
Ketika Novi mendengar bahwa Sharon akan balas dendam pada Carolin, dia tampak sangat bersemangat. Kurang dari jam tujuh malam, dia sudah pergi ke apartemen Sharon, "Sasa, aku sudah menyiapkan obatnya. Semua aman tanpa ada jejak apapun. Setelah 24 jam, aku yakin tidak akan ada siapapun yang bisa menyelidikinya."
Sharon tersenyum dan berkata, "Oke."
Novi sedikit tidak sabaran karena melihat Carolin yang begitu sombong. Bahkan, dia dengan beraninya menyuruh orang untuk melakukan sesuatu terhadap Sharon. Jika bukan karena Sharon ingin turun tangan langsung, kemarin Novi pasti sudah membawa orang pergi ke rumah Keluarga Thomson untuk menghajar Carolin.
"Sepertinya sudah waktunya. Sekarang kita berangkat ke acara perjamuan. Orang suruhanmu seharusnya sudah membawa Carolin ke sana, 'kan?"
Sharon melirik Novi sekilas dan berkata, "Untuk apa buru-buru? Biarkan saja dia merasa sedikit putus asa, bukankah itu lebih baik?"
Novi tertegun sejenak, lalu dia baru tersadar dan berkata, "Apa yang kamu katakan masuk akal juga."
Mereka berdua berangkat pukul delapan. Ketika tiba di acara pejamuan waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan.
Carolin sudah dikurung di dalam ruangan VIP selama satu jam lebih dengan pintu terkunci dari luar. Apalagi, kedap suara ruangan VIP di acara pejamuan ini sangat bagus. Jadi, sekalipun dia berteriak hingga suaranya serak tidak akan ada orang yang akan mendengarnya.
Awalnya Carolin kesal sampai gemetaran. Akan tetapi, karena dikurung terlalu lama, perlahan dia mulai ketakutan.
Mengingat posisi Keluarga Thomson di Kota Bionka, seharusnya tidak ada orang yang berani menyentuhnya. Akan tetapi, satu jam yang lalu dia ditangkap dan diseret orang masuk ke dalam mobil dijalanan. Setelah itu, dia dibawa ke sini.
__ADS_1
Orang-orang tersebut langsung pergi setelah membawanya ke sini. Kemudian, mereka menguncinya dari luar dan pergi, hingga saat ini, tidak ada orang yang memedulikannya.
Ketika pintu didorong terbuka, dibenak Carolin sudah muncul banyak khayalan tentang kasus pembunuhan. Akan tetapi, dia tertegun sejenak begitu melihat Sharon. Setelah tersadar dari lamunannya, dia benar-benar sangat kesal dan berkata, "Kamu yang membayar orang untuk menculikku ke sini?"
Sharon menatap Carolin dan tersenyum, "Apakah kamu merasa terkejut?"
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Carolin.
"Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu, Nona Carolin? Kamu pasti merasa sayang sekali dengan masalah kemarin malam?" ujar Sharon.
Mendengar Sharon mengungkit masalah kemarin malam, raut wajah Carolin membeku, "Aku tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan."
Sejak awal Novi sudah mempersiapkan semuanya, dia mengeluarkan pil obat dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Sharon.
Sharon menerima dan membuka bungkusan obat tersebut. Kemudian, dia memasukkan obat tersebut ke dalam wine di hadapan Carolin.
Setelah melakukan ini semua, Sharon kembali melihat Carolin dan berkata, "Nona Carolin, aku sudah pernah mengatakannya sebelumnya. Aku ini adalah orang yang tidak bisa dirugikan."
Sambil berbicara, Sharon mengayunkan wine yang ada di tangannya dan berkata, "Kalau aku dirugikan, aku akan balas dendam. Bahkan, aku akan balas dendam berlipat ganda."
__ADS_1
Selesai Sharon berbicara, dia berjalan menghampiri Carolin, lalu menahan bagian dagunya dan menuang wine tersebut ke dalam mulut Carolin.
Carolin benar-benar sangat terkejut, dia ingin sekali menggelengkan kepala, tetapi tenaga Sharon jauh lebih kuat daripada yang dia bayangkan. Bagian dagu bawahnya di tahan oleh Sharon, lalu wine pun tak henti mengalir masuk ke dalam kerongkongannya. Bagaimanapun dia berusaha untuk memuntahkannya, tetap saja tidak bisa.
Carolin ingin memberontak, tetapi kedua tangannya ditahan oleh Novi. Matanya memerah dan memelototi Sharon dengan erat.
Sharon menundukkan kepala sambil melihatnya dengan ekspresi tersenyum yang senang. Tangannya pun tak berhenti menuangkan wine tersebut sedikit demi sedikit ke dalam mulutnya.
Ketika pintu didorong terbuka, pas sekali Sharon sudah selesai menuangkan wine tersebut.
Dia membuang gelas wine tersebut dan mengambil selembar tisu yang ada disamping untuk menyeka jari tangannya.
Begitu melihat orang yang datang adalah Cruise dan Lando, Carolin buru-buru berlari ke arah mereka dan berkata, "Kak! Dia memberi obat padaku! Dia mau mencari orang untuk memperkosa aku!"
__ADS_1