Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 65. Hobiku adalah Nona Sharon


__ADS_3

Nicole juga melihat Sharon. Dia pun tanpa sadar melirik ke


arah Cruise dan berkata, "Cruise, apakah itu Sharon?"


Cruise tidak berbicara. Hanya saja, kedua bola matanya


tampak dingin.


Sharon dengan cepat menarik kembali pandangannya seolah


tidak melihat mereka berdua. Lalu, dia langsung berjalan melewati Nicole dan


Cruise.


Dion sedikit memicingkan matanya dan melirik Cruise sekilas


dengan tersenyum samar. Kemudian, dia melangkahkan kakinya untuk mengejar


Sharon.


Begitu melihat sosok mereka berdua yang pergi menjauh,


Cruise baru menarik kembali pandangannya. Setelah itu, dia menatap Nicole


sekilas dengan dingin.


Tak mudah bagi Nicole untuk bisa mencari kesempatan kembali


ke sini. Melihat tatapan mata Cruise padanya, dia jadi khawatir Cruise akan


meminta Keluarga Pondi untuk mengirimnya kembali ke luar negeri lagi. Nicole


pun berkata dengan rasa bersalah, "Cruise, Lala ...."


"Cruise bukanlah sebutan yang bisa kamu panggil."


Mendengar perkataan Cruise tersebut, ekspresi Nicole memucat


dan sekujur tubuhnya membeku.


"Nona Sharon."


Delvina sudah memanggil supir sewaan, sepuluh menit lagi


supir akan datang.


Delvina menganggukkan kepala. Angin malam di bulan


Februari seperti pisau. Dia bahkan lebih tersadar dari sebelumnya. Lalu, dia


berdiri di pintu hotel sambil melihat sebuah mobil tidak jauh dan sedikit

__ADS_1


bengong.


Melihat Dion, Delvina sedikit tertegun dan berkata,


"Tuan muda Dion."


Dion melihat Sharon sekilas dan berkata, "Kalian


panggil supir sewaan?"


"Iya."


Delvina tahu bahwa Sharon tidak ada perasaan pada Dion,


apalagi Dion adalah seorang playboy. Bahkan, sepuluh hari yang lalu, Eric


sengaja menelepon Delvina agar dia menghindari Dion.


Oleh karena itu, ketika Dion bertanya padanya, dia juga


hanya mengiyakan saja dan tidak berbicara banyak.


Dion sedikit menaikkan alisnya, lalu menatap Sharon dengan


lekat-lekat tanpa bertanya apapun lagi.


Melihat raut wajah Sharon yang tidak terlalu baik, Delvina


berjalan ke samping Sharon dan berkata, "Nona Sharon, apakah Anda tidak


Mendengar perkataan Delvina, Sharon baru tersadar dari


lamunannya dan menggelengkan kepala berkata,


"Tidak."


Sharon melihat Dion dari sudut mata dan tersenyum berkata,


"Tuan muda Dion juga sedang menunggu supir sewaan?"


Dion menatap sepasang mata Sharon, lalu berkata,


"Menemani kamu."


Sharon tersenyum dan berkata, "Aku tidak menyangka Tuan


muda Dion memiliki hobi seperti ini."


Dion tersenyum samar menatap Sharon dan berkata,


"Hobiku adalah Nona Sharon. Seharusnya kamu tahu hal ini."

__ADS_1


Sharon menatapnya, lalu tersenyum datar tanpa membalasnya.


Pada saat ini, supir sewaan sudah datang. Sharon melihat


Dion sekilas dan berkata, "Tuan muda Dion, aku pulang dulu."


Ketika berbicara, Sharon sudah berjalan ke pintu mobil


belakang dan akan masuk mobil.


Melihat mobil Sharon yang sudah melaju jauh, Delvina baru


masuk ke dalam mobilnya sendiri dan membiarkan supir sewaan yang mengendarai.


Karena minum bir dan merasa pengap di dalam mobil, Sharon


membuka jendela mobil agar angin di luar bisa masuk ke dalam dan menerpa


wajahnya. Angin kencang menerapa wajahnya layaknya tamparan keras dan membuat


wajahnya kesakitan.


Akan tetapi, Sharon tak hanya merasa wajahnya sakit, hatinya


juga merasa sakit..


Benar-benar payah, Sharon.


Sharon memaki dirinya sendiri di dalam hati. Dia memejamkan


mata dan membiarkan bau alkohol melawan angin di luar.


Setelah terkena angin sepanjang perjalanan, Sharon merasa


kepalanya sakit ketika tiba di bawah apartemen.


Sharon mengambil kunci dari supir dan memijat pelipisnya.


Setelah itu, dia mengirim pesan pada Delvina dan masuk ke dalam lift.


Lift sangat pengap. Lalu, ketika dia tiba di lantai pertama,


Sharon tiba-tiba memiliki keinginan untuk merokok.


Sharon tidak pernah merokok. Novi sesekali akan merokok,


tetapi juga hanya main-main saja.


Baru saja Sharon keluar dari pintu apartemen, dia mendengar


ada orang yang memanggilnya.

__ADS_1


Dia pun menoleh dan melihat bahwa orang itu adalah Dion,


"Tuan muda Dion?"


__ADS_2