Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 79. Keluarga Thomson Terlalu Mengintimidasi Orang


__ADS_3

Selesai Sharon berbicara, dia langsung melewati Cruise dan beranjak pergi.


Dion melihat Cruise sekilas dan berkata, "Tuan Muda Cruise semuanya bagus, hanya saja penglihatannya jelek bahkan hampir seperti buta."


Selesai berbicara, Dion tersenyum dingin dan mengejar Sharon.


Sharon kembali ke venue dengan wajah tanpa ekspresi. Delvina menghampiri dia dan pandangannya menatap wajahnya yang dingin. Delvina pun sedikit terkejut, tetapi dia segera tersadar dan berkata, "Nona Sharon, supir sudah berada di depan hotel."


 Sharon menenangkan tatapan matanya dan mengangguk berkata, "Ayo pergi."


Dion masuk ke dalam venue dan hanya melihat punggung Sharon.


Dia memicingkan matanya dan menghampiri Sharon, "Sharon."


Baru saja Sharon keluar dari pintu venue, dia mendengar Dion memanggilnya. Oleh karena itu, dia berhenti dan menoleh ke arahnya, "Tuan Muda Dion?"


"Sudah mau pulang?" tanya Dion.


"Iya."


Sharon mengiyakan dan tatapan matanya tampak datar.


Perkataan Cruise memang cukup menyakitkan hati orang.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku antar kamu?" tanya Dion.


"Tidak perlu, supirku sudah menunggu di depan pintu," ujar Delvina.


Dion melihat sekilas Delvina yang berdiri tidak jauh dan berkata, "Baiklah kalau begitu."


Sharon mengangguk dan berjalan ke arah lift.


Dion melambaikan tangan, lalu berdiri di sana melihat Sharon dan sekretarisnya masuk ke dalam lift dengan mata tersenyum.


Mobil hitam melaju di bawah sinar bulan. Sharon memiringkan kepalanya dan melihat ke luar jendela mobil. Dia kepikiran dengan perkataan Cruise dan sedikit mengernyit.


Delvina yang berada di samping memanggilnya, "Nona Sharon."


"Masalah penyebaran rumor sudah ada hasilnya," ujar Delvina.


Ketika berbicara, Delvina terdiam sebentar dan melihat Sharon sekillas. Setelah itu, dia baru berkata, "Nona Carolin yang melakukannya."


Sharon juga tidak merasa terkejut, dia hanya tersenyum dan berkata, "Carolin benar-benar sangat hebat."


Bibirnya tampak tersenyum, tetapi matanya tidak terlihat ada senyuman.


Delvina tidak bisa menebak pemikiran Sharon dan berkata, "Apakah hasil ini perlu disampaikan kepada Pak Eric?"

__ADS_1


"Katakan saja, kenapa tidak mengatakannya?" ujar Sharon.


Mereka tak henti menindas Sharon, lantas Sharon harus tetap diam saja?


"Aku mengerti, Nona Sharon," ujar Delvina.


Delvina segera merapikan semua datanya dan langsung mengirimnya kepada sekretaris Eric.


Malam itu, sekretaris Eric langsung menyampaikan hal ini kepada Eric.


Setelah Eric menjawab telepon, dia sangat marah hingga mengangkat tangannya untuk menepuk meja, "Tidak masuk akal! Keluarga Thomson benar-benar terlalu mengintimidasi orang!"


Merlin yang mendengar suara, tidak tahu kenapa Eric begitu marah besar, "Eric, kenapa kamu marah?"


Merlin sudah menikah dengan Eric selama tiga puluh tahun. Ini kedua kalinya dia melihat Eric begitu marah besar.


Eric mendongakkan kepala melihat sekilas istri kesayangannya, lalu mendengus dingin berkata, "Bukankah pagi ini ada orang yang menyebarkan foto aku dan Sasa sedang makan dan mengatakan bahwa Sasa adalah simpanan? Sekretaris Delvina sudah menyelidik dan ternyata yang menyebarkan rumor ini adalah nona dari Keluarga Thomson itu."


Sejak Merlin masih muda, dia memang bukan sosok orang yang bisa menahan emosi. Keluarga Febian dan Eric selalu menjaganya dengan baik dan tidak pernah merasakan sedih. Oleh karena itu, begitu mendengar hal ini dia lebih emosi daripada Eric, "Eric, cepat minta sekretaris Rian untuk memesan tiket pesawat. Besok aku mau ke rumah Keluarga Thomson untuk meminta pertanggungjawaban."


Eric besok masih memiliki sebuah rapat penting. Akan tetapi, putri kesayangan lebih penting daripada rapat, jadi dia berkata, "Baik! Besok kita pergi ke Keluarga Thomson untuk minta pertanggungjawaban!"


Eric kembali mengambil ponsel dan langsung meminta sekretarisnya untuk memesan tiket pesawat ke Kota Bionka besok.

__ADS_1


Ketika Sharon mengetahui hal ini, dia hanya tersenyum datar dan berkata, "Kalau begitu, besok aku akan pergi menjemput Ayah dan Ibu."


__ADS_2