Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 72. Masalah Besar


__ADS_3

Eric sejak awal memang tidak menyetujui pernikahan Sharon dengan Cruise. Jadi, saat ini, dia semakin tidak menyukai Keluarga Thomson ketika melihat sikap Carolin.


Begitu meninggalkan restoran, Eric akhirnya tidak bisa menahan diri dan berkata, "Apakah itu mantan adik ipar dan kakak iparmu?"


Sharon sama sekali tidak ingin mengungkit Keluarga Thomson di hadapan Eric. Akan tetapi, Novi yang berada di sampingnya sudah berkata, “Ya betul dua orang itu, Om Tamin.”


Eric mendengus dingin dan berkata, "Kepala keluarga dari Keluarga Thomson buruk sekali!"


“Benar!” ujar Novi.


Memikirkan putrinya yang pernah tinggal di rumah Keluarga Thomson selama tiga tahun, Eric


semakin patah hati dan berkata, “Kamu selama tiga tahun ini ….”


“Ayah, aku sekarang sudah bercerai. Setelah bercerai, Keluarga Thomson sudah tidak berarti apa-apa bagiku,” ujar Sharon.


Sharon sama sekali tidak memberi kesempatan untuk Eric merasakan patah hati. Dia memelototi Novi dan mengalihkan topik pembicaraan, “Kedatangan Ayah kali ini akan menetap berapa lama?”


Eric mendengus dan berkata, “Besok aku akan pergi ke kantor untuk lihat-lihat. Untuk detail situasinya, nanti baru kita bicarakan lagi.”


Sharon mengangguk dan berkata, "Kalau begitu aku akan membawamu kembali ke hotel untuk beristirahat."

__ADS_1


Eric juga merasa sedikit lelah karena tadi pagi dia menghadiri sebuah rapat. Kemudian, dia masih naik pesawat selama dua jam lebih. Oleh karena itu, dia berkata, “Baiklah.”


Novi yang mendapatkan tatapan peringatan dari Sharon pun tidak berani berkata apa-apa lagi. Kemudian, dia kembali ke tempat parkir sendirian.


Ketika mobil berhenti di pintu masuk hotel, Sharon memiringkan kepalanya dan melihat ke arah Eric yang sedang tidur di sampingnya. Lalu, dia memanggil dengan lembut, "Ayah?"


Mendengar putrinya memanggilnya, Eric yang sedang tidur tiba-tiba terbangun. Dia mengangkat kepalanya dan rasa sakit di lehernya membuatnya terkesiap.


“Apakah penyakit spondilosisi kamu kambuh lagi?” tanya Sharon.


Eric mengangkat tangannya dan memijat lehernya, "Penyakit lama. Kamu juga cepatlah kembali untuk beristirahat.”


Waktu terus berjalan dan dalam sekejap mata Eric juga sudah tua. Untuk pertama kalinya Sharon menyesali kelakuannya yang tidak patuh selama tiga tahun terakhir.


Tulang belakang leher Eric selama ini memang tidak baik. Dulu, ketika Sharon masih tinggal di rumah, dia selalu memijatnya untuk menghilangkan rasa lelah. Seiring waktu, dia menjadi semakin mahir.


Setelah tiga tahun, gerakannya sedikit kaku dan sudah tidak bisa mengendalikan dengan baik kekuatannya. Dia khawatir kalau memijatnya terlalu pelan akan sia-sia, tetapi kalau terlalu keras malah akan membuat Eric kesakitan. Oleh karena itu, Sharon hanya bisa memijat sambil terus bertanya, “Ayah, apakah tenaganya cukup?”


“Coba lebih keras sedikit,” ujar Eric.


Sambil berbicara, Eric tiba-tiba menghela nafas dan berkata, "Sasa, kamu sudah lama tidak memijat Ayah."

__ADS_1


Ketika Sharon mendengar apa yang Eric katakan, hidungnya menjadi sedikit mampet. Akan tetapi, dia tetap tersenyum dan berkata, “Bukankah ada Ibu yang akan memijat Ayah?”


Eric tidak berbicara. Lalu, mereka berdua pun jadi terdiam.


Hubungan ayah dengan anak antara Sharon dan Eric sebenarnya sangat dekat. Apabila seandainya Sharon tidak bersikeras menikah dengan Cruise, mungkin dia masih anak manja kesayangan Eric dan Eric masih sosok pelindung baginya.


Sharon dan Eric sudah lama tidak berbicara dari hati ke hati. Jadi, begitu Eric tiba-tiba mengungkit masa kecil Sharon, Sharon pun mulai sedikit meratapi.


Ketika Sharon keluar dari hotel, waktu sudah hampir menunjukkan jam sebelas malam.


Sharon pun masuk ke dalam mobil, tetapi dia tidak langsung pergi. Dia malah menurunkan jendela mobilnya setengah dan menikmati angin malam yang bertiup. Angin tersebut membuatnya lebih tersadar dan lebih sadar diri.


Setelah lewat beberapa waktu, dia mengangkat tangannya untuk mengusap matanya sebelum pergi.


Keesokan harinya sebelum langit terang, Sharon terbangun karena telepon dari Novi.


Kemarin malam dia tidur terlalu larut malam, jadi begitu dibangunkan pagi-pagi sekali, temperamen Sharon pun sangat buruk. Lalu, dia berkata dengan kesal, “Ada masalah besar apa?”


Awas saja jika bukan masalah besar. Dia akan membunuh Novi!


Dibalik telepon, Novi juga mendengar kekesalan Sharon. Oleh karena itu, dia sedikit tertawa mengejek dan berkata, “Ini memang masalah besar. Ada orang yang menyebarkan informasi bahwa kamu jadi simpanan.”

__ADS_1


__ADS_2