takluk padanya. Sharon yang merupakan pendatang baru tentu saja merasa kesulitan dengan situasi ini. Kalau tidak, tadi malam Darwin tidak mungkin mengutusnya untuk menghadiri perjamuan.
Namun, Sharon selalu menyukai tantangan. Dia sendiri yang mau datang untuk melatih diri, jadi tentu saja dia tidak akan menangis dan pulang ke rumah untuk mengadu pada orang tuanya.
Setelah mendengarkan kata-kata Delvina, Sharon tersenyum, "Biarkan saja."
Lagi pula, dia telah mendengar banyak omongan buruk saat berada di Keluarga Thomson selama tiga tahun.
__ADS_1
Delvina mengangguk, kemudian melaporkan perbuatan Darwin, " ... Keluarga Wibowo sudah mengambil keputusan untuk tanah itu. Darwin sengaja menyerahkan tugas ini padamu agar kamu terjebak kesulitan."
Sharon mengangkat alis, "Hendro Susanto?"
Delvina menjawab, "Iya."
Sharon melirik Delvina semata, lalu tersenyum penuh arti, "Sebelum berakhir, tidak ada yang tahu apakah ini adalah kesulitan atau kesempatan."
Darwin ingin menjebaknya. Kini saingannya adalah Hendro, salah satu sahabatnya Cruise.
Hal ini cukup menarik.
Delvina tertegun sejenak, lalu segera bertanya, "Nona Sharon, Anda punya ide?"
Sharon tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Delvina sontak paham dan tidak lanjut bertanya lagi. Dia menyerahkan surat undangan yang baru saja diterimanya pada Sharon, "Nona Sharon, ini surat undangan untuk pesta hari jadi Perusahaan Vision."
Sharon mengambil undangan itu untuk melihat waktu pesta, Jumat malam.
__ADS_1
"Oke."
Melalui reaksi Sharon, Delvina menduga bahwa dia bersedia hadir.
Novi suka menyaksikan keramaian. Keluarga Thomson pasti juga telah diundang oleh Perusahaan Vision. Mengetahui hal ini, dia langsung memilih gaun yang dibawa pulang dari Paris. Pada Jumat sore, dia mengajak Sharon pergi ke salon kecantikan. Mereka menghabiskan lebih dari dua jam untuk perawatan dan hampir dua jam untuk merias muka.
Ketika mereka berdua tiba di pintu masuk hotel, waktu sudah menunjukkan pukul 7:30. Perjamuan telah dimulai selama setengah jam.
Malam ini semua wanita dan putri bangsawan di Kota Bionka akan hadir. Mereka yang pernah menghina Sharon pasti akan terkalahkan semua!
Kebetulan begitu turun dari mobil, Sharon langsung berpapasan dengan Alfina dan Carolin.
Salah satunya adalah mantan ibu mertua, satunya lagi adalah mantan kakak ipar.
Pada pandangan pertama, Alfina dan Carolin tidak langsung mengenali Sharon yang menggunakan riasan muka dan gaun pesta.
Saat melihat Sharon, Alfina bahkan tersenyum sambil memuji, "Nona dari mana ini? Cantik sekali. Sepertinya baru pertama kali aku bertemu dengannya."
Carolin juga merasa Sharon cantik, "Bu, aku juga tidak tahu. Tapi, kakak ini memang sangat cantik! Nanti setelah masuk, aku akan meminta nomornya, lalu memperkenalkannya pada Kakak. Dengan begitu, Ibu pun tidak perlu mengkhawatirkan masalah istri Kakak lagi!"
__ADS_1