Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 52. Untung Sasa Pintar


__ADS_3

Alexa sudah tak tahan ingin memaki orang. Akan tetapi, Sharon dan Novi sedang berdiri di samping sambil melihatnya. Oleh karena itu, dia pun hanya bisa mengulurkan kartu sambil menggertakkan gigi dan berkata, "Gesek kartu!"


Selesai pembayaran, Sharon pun berkata dengan santai, "Sekalian bantu Nona Alexa untuk memotong label bajunya, karena Nona Alexa tidak terlihat seperti orang yang akan mengembalikan barang."


Apa yang dipikirkan Alexa terbaca semua oleh Sharon. Raut wajahnya pun seketika memucat.


Novi pun buru-buru mengambil gunting dan berkata, "Nona Alexa, tidak perlu sungkan. Aku orangnya memang senang membantu orang. Kamu sudah membeli begitu banyak baju, demi tidak menghabiskan waktumu, aku akan membantu mengguntingnya."


Selesai berbicara, Novi pun memotong satu per satu label bajunya.


Sharon yang berdiri di samping melihatnya sambil tersenyum samar. Selesai Novi memotong label, Sharon baru berkata, "Ayo pergi, bukankah kamu bilang mau beli tas di Dior?"


Sebelum pergi, Sharon menoleh kembali ke arah Alexa dan berkata, "Oh iya, Nona Alexa mau bareng tidak? Sekalian bayarkan tas yang kami suka, biar kami tidak bisa membeli apa-apa dan merasa sangat sedih."


Sharon mengatakan bahwa dirinya sedih, tetapi senyuman di wajahnya tidak terlihat seperti orang yang bersedih hati.


Clara menarik Alexa dan berkata, "Ayo cepat pergi, kita sudah telat. Nanti Lily bakal maki kita lagi."


Alex terkejut sejenak dan baru tersadar, lalu memaki, "Aku sudah ada janji, aku tidak kurang kerjaan sepertimu! Hm!"

__ADS_1


Selesai berbicara, mereka berdua pergi dengan membawa banyak tas belanja.


Ketika mereka berdua pergi, Novi pun tertawa dan berkata, "Ya ampun! Dua orang ini bodoh sekali!"


Sharon mendengus dan berkata, "Ayo pergi beli tas."


Hanya saja, sayang sekali, kenapa Alexa tidak lanjut menyombongkan diri dengan membeli tas yang harga puluhan juta itu? Dengan begitu mereka bisa memilih belasan tas favorit.


Novi menyeka air mata di sudut mata dan berkata, "Untung Sasa pintar!"


Mereka bukannya tidak mempunyai uang, hanya saja mereka merasa sangat bodoh apabila harus membeli baju hingga miliaran hanya untuk membuktikan bahwa diri sendiri memiliki banyak uang.


Sharon menaikkan alisnya dan merasa tidak percaya dengan semua ini. Seumur hidupnya ini, dia hanya pernah melakukan hal bodoh sekali.


Meskipun tiba-tiba bertemu dengan Alexa dan Clara, Sharon merasa sudah melampiaskan amarahnya setelah mengerjai mereka berdua.


Suasana hatinya hari ini memang cukup baik, sekarang jauh lebih baik. Setelah memasuki konter Dior, Sharon melirik Novi dan berkata, "Pilihlah. Aku yang bayar."


Perkataan ini membuat Novi sangat bersemangat dan berkata, "Yang benar, Sa?"

__ADS_1


Novi tahu bahwa Sharon memiliki black card yang unlimited. Tidak sepertinya, sebulan hanya memiliki limit enam miliar. Apabila hari biasanya masih tidak masalah, tetapi begitu ada acara pejamuan, uang enam miliar tersebut sama sekali tidak cukup untuk membeli beberapa gaun pesta.


Sharon menaikkan alis dan berkata, "Kamu takut aku tidak mampu bayar?"


"Aku tidak mengatakan hal itu! Kalau begitu, aku akan pilih ya, Sa!"


Sudah akhir bulan, kebetulan ekonomi Novi sudah "seret". Jadi, dia merasa sangat bahagia jika tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli tas.


Novi memilih sebuah tas yang modelnya sama dengan bintang Hollywood, seharga satu miliar tiga ratus ribu. Total tas ini hanya ada dua di Kota Bionka.


Sharon tidak tertarik karena begitu dia membuka lemarinya, dia bisa langsung mengambil tas yang edisi klasik, edisi limited, bahkan edisi terbaru yang belum ada di domestik. Ibunya sudah menyuruh orang untuk menyimpannya di dalam lemari. Oleh karena itu, Sharon sama sekali tidak butuh membeli tas.


Sharon langsung membayar dan pergi makan bbq bersama Novi. Malam hari pukul delapan lebih, Sharon turun dari mobil sport Novi dan berkata, "Aku pulang duluan, kamu hati-hati ya."


Novi memberikan kiss bye pada Sharon dan berkata, "Good night~"


Sharon tertawa sambil melihat mobilnya yang pergi menjauh. Setelah itu, dia baru membalikkan badan kembali ke apartemen.


Hari ini adalah hari yang paling bahagia.

__ADS_1


__ADS_2