
Sejak Sharon bercerai dengan Cruise, Sharon sudah setengah tahun tidak pernah bertemu dengan Tuan Besar Thomson.
Sebenarnya bisa dikatakan sangat aneh. Di dalam Keluarga Thomson, selain mantan ibu mertuanya, yang lain tampak sulit untuk ditaklukkan.
Carolin lebih tidak perlu dikatakan lagi. Dia selalu merasa bahwa Sharon tidak pantas untuk Cruise. Jadi, selama Sharon masuk ke dalam Keluarga Thomson selama tiga tahun ini, Carolin selalu mencari gara-gara dengannya.
Tuan Besar Thomson ini juga bukan seseorang yang bisa melihat situasi secara keseluruhan. Ketika Sharon baru masuk ke dalam Keluarga Thomson, dia sudah memberikan beberapa peraturan untuk Sharon hafal. Katanya sebagai bagian dari Keluarga Thomson yang memiliki usaha besar tidak boleh membuat kesalahan dengan mudah.
Ketika Sharon menikah masuk ke Keluarga Thomson, Tuan Besar Thomson sudah pensiun. Semua hal sudah dia serahkan kepada Cruise dan Gery, jadi dia tidak ada kerjaan di rumah. Carolin sering manja di depannya, tetapi dia juga tidak pernah bertanya siapa yang salah dan siapa yang benar, pokoknya semua salah Sharon.
Semua hukuman dari mereka, Sharon mengingatnya dengan sangat jelas sampai saat ini.
Setelah bercerai, Sharon benar-benar tidak ingin bertemu dengan semua Keluarga Thomson yang sangat kejam itu.
Akan tetapi, keadaan dan keinginan selalu berlawanan. Tuan Besar Thomson bahkan yang datang mencarinya.
__ADS_1
Begitu masuk, raut wajah Tuan Besar Thomson tampak tidak senang. Dia bahkan seperti ingin memukul ketika melihat Sharon.
Sharon duduk di kursi kerjanya sambil menaikkan alis dan menatap si tua bangka yang ada di depannya ini, lalu berkata, "Ada urusan apa Tuan Besar Thomson datang mencariku?"
"Beberapa bulan tidak bertemu, kamu sudah lupa dengan aturan Keluarga Thomson? Dari aku masuk sampai sekarang, kamu bahkan tidak menyediakan teh untuk menjamuku," ujar Tuan Besar Thomson.
Mendengar perkataan Tuan Besar Thomson, Sharon langsung tertawa dan berkata, "Tempatku tidak menjual teh. Kalau Anda ingin minum teh, Anda bisa turun ke bawah, keluar pintu, lalu belok kiri dan berjalan dua ratus meter. Di sana ada sebuah toko teh, Anda bisa pergi ke sana untuk minum teh."
"Sharon! Kamu bersikap dengan sangat arogan, melakukan hal dengan sesuka hati, bahkan mengkambinghitamkan Keluarga Thomson, percaya atau tidak aku ...," ujar Tuan Besar Thomson.
Ketika mengatakan hal tersebut, Sharon tersenyum. Akan tetapi, dibalik senyumannya tersebut tidak ada niat untuk tersenyum. Lalu, dia berkata, "Ini adalah tempat aku bekerja, kalau Anda tidak ada urusan apapun, Anda bisa keluar. Kalau Anda ada urusan, silakan langsung to the point."
Sambil berbicara, Sharon terdiam sejenak dan berkata, "Aku orangnya tidak sabaran. Jadi, sebaiknya Anda berbicara dengan cepat, kalau tidak, aku malas mendengarnya."
Bagaimana mungkin Sharon akan bersikap lembut dan ramah kepada orang yang ada di hadapannya saat ini. Setiap perkataannya saat ini bermaksud untuk mengusirnya pergi.
__ADS_1
Tuan Besar Thomson sangat emosi hingga seketika pun terdiam dan berkata, "Karena kamu memintaku untuk to the point, aku akan langsung mengatakannya. Kamu mau uang berapa baru bersedia meninggalkan Kota Namika dan tidak menganggu Cruise lagi?"
Sharon mengira bahwa dia salah mendengar, "Maksud Anda, saat ini aku yang terus mendekati Cruise?"
Tuan Besar Thomson mendengus dingin dan berkata, "Jangan kamu pikir kalau aku tidak tahu permainanmu, Sharon. Kala itu, kamu sengaja membuat masalah sebesar itu, bukankah karena ingin mempermalukan Keluarga Thomson? Sekarang kamu kembali dan terus membuat onar, bukankah ingin membuat Cruise kembali masuk ke dalam jebakanmu? Dia tidak bisa melihatnya dengan jelas, tapi aku bisa melihatnya dengan sangat jelas."
Sangking kesalnya, Sharon pun tertawa, "Kalau begitu, Anda benar-benar sudah rabun tua, tidak ada bedanya dengan buta."
Selesai berbicara, Sharon melihat Delvin yang di samping dengan datar dan berkata, "Sekretaris Delvina, antar tamu."
"Sharon! Aku datang ke sini untuk bernegosiasi denganmu! Setelah hari ini, kamu jangan salahkan aku kalau aku tidak toleransi atas hubungan selama tiga tahun ini!"
Tuan Besar Thomson merasa bahwa dia sudah cukup menjaga harga diri Sharon dengan datang langsung ke sini. Tak disangka, Sharon malah tidak mendengar bujukannya dan malah melawannya.
"Kalau dia tidak mau pergi, panggil satpam naik saja," ujar Sharon.
__ADS_1
Sharon tidak ingin berbicara dengan si tua bangka ini. Jadi, setelah mengucapkan hal itu, dia langsung keluar dari kantor.