
Sharon membawa Eric dan Merlin masuk ke ruangan VIP. Setelah duduk, Eric tiba-tiba kepikiran sesuatu dan bertanya, "Apakah anak Niko yang barusan itu juga sangat dekat dengan Carolin?"
Tangan Sharon yang sedang menyeduh teh tiba-tiba terhenti dan melihat Eric sekilas, "Ayah?"
"Hmph! Jangan kira aku tidak tahu kalau mereka pernah bekerja sama untuk menindas kamu."
Meskipun selama tiga tahun itu mereka memutuskan hubungan ayah dan anak, Eric masih sangat peduli terhadap Sharon.
Sharon sangat baik dalam segala hal, hanya saja dia terlalu keras kepala.
Selama tiga tahun Sharon menikah ke Keluarga Thomson, Eric sama sekali tidak perlu secara khusus melakukan penyelidikan. Dia hanya perlu mencari tahu tentang istri Tuan Muda Kedua Keluarga Thomson. Setelah itu, dia sudah tahu bagaimana Sharon melewati hari di rumah Keluarga Thomson.
Sharon dan Carolin sudah pernah bertengkar beberapa kali, jadi bagaimana mungkin Eric tidak tahu masalah ini.
Sharon melihat Eric sekilas dan berkata, "Sekarang Ayah ingin membantuku untuk balas dendam?"
Merlin yang berada di samping membuka suara dan berkata, "Kami tidak akan mempermasalahkan masalah kalian sebelum bercerai. Tapi, kelak kami tidak akan sungkan lagi ketika Keluarga Thomson atau orang lain berani menindasmu."
Hari ini Merlin juga sangat kesal dengan sikap Keluarga Thomson. Dia juga sudah menjadi wanita terhormat selama beberapa tahun. Meskipun ketika masih muda dia juga seperti orang princess, dia juga tidak pernah menindas orang seperti Keluarga Thomson.
__ADS_1
Jika bukan karena Sharon sudah bercerai dengan Cruise, Merlin pasti akan membiarkan Carolin bertanggung jawab atas semua hal yang sudah dia lakukan. Sekalipun tidak bisa berbuat apa pun terhadap Keluarga Thomson, dia juga akan membalasnya mereka dengan kejam agar mereka juga merasakan yang namanya sakit.
Setelah Sharon selesai menyeduh teh, dia menuangkan teh kepada mereka, lalu berkata, "Bu, Ibu masih khawatir aku akan ditindas orang?"
Merlin melirik Sharon sekilas dan berkata, "Siapa tahu suatu saat otakmu rusak lagi."
Sharon merasa malu. Ketika masih muda, dia memang tidak berpikir panjang dan otaknya memang tidak terlalu baik.
Pada saat meninggalkan rumah Keluarga Thomson, Eric dan Merlin terlihat senang mungkin karena mereka melihat wajah Tuan Besar Thomson yang tampak memucat. Ditambah lagi, Sharon juga menyela dan membicarakan masalah yang lainnya. Maka dari itu, suasana hati Eric perlahan menjadi membaik.
Setelah makan malam, Sharon langsung mengantar mereka berdua kembali ke hotel.
Sebelum Sharon pergi, Eric tiba-tiba bertanya padanya, "Bagaimana hubungan kamu dengan anak dari Keluarga Kusalo itu?"
Eric melihat dia sekilas dan berkata, "Beberapa hari yang lalu aku baru makan bersama dengan Ayahnya. Dengar-dengar Dion mengatakan pada keluarganya bahwa dia menyukai seorang wanita. Kalau dia berhasil mendapatkan hati wanita tersebut, dia akan menikahinya."
Mendengar perkataan Eric, Sharon pun berkata, "Belakangan ini aku tidak begitu ada komunikasi dengan Dion."
Ekspresi Eric masih sama seperti tadi, lalu dia berkata, "Benar kan apa kataku. Beberapa waktu lalu dia baru bilang ingin mengejarmu. Tapi, sekarang dia malah menyukai orang lain. Kali ini kamu jangan sampai berbuat bodoh lagi ya, Sasa."
__ADS_1
"Ayah!"
Sharon pun tak tahan untuk menyela perkataan Eric dan berkata, "Ayah dan Ibu segeralah beristirahat. Besok aku akan mengantar kalian ke bandara."
Eric pun melihat waktu dan berkata, "Waktu juga sudah larut, sudah saatnya kamu pulang. Hati-hati di jalan."
"Aku tahu. Good night, Ayah."
"Good night."
Sharon melambaikan tangan, lalu menutup pintu kamar dan beranjak pergi.
Baru saja masuk ke dalam mobil, Novi sudah meneleponnya. Sharon menghubungkan telepon ke bluetooth wireless sambil teleponan, "Hm?"
Novi yang ada dibalik telepon terdengar bersemangat sambil scroll tabletnya, "Sasa, akhirnya kamu sudah berpikir lebih terbuka dan tidak menyembunyikan identitasmu sebagai anak orang kaya lagi?"
Sharon tersenyum dan berkata, "Berbicaralah bahasa manusia."
Novi tertawa dan berkata, "Carolin sudah minta maaf di Facebook. Sekarang kalangan sosialita di Jakarta pun menjadi gempar. Semua orang bertanya-tanya kenapa kamu bisa menjadi anak orang terkaya di Kota Namika. Oh ya, aku mengirim sebuah foto padamu, coba kamu lihat."
__ADS_1
Ck! Aksi Carolin ternyata cepat juga.
Akan tetapi, saat ini dia sedang mengendarai mobil, jadi tidak bisa membukanya. Sharon tersenyum dan berkata, "Aku baru saja mengantar orang tuaku ke hotel. Aku sedang mengendarai mobil, jadi tidak bisa buka. Nanti aku akan meneleponmu lagi."