
Bab 43. Katanya Tidak Bisa Menari?
Melihat Sharon yang begitu serius, Novi pun tidak mengungkit Dion lagi.
Lagi pula, Dion juga bukan sosok lelaki yang baik dan tidak bisa diandalkan. Jadi, lebih baik tidak perlu diungkit.
Pendirian Dion untuk mengejar Sharon semakin tinggi. Setiap hari dia selalu mengirim bunga palsu yang berbeda dan selalu mengunggahnya di Instagram. Semua orang pun mulai heboh, tetapi Sharon sendiri malah tampak sangat tenang.
Acara pejamuan Kamis malam, Sharon mengenakan gaun seksi berwarna hitam dan langsung menarik perhatian banyak orang ketika memasuki ruangan.
Novi ikut Sharon datang untuk meramaikan. Lalu, dia melihat Dion datang mendekat dan menarik pelan Sharon, lalu berkata, "Sasa, lihat ke arah jarum jam sembilan."
Sharon menghadap ke samping untuk melihat. Ketika melihat Dion, alisnya pun sedikit bergerak.
"Nona Sharon," ujar Dion yang muncul di hadapan Sharon tak sampai dua detik.
Hari ini Dion mengenakan satu set jas berwarna merah hingga membuat wajahnya tampak menggoda.
Sharon hanya tersenyum datar dan berkata, "Tuan Muda Dion."
"Apakah bunga yang aku kirim tidak bagus?" tanya Dion.
Dion menyesap wine sambil melirik ke arah Sharon.
"Bagus," ujar Sharon.
"Lalu, mengapa Nona Sharon tidak pernah menyetujui janji denganku?" tanya Dion lagi.
Memangnya Dion pernah mengajak Sharon bertemu?
__ADS_1
Sharon tiba-tiba kepikiran pada bunga-bunga yang tidak pernah dia terima dengan tangannya sendiri dan seolah seperti kepikiran sesuatu. Lalu, dengan ekspresi wajah tidak berubah dia berakta, "Maaf, Tuan Muda Dion. Belakangan ini aku agak sibuk."
Dion juga tidak sangat mempersulit Sharon lagi dan berkata, "Kalau begitu, tidak kelewatan 'kan kalau sekarang aku ingin mengajakmu untuk berdansa?"
Selesai berbicara, dia langsung mengulurkan pose untuk mengajak Sharon berdansa tanpa menunggu jawaban dari Sharon.
Novi sejak awal sudah sedikit menjauh untuk melihat keramaian di sini. Semua orang di Kota Bionka bahkan sudah tahu bahwa Dion sedang mengejar Sharon.
Meskipun semua orang di sini tampak sedang mengobrol, mereka tetap memperhatikan Dion yang mengajak Sharon untuk berdansa.
"Aku tidak bisa berdansa, Tuan Muda Dion," ujar Sharon.
Sharon bisa berdansa, hanya saja dia tidak ingin berdansa dengan Dion.
"Tidak apa-apa, kamu bisa menginjak kakiku," ujar Dion.
" ... "
Lando yang melihat dari samping pun mendengus dan berkata, "Dion benar-benar tidak tahu malu!"
Setelah itu, Lando pun mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Cruise yang berada di sampingnya. Dia melihat Cruise sedang melihat ke arah arena dansa dan sengaja bertanya, "Apakah kamu juga ingin berdansa?"
Cruise tidak berbicara, hanya saja raut wajah sedikit dingin.
Irama Sharon dan Dion di lantai dansa menjadi semakin serempak. Perlahan-lahan, musik yang awalnya pelan tiba-tiba menjadi semangat. Sharon yang awalnya mengatakan tidak bisa berdansa pun menari hingga roknya pun melayang.
Orang-orang yang berada di arena dansa pun mulai merasakan sesuatu dan berinisiatif untuk mengosongkan bagian tengah. Sharon dan Dion terus berdansa hingga menjadi fokus semua orang.
Melihat Cruise tidak berbicara, Lando pun juga sudah malas mengolok-oloknya.
__ADS_1
Arena dansa semakin menarik. Cruise sama sekali tidak menyangka bahwa Sharon tak hanya bisa bermain drum saja, tetapi juga pandai menari.
Meskipun Dion adalah sosok orang yang tampak tidak serius dan tidak bisa diandalkan, bagaimanapun dia juga pernah bergabung dalam tim nari nasional. Hanya saja, karena dia terluka, Dion pun mengundurkan diri.
Saat ini, Dion membawa Sharon menari mengikut irama dengan pose menari yang semakin bagus. Bahkan, rok Sharon pun tak henti terbang. Orang-orang disekitar pun mulai mengikuti.
"Sharon pasti pernah mempelajarinya. Dia bahkan bisa mengikuti irama Dion!" ujar Lando.
Cruise mendengus dan berkata, "Tidak bagus!"
Katanya tidak bisa berdansa?
Dasar drama queen!
Lando mendengus dingin dan berkata, "Bukankah ini dansanya sangat bagus dan keren? Dari mana tidak bagusnya?"
Diikuti dengan iringan musik, orang-orang yang ada di dalam arena dansa pun berhenti. Orang-orang di sekitar pun mulai bertepuk tangan. Lando juga ikut bertepuk tangan sambil tertawa berkata, "Cruise, jangan-jangan kamu cemburu, ya?"
Cruise melirik tajam Lando dan berkata, "Aku tidak punya hobi seperti itu!"
Selesai berbicara, Cruise membalikkan badan dan meninggalkan aula ini.
__ADS_1