Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 54. Perlu Bantuanku Tidak?


__ADS_3

Hari ini Sharon datang hanya untuk memenuhi taruhannya saja. Jadi, dia sama sekali tidak tertarik pada barang lelang malam ini.


Dion yang berada di samping juga tidak ada pergerakan apapun, sepertinya juga tidak tertarik pada apapun.


Akan tetapi, tatapan matanya terlihat sangat jelas. Sharon pun menoleh ke samping dan bertanya padanya, "Tuan Muda Dion tidak tertarik pada apapun?"


"Ada," ujar Dion.


Matanya tersebut tampak tersenyum. Dion mengambil sebotol air mineral, lalu membukanya dengan perlahan dan meneguknya. Kemudian, dia menatap Sharon dengan tersenyum tipis dan berkata dengan santai, "Tapi, yang aku suka tidak bisa dilelang."


Perkataan Dion ada maksud tertentu. Sharon pun tersenyum dan pura-pura tidak mengerti, lalu berkata, "Oh, kalau begitu sayang sekali."


"Kalau Nona Sharon?" tanya Dion, sambil memutar nomor yang ada di tangannya.


Sharon ingin mengatakan tidak ada, tetapi botol tembakau yang ada di layar membuatnya sedikit tertarik.


"Botol tembakau ini, lumayan cantik," ujar Sharon.


Eric suka mengoleksi botol tembakau. Begitu melihat botol tembakau ini, Sharon pun merasa Eric akan menyukainya.


Beberapa hari lagi Eric akan datang ke Kota Bionka, sepertinya cukup bagus juga kalau dia membelinya sebagai kejutan untuk Eric.


Yap, Sharon memang anak perempuan yang begitu berbakti.


Dion menaikkan alis dan mulai tertarik, "Nona Sharon suka?"


Sharon melihat Dion sekilas dan berkata, "Ayahku yang suka."


"Ternyata begitu," ujar Dion.

__ADS_1


Dion menganggukkan kepala, lalu melihatnya sekilas tanpa berbicara apapun.


Ini adalah botol tembakau yang berusia dua ratus tahun, harga awal untuk lelang barang ini adalah empat miliar delapan ratus juta.


Orang yang tertarik tidak terlalu banyak, sudah beberapa putaran penawaran harganya mentok di lima miliar dua ratus juta.


Sharon mengangkat papan nomor setelah penawaran berhenti selama beberapa detik. Juru lelang pun melirik Sharon sekilas dan berkata, "Nona ini melakukan penawaran lima miliar enam ratus juta. Lima miliar enam ratus juta sekali ...."


Baru saja juru lelang selesai berbicara, Cruise yang berada tidak jauh mengangkat papan nomor. Juru lelang kembali menghentikan palu dan berkata, "Enam miliar sekali ...."


Dion menyipitkan mata dan melihat ke arah Sharon, "Perlu bantuanku tidak?"


Sharon tersenyum dan menggelengkan kepala, "Tidak perlu."


Sharon kurang lebih tahu berapa harga botol tembakau ini. Jika harga botol tembakau ini melebih enam miliar, maka itu sudah terlalu tinggi.


Akan tetapi, Eric memang tidak memiliki botol tembakau ini. Jadi, setelah memikirkannya sejenak, dia pun menambah dua ratus juta lagi.


"Enam miliar empat ratus juta! Tuan ini melakukan penawaran enam miliar empat ratus juta!"


Mereka berdua terus berkompetisi seperti ini, hingga pada akhirnya penawaran harga satu botol tembakau kecil ini mencapai delapan miliar.


Sharon pun mendengus dan menurunkan papan angkanya. Dia tidak berencana untuk rebutan lagi.


Cruise senang menjadi seseorang yang suka membuang-buang uang, tetapi dia tidak suka.


Dion yang berada di samping tersenyum da berkata, "Aku akan bantu kamu untuk merebutnya kembali."


Begitu Sharon mendengarnya, dia buru-buru menahan Dion dan berkata, "Biarkan dia yang buang-buang uang."

__ADS_1


Mendengar Sharon berkata seperti itu, Dion pun tersenyum dan menarik kembali papan angkanya, lalu berkata, "Aku akan mendengar perkataanmu."


Di ruangan lelang pun sudah tak terdengar lagi suara orang rebutan. Pada akhirnya, juru lelang membuat keputusan akhir dan botol tembakau dijual dengan harga delapan miliar.


Lando mengerutkan kening dan berkata, "Botol tembakau ini tidak worth it dengan harga segitu."


Cruise melihat ke arah Sharon yang berada tidak jauh sedang menghadap ke samping  dan berbicara sesuatu dengan Dion. Kemudian, mereka berdua mendongakkan kepala, saling bertatapan dan tersenyum.


Cruise tidak senang melihatnya. Jadi, begitu mendengar perkataan Lando, dia hanya mendengus dingin dan berkata, "Aku punya uang."


Lando mendengus dan berkata, "Terserah kamu."


Akan tetapi, mereka datang bukan untuk mendapatkan botol tembakau ini, melainkan sebuah lukisan.


Sharon tidak menyangka bahwa lukisan dari lelang malam ini akan begitu keren. Harga awal lukisan pemandangan seorang master ini  lebih dari enam miliar. Dion langsung membuka penawaran delapan miliar. Tampaknya Dion yang akan mendapatkan lukisan ini.


Hanya saja, orang yang menginginkan lukisan ini tak hanya Dion seorang. Di satu ruangan ini, Cruise dan Dion tak henti melakukan penawaran hingga harganya mencapai lima belas miliar.


Ini adalah penawaran harga dari Cruise. Tepat ketika Sharon mengira bahwa Dion akan melanjutkan penawaran, Dion tiba-tiba tidak bergerak.


Sharon terkejut sejenak dan melihat ke arah Dion, lalu berkata, "Tuan Muda Dion?"


Dion menatapnya, lalu sepasang matanya tampak tersenyum hingga membuat orang pun terpana. Lalu, dia berkata, "Apa yang kamu katakan benar, lebih baik biarkan saja dia yang membuang-buang uang."




__ADS_1



__ADS_2