
Tujuan utama Sharon datang ke sini hari ini untuk mencari tahu tentang tanah di daerah Miami. Sekalian, dia juga ingin melihat-lihat daerah sini karena setengah tahun sampai dua tahun ke depan, dia akan menetap di Kota Namika.
Sebenarnya sudah ada banyak orang di dunia bisnis yang mendengar rumor Sharon sebagai manajer baru di Perusahan Wins. Dibandingkan fokus pada Sharon seorang putri orang kaya, para CEO lebih peduli terhadap kemunculan Sharon yang akan mempengaruhi kerja sama mereka dengan Perusahan Wins atau tidak.
Tentu saja, orang yang lebih pintar, sedikit banyak pasti merasakan sesuatu hal. Bayangkan saja, Sharon baru saja bercerai dengan Cruise beberapa waktu yang lalu, tapi dia sudah menjadi manager cabang Perusahan Wins di Kota Namika hanya dalam waktu tiga bulan. Bukankah ini sangat menarik?
Hanya karena hal ini, semua orang pun mulai berinisiatif untuk menyapa Sharon. Tentu saja Sharon merasa senang hati dengan keramahan ini karena tujuannya datang ke sini hari ini untuk bersosialisasi. Akan tetapi, terlalu banyak basa-basi membuatnya sedikit kelelahan.
Novi yang berdiri di sebelah tidak menyukai basa-basi di dunia bisnis seperti ini. Jadi, Sharon yang melihatnya sudah mengernyitkan kening pun sedikit tersenyum dan mencari alasan untuk menyelesaikan percakapan dengan pria yang di hadapannya ini. Setelah itu, mereka berdua berjalan menuju ke area makanan.
Sharon mengganti wine yang ada di tangannya dengan jus. Baru saja dia mendongakkan kepala, dia melihat Carolin bersama beberapa teman baik dia berjalan ke arahnya dengan penuh emosi.
"Sharon, kenapa kamu bisa ada di sini?"
Sharon menyesap jus anggur, lalu melihat ke arah Carolin dan tersenyum, "Kenapa? Memangnya aku tidak boleh muncul di sini?"
Sikap Sharon yang sombong itu semakin membuat Carolin kesal, "Tanyakan saja pada dirimu sendiri apakah kamu pantas berada di sini? Numpang dengan tuan muda mana lagi kamu sampai bisa masuk ke sini?"
Mendengar perkataan Carolin, Novi benar-benar sudah tidak tahan, "Kamu bisa berbicara dengan bahasa manusia atau tidak? Kalau tidak bisa berbicara dengan baik lebih baik pulang untuk belajar bagaimana cara berbahasa manusia! Setelah itu, baru menggonggong di hadapan kami lagi!"
__ADS_1
"Kamu sedang memakiku anjing?" ujar Carolin.
Sharon melihat Carolin dengan ekspresi bangga dan berkata, "Kalau kamu mau menganggapnya seperti itu, kami juga tidak bisa mengatakan apa-apa!"
Carolin benar-benar sangat kesal. Kemudian, Gio yang berdiri di sampingnya menundukkan kepala sambil berbicara di telinga Carolin, "Carolin, kamu panggil satpam saja untuk mengusir mereka!"
Carolin tercengang, lalu menunjuk Sharon dan berkata, "Tunggu kau! Aku akan panggil satpam untuk mengusir dua orang tak tahu malu seperti kalian yang datang numpang makan!"
Sharon merasa terhibur oleh Carolin dan berkata, "Oke!"
Melihat Sharon yang tampak begitu santai, Carolin semakin membara. Dia masih mengingat dengan jelas tamparan beberapa hari yang lalu.
Kemudian, Carolin pun melirik Sharon sinis dan berkata, "Tunggu saja kau!"
Tamu-tamu yang hadir dalam acara pesta perjamuan seperti ini biasanya sangat penting. Oleh karena itu, demi keamanan bersama, orang yang tidak memiliki undangan tidak boleh masuk. Begitu ditemukan orang seperti itu, maka mereka akan segera diusir dan akan dilaporkan polisi.
Ide Gio ini bagus juga!
Sharon tersenyum sinis ketika melihat beberapa sosok orang yang berjalan keluar melewati orang-orang yang sedang melihat keramaian.
__ADS_1
Karena Carolin ingin mempermalukan dirinya sendiri, Sharon pun hanya bisa membiarkannya.
Tak lama kemudian, Carolin dan yang lainnya datang kembali dengan membawa satpam. Pergerakan yang begitu besar tentu saja menyebabkan keributan kecil.
Carolin berjalan ke hadapan Sharon dan Novi dengan sepatu hak tingginya sambil membawa orang. Kemudian, dia menatap Sharon dan Novi dengan sombong, lalu berkata, "Ini nih mereka berdua orangnya! Entah mereka mencuri undangan siapa hingga bisa masuk ke sini! Sedari tadi masuk, mereka terlihat mencurigakan! Cepat usir mereka berdua!"
Keluarga Thomson adalah keluarga ternama. Oleh karena itu, satpam secara otomatis pasti akan memberi muka terhadap Nona ketiga Keluarga Thomson.
Akan tetapi, satpam pun sedikit ragu ketika melihat Sharon dan Novi yang berpakaian mewah dan terlihat menawan.
Melihat satpam yang tidak bergerak, Jessica pun mendesak dan berkata, "Cepat usir mereka! Gelang Carolin barusan saja hampir hilang! Mereka yang mencurinya!"
Begitu perkataan Jessica dilontarkan, orang-orang di sekitar pun mulai berbincang-bincang, lalu melihat Sharon dan Novi dengan tatapan mata merendahkan.
Kedua satpam pun hanya bisa bergerak maju dan berkata, "Nona, tolong kalian keluar ...."
Carolin melirik sekilas ke arah Carolin, lalu dia mengeluarkan undangan dari dalam tasnya dengan santai dan berkata, "Namaku Sharon Tamin. Tolong kamu perhatikan dengan baik, nama apa yang tertulis di undangan ini?"
Carolin mendengus dingin, lalu merebut undangan tersebut, "Kamu mau menipu siapa? Undangan ini pasti palsu! Memangnya siapa yang tidak tahu identitas kamu? Begitu keluar dari Keluarga Thomson, memang kamu masih pantas muncul di acara seperti ini?"
__ADS_1
"Aku tidak pantas?" kata Sharon.
Perkataan tersebut membuat Sharon tidak senang. Dia sedikit mendengus, lalu melihat ke arah beberapa orang yang berjalan mendekat dari belakang Carolin dengan ekspresi wajah dingin, "Nona besar Keluarga Thomson, mungkin kamu bisa bertanya kepada Tuan Muda Lando apakah aku pantas atau tidak!"