Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 77. Mimpi yang Akan Hilang


__ADS_3

Sharon sudah masuk ke dalam venue selama sepuluh menit lebih, tetapi dia tidak bertemu dengan Dion. Dia mengira bahwa Dion tidak akan datang malam ini. Tak disangka, dia akan bertemu dengannya pada saat yang seperti ini.


Budiman tidak berani menyinggung Dion. Oleh karena itu, dia hanya menggertakkan gigi menatap Sharon dan berbalik badan beranjak pergi.


Sharon memiringkan kepala dan melihat Dionn sekilas. Lalu, dia mengangkat gelas wine dan tersenyum, "Terima kasih."


"Sudah seharusnya aku melakukan ini," ujar Dion.


Dion mengangkat gelasnya dan dengan pelan menyentuh tepi gelas Sharon. Lalu, melirik Sharon dengan setengah tersenyum.


Dion menyeruput seteguk wine dan berkata, "Suasana hati Nona Sharon hari ini cukup baik."


Sharon melihatnya dan mengangkat alis berkata, "Lumayan baik.“


Bagaimanapun, belakangan ini tidak terjadi sesuatu yang sangat kacau. Tentu, kecuali rumor yang beredar tadi pagi.


Sharon tidak suka menggunakan kesalahan orang lain untuk menghukum dirinya sendiri. Apalagi, kejadian yang sebenarnya tidak ada, sekalipun dunia luar mengatakannya dengan sangat buruk, dia juga tidak akan merasa malu.

__ADS_1


Selama memasuki venue dua puluh menit ini, Sharon sudah mengenal orang yang harus dikenal dan juga menyapa orang yang harus disapa.


Lalu, dia meletakkan wine yang ada di tangannya dan berkata, "Tuan Muda Dion, aku pamit terlebih dahulu."


Selesai berbicara, dia mencari Delvina dan berkata, "Sekretaris Delvina, kamu minta supir untuk ke depan pintu hotel. Aku ke toilet sebentar, setelah itu kita pergi."


Delvina mengangguk dan buru-buru mengeluarkan ponsel untuk menelepon supir.


Toilet di acara pejamuan lumayan jauh, harus menempuh koridor yang panjang, ketika sudah sampai diujung belok kiri baru sampai toilet.


Orang di dalam toilet tidak terlalu banyak, jadi Sharon pun dengan cepat sudah keluar dari toilet dan kembali ke venue.


Balkon tersebut tidak terlalu besar, kira-kira sekitar dua belas sampai tiga belas meter persegi. Lalu, di sana ada dua set meja untuk beristirahat.


Sharon samar-samar mendengar ada orang yang sedang berbicara di luar balkon sekitar lima atau enam meter. Akan tetapi, dia tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Lalu, ketika dia berjalan ke pintu masuk balkon, dia mendengar ada dua orang di luar sana yang menyebut namanya. Sharon pun akhirnya menghentikan langkah kakinya.


"Apakah kamu melihat gaun limited editon yang dia kenakan? 1,2 miliar lebih! Sepertinya dia benar-benar menemukan bank berjalan yang sangat kaya."

__ADS_1


"Ah, kamu hanya fokus memperhatikan gaunnya saja. Kamu harusnya melihat gelang kaki yang dia pakai hari ini, itu juga limited editon. Sedunia hanya ada 99 gelang saja. Ada uang saja belum tentu bisa membelinya."


"Yang benar? Sepertinya dia benar-benar menemukan sugar daddy yang sangat loyal! Kalau dilihat dari foto, wajah sugar daddy itu seperti apa tidak perlu kita bicarakan, tapi postur tubuhnya lumayan bagus. Mungkinkah pacar baru Sharon?"


"Kamu bodoh ya? Sharon dan Cruise baru bercerai setengah tahun lebih. Bagaimana mungkin dia bisa menemukan pacar yang begitu kaya? Jelas dia pasti menjadi "simpanan"."


"Benar juga. Apalagi Sharon sudah pernah bercerai dan orang itu adalah Cruise. Orang yang mempunyai latar belakang baik pasti tidak akan sebodoh itu hingga ingin menyentuhnya. Hahaha. Kalau begitu, mimpi Sharon untuk terbang tinggi sepertinya akan hilang."


Sharon pun sudah tidak bisa menahan diri untuk mendengus. Dia menundukkan kepala untuk melihat jam di ponselnya. Waktu baru menunjukkan pukul setengah sembilan, waktunya masih cukup pagi. Sepertinya masih ada waktu untuk memberi pelajaran kepada dua orang ini.


Sharon menarik pandangannya dan langsung masuk ke dalam, "Dua Nona, aku tidak mendengar dengan jelas, tadi kalian mengatakan mimpi aku hilang itu maksudnya bagaimana?"


Kedua wanita itu awalnya sedikit panik ketika melihat Sharon. Akan tetapi, setelah melihat tidak ada siapa pun di sekitar, mereka pun menjadi lebih tenang. Lalu, menatap Sharon dengan menghina dan tertawa, "Mimpi seperti apa seharusnya Nona Sharon tahu sendiri. Nona Sharon benar-benar orang nomor satu di Kota Bionka. Bilang ingin menikah dengan Cruise langsung menikah dengan Cruise, bilang ingin bercerai juga langsung bercerai."


"Benar. Lalu, sekarang setelah bercerai tak lama, Nona Sharon sudah bisa mengalami kemajuan begitu pesat. Aku bahkan sangat iri! Karena Nona Sharon begitu hebat, bagaimana kalau berbagi pengalaman denganku? Bagaimana cara bercerai, lalu mendapatkan sugar daddy yang sekaya itu?"


Mereka berdua tak henti menyindir. Sharon yang mendengarnya pun langsung tertawa, "Siapa nama kalian? Tapi, tidak perlu mengatakannya juga tidak apa-apa. Kalian memberitahuku juga aku tidak tahu. Aku tidak pernah terlalu memperhatikan orang biasa."

__ADS_1


"Oh, ngomong-ngomong, aku punya kebiasaan buruk yaitu aku terbiasa merekam pembicaraan orang yang membicarakan aku. Jadi, omongan kalian berdua juga sudah aku rekam. Kalau aku tidak salah ingat, sepertinya penggemarku juga cukup banyak. Kalau seandainya aku mengunggahnya, mungkinkah kalian berdua langsung terkenal?"


__ADS_2