Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 30. Giliran Balas Dendam Kepada Carolin


__ADS_3

Tentu saja, sebelum membalas dendam pada Carolin, Sharon harus membalas dendam pada seseorang dulu.


Setelah keluar dari rumah sakit, Sharon kembali ke apartemen dulu untuk mandi. Ketika keluar rumah, dia sudah kembali menjadi seorang manajer Sharon yang cantik dan menawan.


Ketika tiba di apartemen, Delvina sudah menyiapkan beberapa berkas dan berkata, "Nona Sharon, beberapa perusahaan ini adalah agen real estat yang berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir."


Sharon mengernyitkan kening, lalu menerima berkas tersebut. Setelah itu, dia membukanya dengan kira-kira dan berkata, "Menurut kamu perusahaan mana yang lebih baik?"


"Perusahaan Cloud," ujar Delvina.


Sambil berbicara, Delvina melihat ke arah Sharon, "Meskipun perusahaan ini baru berdiri kurang dari sepeuluh tahun, tapi aku sudah menyelidikinya. Dalam dunia bisnis, Perusahaan Cloud memiliki reputasi yang baik dalam segala aspek."


"Oke, kalau begitu Perusahaan Cloud saja. Kamu bantu aku untuk hubungi penanggung jawab Perusahaan Cloud," ujar Sharon.


"Baik, Nona Sharon."


'Apakah Fendy mengira bahwa Perusahaan Wins tidak mampu tanpa Perusahaan Hasuo?' pikir Sharon.


Perusahaan Wins adalah salah satu anak Perusahaan Stark yang memiliki dukungan kuat di belakang. Oleh karena itu, apabila Perusahaan Wins tertarik pada Perusahaan Cloud, maka itu sebuah kehormatan bagi Perusahaan Cloud.

__ADS_1


Begitu mendengar manajer baru Perusahaan Wins berniat bekerja sama dengan Perusahaan Cloud, William, direktur Perusahaan Cloud langsung kembali dari dinasnya dan makan bersama dengan Sharon.


Sharon pun tidak basa-basi dan langsung mengungkit niatnya yang ingin bekerja sama. William terkejut dan berkata, "Bu Sharon, kalau boleh saya bertanya, kenapa Ibu memilih Perusahaan Cloud?"


Sharon sedikit tercengang dan berkata, "Kenapa? Apakah Pak William merasa Perusahaan Cloud tidak mempunyai kemampuan?"


William seketika membeku, dia tidak menyangka Sharon yang begitu cantik ini ternyata setangkai bunga mawar yang berduri.


Dua detik kemudian, William tertawa dan berkata, "Senang bekerja sama dengan Anda, Bu Sharon."


"Senang bekerja sama dengan Anda," ujar Sharon.


mati setelah mengetahui hal ini?"


Mereka semua berusahan untuk menjebak Sharon. Memang Sharon orang yang semudah itu di tindas?


Kerja sama antara Sharon dan William tentu saja sudah tersebar luas di kalangan mereka. Setelah Juhri mendengar hal ini, dia langsung menelepon Sharon malam itu. Sharon hanya meresponsnya, "Aku merasa Perusahaan Cloud lebih kompeten."


Raut wajah Juhri yang ada dibalik telepon langsung memerah. Sharon kembali berkata, "Lagi pula, tawaran dari Perusahaan Cloud hanya tiga per empat dari Perusahaan Hasuo. Tidak ada salahnya kita mencoba partner kerja sama yang baru."

__ADS_1


Tentu saja perkataan ini langsung membuat Juhri tak berdaya. Sejak awal Sharon sudah bisa menebak bahwa Juhri tidak akan setuju. Oleh karena itu, ketika membicarakan kontrak kerja sama dengan William, dia sudah menyatakan dengan jelas bahwa dia berharap tawaran harga mereka harus lebih rendah daripada Perusahaan Hasuo. Dengan begitu, dia baru bisa meyakinkan orang-orang lainnya.


William juga sosok orang yang pintar. Ini adalah kesempatan baik untuk mereka, jadi tidak masalah meski keuntungan yang didapat sedikit. Karena selama ini yang mereka butuhkan adalah kesempatan. Saat ini, kesempatan sudah datang.


Setelah memutuskan telepon, Sharon menaikkan alis dan melihat langit gelap di luar jendela. Raut wajahnya tampak menunjukkan senyum, "Balas dendam ini sudah selesai. Sekarang giliran balas dendam pada Carolin."


Kebetulan sekali, besok akhir pekan.


Memikirkan hal ini, Sharon pun mengeluarkan ponsel dan menelepon Delvina.


Delvina adalah sekretaris yang sangat profesional. Meski sudah larut malam, dia tetap menjawab panggilan telepon dalam hitungan detik, "Nona Sharon, selamat malam."


"Malam. Sekretaris Delvina, aku ingin meminta bantuanmu," ujar Sharon.


"Silakan katakan, Nona," ujar Delvina.


Sharon membasahi bibirnya dan berkata, "Besok aku ingin balas dendam pada Carolin mengenai permasalahan kemarin. Tolong bantu aku cari beberapa orang untuk menangkap Carolin besok malam dan bawa bertemu aku."


Delvina langsung mengerti dan berkata, "Baik, Nona Sharon."

__ADS_1


Setelah memutuskan telepon, Sharon membalikkan badan dan masuk ke kamar mandi. Saatnya dia pergi mandi dan besok pagi dia harus bangun pagi untuk balas dendam pada Carolin.


__ADS_2