Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 14 Malam Ini Kalian Beruntung


__ADS_3

Sharon dibawa ke ONE oleh Novi dengan alasan ulang tahun. Bagaimanapun juga, Nona Novi adalah ratu pertunjukan malam. Jadi, tentu saja dia dapat bermain seenaknya di tempat kecil seperti ONE.


Sebagian besar tempat telah disewa oleh Novi. Ada banyak orang dan hampir semuanya saling kenal.


Sharon bergegas kemari setelah dia pulang dari perjamuan. Pakaiannya masih sama dengan pakaian yang dikenakannya ke perjamuan, yaitu halterneck putih bahan sifon dengan jas bergaris di bagian luar. Ada pula celana panjang hitam dengan sepatu hak tinggi tujuh sentimeter. Keseluruhannya tampak keren dan cakep.


Setelah duduk, Sharon melepas jasnya.


Novi membawa seorang pria dari kejauhan. Di bawah cahaya warna-warni, Sharon dapat melihat bahwa pria itu adalah Lovis Muar.


Novi berjalan mendekat, lalu menepuk pundak Sharon, "Sasa, apakah kamu masih kenal dia?"


Sharon tersenyum, "Tentu saja."


Setelah lima tahun tidak bertemu, Lovis tumbuh semakin dewasa.


Sharon menatap pria jangkung dan tampan di depannya sambil mengangkat alis, "Kapan kamu kembali ke sini?"


"Kemarin."


Lovis duduk. Dia mengambil dua gelas minuman dan menyodorkan salah satunya pada Sharon.


Junifer Torin datang dari kejauhan, "Hei, Band Summer SMA Pratama hadir semua!"

__ADS_1


Begitu Junifer selesai berbicara, Novi langsung melompat, "Oh, iya! Benar juga!"


Usai berkata, Novi berteriak pada pria yang duduk tidak jauh darinya, "Gel, cepat ke sini!" "Nona Novi, usiaku sudah 27 tahun. Tolong beri aku muka, jangan sebut nama panggilanku lagi, oke?"


Seorang pria berwajah kekanak-kanakkan muncul seiring dengan suaranya.


Novi mendengus, "Aku memanggilmu Gel karena aku memberimu muka. Jangan banyak permintaan!"


Gelvin Hasaka takut pada Novi, jadi dia hanya bisa mengangkat tangannya tanda menyerah, "Aku salah."


"Begitu dong!"


Melihat mereka berdua beradu mulut, Sharon merasa seolah kembali ke masa sekolah.


Kemudian Novi langsung mengutus orang untuk memindahkan instrumen musik ke atas panggung.


"Ayo, ayo, ayo, malam ini kita harus bersenang-senang!"


Setelah bertahun-tahun, Novi masih bertingkah seperti gadis sekolah menengah.


Tepat saat Sharon hendak berbicara, Novi telah menyeretnya ke atas panggung dan mendorongnya ke depan drum.


"Novi, aku ...."

__ADS_1


Sudah lima tahun Sharon tidak menyentuh drum. Namun, Lovis langsung menyerahkan dua stik drum padanya sebelum dia sempat menolak.


"Lupa?"


Melihat Sharon tidak merespons, Lovis mendecakkan lidahnya.


Sharon mengangkat alisnya, lalu mengulurkan tangan dan langsung mengambil stik drum itu. Dia memutarnya beberapa kali dan berkata, "Bagaimana mungkin!" Hanya saja, dia memang sudah agak asing!


Sharon duduk dan memukul drum beberapa kali untuk menguji suara. Suara drum segera menarik perhatian Novi dan Gelvin.


Sharon tersenyum pada mereka berdua, "Kenapa? Kalian lupa?"


Novi sudah lama tidak melihat Sharon bermain bebas seperti ini. Dia langsung bersemangat, "Sasa, jangan meremehkanku! Beberapa tahun ini aku selalu latihan!"


Novi adalah pemain bass, Gelvin dan Lovis adalah pemain gitar, sementara Lovis juga merupakan vokalis. Inilah Summer Band yang sangat populer pada masa mereka.


Sayangnya setelah mereka menyelesaikan Ujian Nasional, band langsung dibubarkan dan popularitasnya pun menurun drastis.


Setelah tumbuh dewasa, mereka tidak lagi bermain bebas seperti sebelumnya, terutama Sharon yang mengorbankan segala sesuatu demi cinta.


Ketiga orang lainnya kembali mendapatkan semangat muda setelah mendengar suara drum dari Sharon. Novi tiba-tiba mengangkat mic ke mulutnya dan berteriak, "Malam ini kalian benar-benar sangat beruntung! Summer Band yang terkenal kembali tampil lagi. Kalau kalian punya tangan, tepuk tangan! Bagi yang punya mulut, ayo bersorak!"


Novi selalu jago dalam hal meramaikan suasana. Satu kalimatnya yang singkat sontak menghebohkan semua orang di bawah panggung.

__ADS_1


Setelah selesai menyetel instrumen, ketiga orang itu melihat Sharon. Sharon mengangkat mengangkat stik drum, lalu membantingnya dengan keras. Pukulan ini sontak membuka tirai pertunjukan heboh untuk malam ini.


__ADS_2