Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 47. Jangan Tertipu oleh Wajahnya


__ADS_3

Ketika Sharon bangun keesokan harinya, dia melihat tautan yang dikirim kepadanya kemarin tengah malam. Lalu, dia memijat pelipisnya sambil membuka tautan tersebut.


Video dirinya dan Dion berdansa kemarin malam sudah tersebar luas di internet. Saat ini, dia yang terkenal ditinggalkan suami pun seketika berubah menjadi pacar baru Dion.


Tak hanya video dia dan Dion berdansa saja yang tersebar di internet, tetapi foto mobilnya mogok dan akhirnya dia naik mobil Dion pulang juga ikut tersebar di internet.


Judul yang ditulis oleh para media gosip juga tidak ada yang bisa diandalkan. Entah apa itu hubungan yang sangat panas dan terus menempel.


Sharon pun tersenyum sinis sambil melempar ponselnya ke samping kasur. Lalu, pergi ke kamar mandi untuk siap-siap.


Gosip tidak jelas, tidak menarik.


Sharon sama sekali tidak peduli terhadap dirinya yang sedang trending topic ini. Ketika berangkat ke kantor dia bahkan sekalian pergi membeli sarapan.


Pagi ini Sharon tidak perlu rapat, tetapi kerjaannya juga sangat banyak. Sejak tadi dia sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk.


Ketika dia tersadar, waktu makan siang sudah tiba.


Delvina mengetuk pintu dan masuk, lalu berkata, "Nona Sharon, Anda mau makan siang apa?"


Tangan Sharon yang memegang pena terdiam sejenak, lalu dia mendongakkan kepala melihat Delvina sambil tersenyum dan berkata, "Kamu ingin makan apa, sekalian bungkus satu untukku."


Meskipun Keluarga Tamin kaya raya, mereka tetap tidak pernah mengungkapkan identitas Sharon karena khawatir ada orang yang berniat buruk padanya. Semasa Sharon sekolah juga sama seperti siswa lainnya. Dia pernah makan di hotel berbintang lima, juga pernah makan di pinggir jalan.


Yang terpenting adalah makanannya enak.

__ADS_1


"Baik!"


Baru saja Delvina keluar, Sharon menerima telepon dari Eric.


"Sasa, sudah makan siang belum?" tanya Eric.


Sharon meletakkan pulpen dan duduk bersandar di kursi, lalu berkata, "Barusan aku meminta sekretarisku untuk membeli makan. Ayah, sudah makan belum?"


"Sudah," ujar Eric.


Sambil berbicara, Eric pun berdeham dan bertanya, "Sasa, kamu sedang pendekatan dengan Dion?"


Sharon tertawa mendengar perkataan Eric dan berkata, "Ayah, apakah yang Anda bicarakan. Aku baru saja bercerai tidak lama."


"Aku mengerti, Ayah," ucap Sharon.


Begitu memutuskan telepon, Sharon pun membuka Instagram.


Trending topic sudah berubah. Dia pun mencari kata kunci mengenai dia dan Dion, tapi hanya tersisa beberapa akun saja yang masih ada.


Cepat juga hilangnya.


Pada saat yang bersamaan, kantor direktur lantai 27 di Gedung Frendi.


"Pak Cruise, ada orang yang sudah menurunkan topik Nona Sharon dan Tuan Muda Dion," ujar Kendy.

__ADS_1


Raut wajah Cruise yang berada di meja sangat dingin. Dia berkata, "Kalau begitu, tidak perlu pedulikan."


Kendy menganggukkan kepala, lalu buru-buru meninggalkan kantor.


Sore hari pukul lima sore, Delvina mengingatkan Sharon bahwa malam ini Sharon ada acara makan malam.


"Oke," ujar Sharon.


Sharon mengerutkan kening dan berkata, "Coba kamu desak mereka, aku mau besok sebelum kelar kerja rencana pekerjaan sudah ada diberikan padaku."


Tanah itu sangat penting, Sharon tidak ingin kehilangan kesempatan.


"Baik, Nona Sharon," ujar Delvina.


Malam hari pukul enam, Sharon merapikan makeup dan pergi ke Hotel Starsea bersama Delvina.


Baru saja Sharon turun dari mobil, dia melihat Cruise juga turun dari mobil.


Ck, kebetulan sekali.


Sharon menaikkan alisnya, lalu membawa tasnya dan masuk ke dalam hotel seolah tidak melihat Cruise.



__ADS_1


__ADS_2