Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 11 Kehidupan Setelah Perceraian


__ADS_3

Skandal pasangan adik dan kakak ipar Keluarga Thomson menjadi berita terpopuler di media sosial selama tiga hari berturut-turut. Mereka yang sebelumnya menertawakan Sharon kini merasa bahwa Sharon agak malang.


Tuan Besar Thomson memerintahkan Cruise untuk menemukan Sharon, apa pun caranya. Sesuai permintaannya, Kendy telah menggunakan segala cara. Namun, mereka tetap tidak dapat menemukan ke mana Sharon pergi setelah meninggalkan Kota Bionka.


Adapun akun Facebook Sharon, semua unggahan sebelumnya telah dihapus dan hanya tersisa status yang diunggahnya pada hari dia pergi. Sejak itu, dia tidak lagi pernah mengunggah satu pun status.


Foto yang disertai dalam status permintaan maaf itu tepat adalah foto akta cerai Sharon dan Cruise. Banyak orang penasaran yang memeriksa akun Facebook Sharon. Dalam waktu beberapa hari, pengikut Facebook Sharon telah bertambah sebanyak lebih dari 2 juta orang.


Akan tetapi, Sharon seolah-olah lenyap dari muka bumi. Semua kartu telepon dan kartu banknya di Kota Bionka telah dinonaktifkan. Petunjuk terakhir yang dapat ditemukan adalah Sharon membeli tiket pesawat ke Kota Namika pada 20 September. Setelah sampai di Kota Namika, Kendy tidak lagi bisa menemukan petunjuk apa pun tentang Sharon.


Pelacakan selama seminggu berujung sia-sia. Alhasil, Kendy hanya bisa kembali ke Kota Bionka untuk menemui Cruise, "Direktur Cruise, saya tidak dapat menemukan informasi tentang Nona Sharon."


Raut muka Cruise yang tampan sontak memuram. Tatapannya sangat tajam, "Maksudmu, Sharon yang menikah denganku selama tiga tahun itu tiba-tiba muncul dan sekarang tiba-tiba menghilang lagi?"


Punggung Kendy bercucuran keringat dingin, " ... Direktur Cruise, pemahaman Anda tidak salah juga."


Jantung Cruise seperti ditusuk oleh sesuatu. Dia tertawa dengan marah, "Kalau begitu, anggap saja dia sudah mati!"

__ADS_1


Selesai berkata, dia menatap Kendy dengan dingin, "Keluar!"


Tentu saja Kendy tidak berani untuk terus tinggal di sini. Dia lekas-lekas mengangguk, lalu membungkuk dan bergegas keluar dengan cepat.


Pintu tertutup kembali. Kini tersisa Cruise sendirian di ruangan kantor yang besar.


Dia berdiri sebentar di depan jendela dari lantai ke langit-langit, lalu berbalik dan berjalan kembali ke kursi kantor. Dari sudut matanya, dia melihat sebuah ornamen porselen kucing lucu di atas meja. Tatapannya seketika mendingin. Dia mengangkat tangan dan melempar ornamen porselen itu ke tempat sampah.


Bagus sekali!


Tiga bulan kemudian.


Begitu Sharon dan Sekretaris Delvina duduk, Sharon langsung mendengar orang di depannya berteriak ke belakangnya, "Direktur Cruise."


Mendengar panggilan itu, Sharon langsung menoleh ke belakang. Benar saja! Orang yang datang tepat adalah mantan suaminya, Cruise Thomson.


Oh, orang ini sungguh tamu misterius yang mengejutkan.

__ADS_1


Hendiko Luca berdiri sambil tersenyum, "Direktur Cruise, kamu sudah datang. Orang ini adalah Manajer Sharon dari Perusahaan Wins, Nona Sharon Tamin."


Alis Sharon terangkat saat dia mendengar namanya disebut oleh Hendiko. Dia bangkit dan menatap pria tampan di depannya, lalu mengulurkan tangan sambil tersenyum, "Direktur Cruise, salam kenal."


Cruise memandang Sharon yang berdiri di depannya. Setelah menghilang selama tiga bulan, kini Sharon tampak seperti orang yang berbeda. Selain penampilannya yang berubah, rambut hitamnya yang lurus juga telah berubah menjadi gelombang besar dengan warna kastanye dan terurai bebas di punggung. Dia bangkit secara perlahan.


Hari ini riasan Sharon sangat memikat. Dengan eyeliner yang dalam dan eyeshadow berwarna cokelat tanah, matanya terlihat semakin berkilau.


Dia menatap Cruise sambil tersenyum halus. Suaranya nyaring. Sikapnya sopan dan murah hati. Dia bertingkah seolah-olah dia dan Cruise tidak saling mengenal.


Sepertinya kehidupannya setelah perceraian sangat baik.


Tatapan Cruise menegang. Pandangannya menyapu tangan Sharon yang terulur ke arahnya. Namun, dia langsung duduk tanpa memberi Sharon muka.


Senyum di wajah Sharon memudar. Dia menurunkan tangannya dengan tak berdaya, sementara Hendiko mengubah topik pembicaraan untuk menghangatkan suasana.


Sharon mengendalikan ekspresi, lalu berbicara pada Hendiko sambil tersenyum. Selama percakapan, dia sama sekali tidak melihat Cruise.

__ADS_1


Hendiko sesekali melibatkan Cruise dalam percakapan. Pria itu duduk di sana sambil menatap Sharon yang duduk di seberangnya dengan sorot mata dingin. Hendiko dapat menyadari bahwa suasananya agak janggal. Jadi setelah mengobrol sebentar, perjamuan segera dibubarkan.


__ADS_2