
"Buk!"
Baru saja Keluarga Tamin pergi, Tuan Besar Thomson mengangkat tangannya dan melempar semua cangkir teh yang ada di atas meja.
Cangkir teh yang baru saja diletakkan di atas meja langsung hancur lebur begitu saja di lantai. Carolin yang menyadari langsung mundur ke belakang.
"Sebenarnya apa yang terjadi?! Kenapa Sharon tiba-tiba menjadi anak Eric?"
Carolin mengerutkan bibir dan berkata, "Siapa yang tahu, bukankah kala itu Kak Cruise yang bilang bahwa dia gadis dari keluarga biasa?"
"Diam kamu! Nanti aku akan membuat perhitungan denganmu tentang masalahmu."
Selama Fajar hidup tujuh atau delapan puluh tahun ini, ini pertama kalinya dia dipermalukan. Lebih parahnya lagi, dia tidak bisa berbuat apa-apa begitu dipermalukan.
Selesai menegur Carolin, Tuan Besar Thomson melihat ke arah Cruise dan berkata, "Apakah dia tidak memberitahumu bahwa dia anak Eric?"
Cruise melihat Tuan Besar Thomson sekilas dan berkata, "Tidak."
Selesai menjawab, Cruise menoleh ke arah Carolin dan berkata, "Barusan Tuan Tamin sudah mengatakan permintaannya. Kamu pikirkan sendiri bagaimana kamu harus minta maaf."
__ADS_1
Selesai Cruise berbicara, raut wajah Carolin menjadi memucat.
Jadi, dia benar-benar harus meminta maaf secara terbuka?
"Aku tiba-tiba kepikiran masih ada urusan. Kakek, Bu, kalian makan dulu saja."
Cruise melihat Fajar dan Alfina sekilas, lalu dia membalikkan badan dan beranjak pergi.
Ketika Tuan Besar Thomson melihat punggung belakang Cruise, dia tiba-tiba teringat pada perkataan Eric. Setelah itu, dia pun mengangkat tongkat dan langsung menepuk sofa yang ada di belakang Carolin, lalu berkata, "Cepat buat permintaan maaf secara terbuka! Selama masalah ini belum kelar, jangan berharap kamu bisa keluar dari rumah ini."
Ini kedua kalinya Carolin melihat Tuan Besar Thomson marah besar. Pertama kalinya adalah ketika Sharon dan Kakaknya bercerai, lalu Sharon mengunggah audio dan video itu di internet.
Ketika tongkat itu mendarat, dia mengira bahwa tongkat itu akan mengenai dirinya. Setelah dia tersadar dari lamunannya, Carolin tidak berani berbicara apa-apa dan buru-buru naik ke atas.
Mendengar perkataan itu, Carolin tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Dia menyentuh perutnya yang lapar dan menatap Alfina dengan tampang kasihan.
Melihat tatapan minta tolong anaknya, Alfina pun tak berdaya dan mencoba membujuk. Lalu, dia berkata, "Ayah, sepertinya tidak perlu terburu-buru sekarang juga. Bagaimana kalau makan dulu, baru nanti suruh Carolin ...."
"Makan? Masih sempat berpikir makan? Apakah kalian masih ada mood untuk makan?"
__ADS_1
Selesai Tuan Besar Thomson berbicara, dia langsung naik ke atas dengan kesal.
Pada saat yang bersamaan, mobil Cruise berhenti di lampu merah ketika dia melaju keluar dari rumahnya. Baru saja dia menghentikan mobil, dia kepikiran dengan perkataan Tuan Besar Thomson. Lalu, dia melepaskan dasi yang ada di depan dada.
Apakah Sharon tidak pernah memberitahumu bahwa dia anak Eric?
Tidak pernah!
Cruise tiba-tiba merasa bahwa dirinya seperti orang bodoh yang dikerjai oleh Sharon.
Tiba-tiba Cruise kepikiran dengan perkataannya pada Sharon saat Sharon menikah padanya. Dia pernah memperingati sesuatu padanya. Oleh karena itu, dia pun merasa hatinya sangat menggebu-gebu dan ingin membakar dirinya.
Peringatan apa yang dia berikan pada Sharon?
"Sharon, jadilah istriku dengan baik. Keluarga Thomson pasti akan memperlakukanmu dengan baik. Kamu juga tidak perlu memikiran hal lain."
Ketika memikiran hal ini layaknya sebuah tamparan tak terlihat yang seketika menamparnya.
Sharon!
__ADS_1
Begitu lampu lalu lintas di depan menjadi hijau, semua orang yang berada di belakang mobil Cruise pun mengklakson dengan tidak sabaran karena melihat mobil Cruise yang tak kunjung jalan.
Suara klakson yang nyaring membuat Cruise tersadar dari lamunannya. Raut wajahnya terlihat cemberut, lalu dia menyalakan kembali mobilnya dan melaju ke depan.