Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 4 Aku Harus Bercerai


__ADS_3

Sharon bangun lagi pada pukul tujuh pagi esok harinya. Dia terlihat lesu dan lemah seperti tak bertulang.


Novi kebetulan membawa sarapan ke bangsal. Begitu melihat Sharon bangun, dia buru-buru berlari ke tepi ranjang, "Bagaimana kondisimu? Apakah kamu masih merasa tidak nyaman?"


Sharon menggelengkan kepalanya, "Aku merasa jauh lebih baik."


"Aku beli roti kesukaanmu. Gosok gigi dan cuci muka dulu. Setelah sarapan, kita sudah bisa keluar dari rumah sakit. Sekarang cuaca di Mauritius sangat bagus. Aku punya teman yang berencana untuk berwisata ke sana. Kita bisa ikut juga. Kamu selalu ingin ...."


"Beri aku ponsel."


Sejak bangun Sharon terus mencari ponsel, tapi tidak ketemu. Dia tahu pasti Novi yang menyimpannya.


Novi tidak langsung memberinya ponsel, "Untuk apa kamu minta ponsel?"


Sharon meliriknya sekilas, "Berita di media sosial pasti sudah meluap tak karuan, benar?"


Sharon mengenal Novi dengan sangat baik. Tadi malam dia keluar dengan gegabah dari rumah Keluarga Thomson. Saat bangun, selain tidak memarahinya, Novi bahkan tidak mengungkit sepatah kata pun tentang Keluarga Thomson. Tanpa dipikir pun Sharon tahu bahwa kejadian tadi malam pasti telah tersebar di media sosial.


Novi agak gelisah, "Apa yang perlu dilihat? Para netizen sama sekali tidak tahu kenyataan. Mereka hanya mengikuti tren dalam memarahi orang!"


Sharon mengambil ponsel sambil tersenyum, "Kalau memang begitu, apa yang perlu kamu khawatirkan?"

__ADS_1


Sharon berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Memangnya selama bertahun-tahun di Keluarga Thomson, aku jarang dimarahi?"


Mengingat tiga tahun yang telah berlalu, wajah Novi sontak diselubungi kemarahan. Sudut mulutnya berkedut, "Dasar Keluarga Thomson yang idiot! Kalau kamu tidak menahanku, aku pasti akan memarahi mereka!"


Sharon tidak menanggapinya. Dia menundukkan kepala untuk melihat layar ponsel. Berita terpopuler adalah kejadian tadi malam yang mana dia mendorong Nichole hingga terjatuh ke kolam renang.


Komentar di bawah berita ini sangat selaras. Semuanya memarahi Sharon. Selain memiliki label tidak tahu malu karena telah mendambakan keluarga kaya, kini dia juga diberi label baru yaitu nyonya kaya yang kejam.


Bagus sekali! Setelah tiga tahun menikah dengan Cruise, setidaknya dia mendapat label baru. Tiga tahun tidak berlalu dengan sia-sia.


Sharon mencibir, "Aku mandi dulu."


Novi memandanginya sambil bertanya dengan hati-hati, "Sasa, apakah kamu baik-baik saja?"


Novi membuka mulut, "Cepatlah mandi. Setelah mandi, kita makan. Bagaimanapun juga, kita harus makan supaya punya energi untuk bersedih."


"..."


Sharon memang sedih. Namun, ini bukan pertama kalinya dia dihadapi hal seperti ini. Jadi, dia sudah dapat mengendalikan emosinya sendiri dengan sangat baik.


Kini dia terlihat seperti anak kecil yang telah menunggu lama untuk meminta permen. Setelah ditolak sekian banyak kali, dia tidak lagi memeluk harapan.

__ADS_1


Air keran yang dingin membuat Sharon semakin terjaga. Tadi malam tangan Cruise yang menekan pundaknya seolah-olah sekaligus menghancurkan sesuatu.


Tiga tahun telah berlalu, sudah waktunya berakhir.


Novi benar. Dia harus makan supaya punya energi.


Ketika mereka berdua sedang sarapan, dua perawat dari pintu seberang baru saja keluar. Lorong sangat sunyi. Jadi, meskipun gosipan kedua perawat itu sangat kecil, Sharon dan Novi tetap dapat mendengarnya dengan jelas.


"Nyonya Muda Pertama Keluarga Thomson terlalu kasihan, bukan? Nyonya Muda Kedua terlalu kejam! Baru berapa lama sejak Tuan Muda Pertama mengalami kecelakaan, kini anaknya dicelakai Nyonya Muda Kedua!"


"Makanya, kita harus menikah dengan orang sederajat! Nyonya Muda Kedua terlahir di keluarga biasa. Begitu memasuki keluarga kaya, dia langsung dibutakan oleh kekayaan. Dia jelas tidak bisa dibandingkan dengan Nyonya Muda Pertama! Entah apa isi otaknya sampai-sampai dia tega mencelakai keponakan sendiri. Dia benar-benar sangat kejam ...."


"Sasa, jangan tarik aku. Mereka tidak menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, tapi berkata seolah-olah mereka adalah saksi mata! Rumor memang sangat berbahaya!"


Sharon menoleh ke luar pintu, "Biarkan saja."


"Kamu! Sejak kapan kamu berubah menjadi begitu lemah dan mudah digertak?"


Sharon mengerutkan bibirnya, "Aku punya cara."


"Kamu punya cara? Cara apa yang bisa ...."

__ADS_1


Sharon mengatakan sesuatu di telinga Novi. Novi membeku sejenak sebelum akhirnya berkomentar, "Ini baru Sasa yang aku kenal!"


Sharon tersenyum, "Bantu aku urus prosedur keluar dari rumah sakit. Aku harus bercerai."


__ADS_2