Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 22. Aku Mampu Membayarnya!


__ADS_3

Lando yang datang karena keributan itu melihat sekilas ke arah Carolin, lalu melihat Sharon dan berkata, "Apa yang terjadi?"


"Kak Lando, Sharon menyelinap masuk ke sini dan ingin mencuri sesuatu! Barusan gelangku hampir saja hilang dicuri oleh dia! Cepat kamu suruh satpam untuk mengusir dua pencuri ini keluar. Jangan sampai tamu terhormat kehilangan barang penting mereka!" ujar Carolin.


Mendengar perkataan Carolin, Sharon benar-benar kesal sampai tertawa, "Kemampuan berbohong Nona Carolin memang sangat hebat.'


Lando yang berada di tengah-tengah mencoba untuk menyelesaikan masalah ini, "Ini pasti hanya salah paham saja. Kami yang mengundang Nona Sharon kemari. Carolin, kamu salah paham."


Begitu Lando mengatakan hal tersebut, raut wajah Carolin seketika berubah menjadi pusat pasi.


Setelah membuat keributan sebesar ini, dia malah diberitahu bahwa ternyata Keluarga Rosli-lah yang mengundang Sharon datang.


Orang-orang sekitar yang melihat keramaian pun menatap Carolin, lalu menatap Sharon. Wajah Carolin tampak memucat, sedangkan Sharon tetap berdiri santai di tempat dengan ekspresi wajah dingin. Begitu melihat mereka dalam keadaan seperti ini, tentu saja semua orang tahu siapa yang bermasalah.


Akan tetapi, bagaimana mungkin Carolin akan melepaskan Sharon begitu saja meski Lando sudah buka suara bahwa dialah yang mengundang Sharon ke sini? Kondisinya sudah seperti ini, kalau dia membiarkannya pergi begitu saja, dia pasti akan kesal setengah mampus malam ini.


"Kalau begitu, aku mau dia minta maaf padaku! Barusan dia hampir saja membuat gelangku hilang!" ujar Carolin.


Ini bukan pertama kalinya Sharon difitnah oleh Carolin seperti ini. Selama dirinya berada di Keluarga Thomson tiga tahun, dia sudah difitnah oleh Carolin lebih dari tiga kali.

__ADS_1


Sekarang Carolin menggunakan trik yang sama lagi! Apakah dia benar-benar menganggap Sharon bodoh?


Novi yang berada di samping pun kesal sampai gemetaran. Baru saja dia akan berbicara, Sharon mengangkat tangan dan menahannya.


Sharon menoleh sekilas ke arah Novi. Novi sempat terkejut sesaat. Begitu tersadar, dia pun menggertakkan gigi dan menahan diri.


"Kamu mau aku minta maaf?" ujar Sharon.


Carolin mendengus dingin dan berkata, "Bacot! Kalau bukan karena ketahuan kami, kamu pasti sudah mencuri gelang ini, 'kan?"


Sedari tadi, Carolin tak henti mengatakan bahwa Sharon pencuri. Akan tetapi, dari Sharon masuk sampai sekarang, Sharon bahkan tidak mendekati Carolin sama sekali.


Tentu saja, Carolin tidak merasa cukup. Akan tetapi, dia juga tahu apabila membuat keributan lebih besar lagi juga tidak baik. Pokoknya selama dia berhasil menginjak-injak Sharon, dia sudah menang.


"Aku orangnya pemaaf, jadi aku tidak akan perhitungan denganmu," ujar Carolin.


Mendengar perkataan Carolin, Sharon langsung tertawa dan berkata, "Nona Carolin memang sangat pemaaf."


Sambil berbicara, dia berhentin sejenak, "Oh iya, aku ingin bertanya, berapa harga gelang Nona Carolin?"

__ADS_1


"Itu limited edition. Harganya enam ratus juta lebih. Lagi pula, kamu juga tidak sanggup beli!"


Sharon menaikkan mata sebelah, lalu dia membawa tiga gelas wine tersebut dan berjalan ke hadapan Carolin. Lalu, dia sedikit menundukkan kepala dan menatap Carolin dengan dingin, "Maaf ya, Nona Carolin. Selama ini, aku orangnya tidak suka rugi."


Sambil berbicara, Sharon mengangkat tiga gelas wine tersebut di atas kepala Carolin. Lalu, dia menggerakkan tangannya dan menuang tiga gelas wine tersebut hingga membuat kepala Carolin basah kuyup.


"Aaah!"


Carolin berteriak dengan tidak percaya. Akan tetapi, itu belum berakhir. Sharon melempar ketiga gelas wine tersebut, lalu menarik pergelangan tangan Carolin. Tepat ketika Sharon akan main tangan, Cruise yang melihat dari samping dengan dingin tiba-tiba mengulurkan tangan dan menahan pergelangan tangan Sharon, "Cukup Sharon!"


"Cukup?" ujar Sharon.


Sharon mendengus dingin dan berkata, "Tapi di mataku, ini sama sekali belum cukup!"


Sambil berbicara, dia menarik gelang yang ada di tangan Carolin dengan sekuat tenaga.


Carolin masih belum tersadar dari kejutan disiram tiga gelas wine tersebut. Akan tetapi, gelang yang ada di tangannya tersebut sudah ditarik putus oleh Sharon. Dia pun berteriak histeris dan minta Sharon ganti rugi.


Pada detik berikutnya, Sharon langsung melempar selembar cek di muka Carolin dan berkata, "Hanya gelang seharga tujuh ratus juta doang! Aku mampu membayarnya!"

__ADS_1


__ADS_2